<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JePITS world wide community</title>
	<atom:link href="http://jepits.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jepits.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 09:27:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jepits.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>JePITS world wide community</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jepits.wordpress.com/osd.xml" title="JePITS world wide community" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jepits.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BIAR CINTA BICARA &#8230;&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2011/03/03/biar-cinta-bicara/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2011/03/03/biar-cinta-bicara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 01:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh98</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Islam]]></category>
		<category><![CDATA[tentang NU]]></category>
		<category><![CDATA[al-barzanjy]]></category>
		<category><![CDATA[maulid nabi]]></category>
		<category><![CDATA[sholawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya buat siapa saja yang suka mengharam-haramkan maulid : bacaannya maupun perayaannya, buat siapa saja yang suka melempar-lemparkan dalil untuk mencaci sesama muslim, buat siapa saja yang merasa benar sendiri cara ibadahnya, kepercayaannya, keyakinannya, cara hidupnya, perkenankan saya berdesah pelan dalam lubuk hati anda semua : Biar cinta bicara...<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=375&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>(Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW)</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Oleh : Teguh Rachmanto</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>al jannatu wana’imuhaa sa’dul limayyusholli wayusallim wayubaarik ‘alaih </em></p>
<p><em> </em><strong>[Syurga dan kenikmatannya semoga diperuntukkan bagi siapa saja yang bersholawat dan memohonkan selamat serta berkah atas nabi]</strong></p>
<p>Itu adalah sebuah bait pembuka dalam Maulid Al Barzanjy. Di kampung-kampung tidaklah sulit mencari kelompok yang masih konsisten membacanya hingga kini. Bersama-sama dengan bacaan Maulid yang lain, Maulid Al Barzanjy eksis berdampingan, saling menguatkan, menambah keyakinan dan cinta pada Nabi Muhammad SAW.  Tidak pernah ada klaim mana yang paling shahih dan paling benar. Saya juga tidak pernah diajarkan bahwa  Maulid Al Barzanjy lebih baik dibandingkan Sirah Nabawiyyah ataupun sebaliknya.<span id="more-375"></span></p>
<p>Dalam dunia pesantren ada banyak model bacaan Maulid. Sebut saja maulid Syaraful Anam, Ad Diba’i. Belum lagi pembacaan kisah-kisah auliya’ seperti Manaqib Syaikh Abdul Qadir Jailani. Atau Qoshidah Burdah yang sangat magis itu. Sampai-sampai pada bait tertentu bila dibaca dengan ketentuan tertentu akan menghasilkan fadhilah tertentu pula.</p>
<p>Harus diakui bahwa nilai estetika dari bacaan-bacaan maulid, qoshidah maupun manaqib tidak diragukan keindahannya. Bandingkan saja dengan lirik ini : <em>Coba kau katakan apa yang kau lakukan, coba kau lakukan apa yang kau katakan</em>. Bolak-balik sampai 1000 x pun tidak akan memberikan manfaat apa-apa. Atau bacalah ini : <em>I just wanna say I love you 33 x</em> sehabis makan paling-paling pembacanya akan lapar lagi. Melodi boleh oke, tapi tetap saja tidak memberikan manfaat bagi pembacanya. Bacaan maulid, manaqiib, maupun qashidah jelas bermanfaat apalagi ditambah dengan pelantun dan iringan yang pas : melodi oke, isi oke!</p>
<p>Selain estetika ada beberapa hal yang menonjol dari tradisi pembacaan maulid, manaqiib, maupun qashidah di tengah-tengah masyarakat kita. <strong>Pertama,</strong> <em>the song not the singer. </em>Lagu<em> I Want You Back</em> paling sip dinyanyikan oleh Jackson 5. Menurut saya lagu itu tidak ada tandingannya. Tapi yang nyanyi tetep harus The Jackson 5. Sebab mereka kalo nyanyi bisa membawa suasana energik, dinamis, dan riang. Atau <em>I’m Yours </em>nya Jason Miraz bisa berantakan bila dinyanyikan penyanyi pemula macam saya. Hanya pada maulid, manaqib, dan qashidahlah terjadi dimana lagu/syairnya lebih penting dibandingkan penyanyinya. Siapapun yang membaca bila disertai kekhusyu’an meski tanpa mengetahui artinya tetap akan mendapatkan pahala. Bahkan dalam jama’ah tertentu bisa menghadirkan suasana magis yang merindukan. <strong>Kedua</strong>, <em>adanya kebersamaan</em>. Kebersamaan tidak hanya pada saat pembacaan namun juga sesudahnya. Biasanya diikuti dengan tradisi cowekan, asahan, tumpengan atau ada pula yang menyebutnya dengan berkatan. Ini jauh lebih dahsyat dan <em>practical</em> daripada lagunya teman-teman aktivis : <em>belajar sama-sama, bernanyi sama-sama</em>. Sudah lama di kampung saya mempraktekkan tradisi : <em>membaca sama-sama, makan sama-sama.</em> Sekalipun ditonton ribuan orang, Peterpan tidak pernah makan bareng penontonnya setelah konser. Lebih maju bukan ? <strong>Ketiga,</strong> bacaan maulid, manaqiib, maupun qashidah adalah <em>manifestasi kecintaan yang dalam pada Nabi Muhammad SAW</em>. Penulis maulid, manaqib, maupun qashidah mengarang bait-bait syair yang indah hanya bagi Rasulullah SAW semata. Nggak peduli royalti, nggak mikirin RBT. Al Bushiri, pengarang Qashidah Burdah, pernah bercerita mengenai awal mula Burdah :</p>
<p><em>Aku mengarang beberapa kasidah sanjungan kepada Rasulullah SAW. Diantaranya ada yang aku karang atas usulan dari Zainuddin Ya’qub bin Az Zubair. Ternyata, di tengah-tengah menyelesaikannya, separuh tubuhku mengalami kelumpuhan total (hemiplegia). Akhirnya aku berfikir untuk mulai mengarang Kasidah Burdahku ini. Aku lakukan, dan dengannya aku memohon kepada Allah SWT agar menyembuhkanku</em>.</p>
<p>Pendidikan seperti apa yang bisa menghasilkan generasi pecinta Rasulullah seperti itu hari ini ????</p>
<p>Seorang pecinta pada yang dicintai tidak hanya sering menyebutnya dalam keseharian namun juga bisa melakukan kegilaan-kegilaan, kekonyolan-kekonyolan, bahkan kebodohan-kebodohan. Biar nggak punya uang masih nekat nraktir sang kekasih di cafe meski harus utang sana-sini. Bila takut diketahui orang tuanya, sang kekasih bisa didatangi malam hari, manjat pager terus naik ke kamarnya di lantai dua sambil bernanyi : <em>Loving you is easy cause you’re beautiful&#8230;&#8230; </em>Apapun itu orang tetap bisa memakluminya, “Namanya juga cinta!“</p>
<p>Sehingga sungguh menggelikan ketika melihat fenomena cinta dengan kacamata “hukum” [ fiqh, misalnya]. Jadinya akan seperti ini : Apa hukumnya naik pager di rumah orang? Atau pertanyaan lain, “Adakah dalilnya bernyanyi “<em>loving you”</em> di rumah orang??? Nggak mutu, kan ??? Sama juga dengan adanya fatwa yang mengharamkan perayaan Valentine. Adakah yang pernah tau perayaan Valentine itu diawali dengan anu dan diakhiri dengan anu? Tempatnya harus di <em>alfa</em> waktunya harus <em>bravo</em>? Lalu, bagaimana bisa mengharamkan sesuatu yang tidak jelas SOP-nya, tidak ada rukun dan syaratnya?</p>
<p>Seorang pecinta yang dimabuk kepayang bisa saja bilang begini : <em>Assholaatu wassalaamu’alaika ya sayyidi yaa rasulullah qollat hiilatii adriknii </em><strong>[sholawat dan salam semoga selalu tercurah untukmu, wahai junjunganku. Wahai Rasulullah! Telah amat berkurang (habis) usahaku, bantulah aku]</strong>.  Tentu saja yang diminta bukanlah uang untuk cicilan motor, bayar spp, atau kredit rumah. Usaha yang telah habis adalah seluruh kekuatan untuk beramal sudah dikerahkan sampai akhir hayat namun tetap saja nggak nuthut dengan dosa-dosa yang dilakukan bila harus ditimbang. Oleh karenanya merasa perlu minta bantuan Rasulullah. Ini yang dinamakan syafa’at, bukan kekonyolan, kebodohan, apalagi kegilaan.</p>
<p>Sama seperti seseorang yang sedang dilanda cinta menulis dalam suratnya : <em>Hidupku hampa tanpa dirimu. Kuingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu selama-lamanya. Hanya berdua saja, antara kau dan aku. Datanglah padaku. Tanpamu hidupku sungguh tiada arti. </em>Tentu saja yang dimaksud bukan hidup berdua saja,  karena dalam hidup mesti butuh tukang becak, tukang sayur, penjaga masjid, kasir supermarket, spg rokok, dst, dst. Sehingga “rayuan” seperti itu tidak perlu dihukumi berbohong.<em> </em></p>
<p>Akhirnya buat siapa saja yang suka mengharam-haramkan maulid : bacaannya maupun perayaannya, buat siapa saja yang suka melempar-lemparkan dalil untuk mencaci sesama muslim, buat siapa saja yang merasa benar sendiri cara ibadahnya, kepercayaannya, keyakinannya, cara hidupnya, perkenankan saya berdesah pelan dalam lubuk hati anda semua : Biar cinta bicara&#8230;</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>‘aththirillaahumma qabrahul kariim bi’arfin syadyiyyim min sholaatiwwatasliim </em><strong>[Semoga Allah mengharumkan dan mewangikan kuburannya (Nabi) yang mulia dengan keharuman wangi-wangian sholawat]</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jepits.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jepits.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jepits.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jepits.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=375&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2011/03/03/biar-cinta-bicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b19ba920d43ad25f2508fdd68d2b059f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">teguh98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panas Bumi: Oleh-oleh dari Zaman Terciptanya Bumi untuk Masa Depan</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2011/03/01/panas-bumi-oleh-oleh-dari-zaman-terciptanya-bumi-untuk-masa-depan/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2011/03/01/panas-bumi-oleh-oleh-dari-zaman-terciptanya-bumi-untuk-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 05:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izzu</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin akhir-akhir ini kita mulai sering mendengar kata panas bumi atau geothermal bahasa  londo-nya. Seperti tergambar dalam istilahnya, panas bumi merupakan sumber energi yang berasal dari sisa-sisa proses penciptaan bumi kira-kira 5 milyar tahun yang lalu. Panas ini terkurung oleh lapisan batuan beku di permukaan bumi yang kita pijak ini. Lapisan batuan beku yaitu batuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=368&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://izzu.files.wordpress.com/2010/09/geothermal_energy_history.jpg?w=500&#038;h=328" alt="" width="500" height="328" /></p>
<p>Mungkin akhir-akhir ini kita mulai sering mendengar kata panas bumi atau geothermal bahasa <em> </em><em>londo-</em>nya.  Seperti tergambar dalam istilahnya, panas bumi merupakan sumber energi  yang berasal dari sisa-sisa proses penciptaan bumi kira-kira 5 milyar  tahun yang lalu. Panas ini terkurung oleh lapisan batuan beku di  permukaan bumi yang kita pijak ini. Lapisan batuan beku yaitu batuan yang terbentuk dari pembekuan magma/lava ini begitu  efektif menjaga panas yang terbentuk milyaran tahun itu tetap terjaga  dalam bentuk batuan cair.<span id="more-368"></span></p>
<p>Ada kalanya lapisan batuan ini mempunyai  celah sehingga batuan cair ini muncul ke permukaan dalam bentuk gunung  berapi. Namun kadang celah ini tidak sampai menembus permukaan bumi.  hanya batuan cair ini yang disebut magma ini mengalir di celah-celah  batuan beku saja. Panas dari magma ini akan merambat ke batuan beku  tadi.</p>
<p>Sementara itu, jauh di atas permukaan bumi, suatu kisah lain terjadi.  Kerja sama yang baik antara sinar matahari dan putaran bumi baik rotasi  ataupun revolusi menyebabkan terjadinya cuaca di atmosfer. Cuaca  mengakibatkan terjadinya siklus air dari laut menguap, lalu membentuk  awan dan kemudian turun dalam bentuk cair sebagai hujan. Air hujan ini  ada yang langsung mengalir lagi ke laut, ada yang diserap mahluk hidup,  dan ada yang meresap ke tanah. Air yang meresap ke tanah ini pun ada  yang tetap tinggal di lapisan tanah yang dangkal sebagai air tanah  dangkal (phreatic) dan ada yang terserap hingga jauh ke dalam lapisan  batuan bumi sebagai air tanah dalam.</p>
<p>Kembali ke magma yang mengalir diantara batuan beku dan menyebarkan  panas ke lapisan batuan tadi. Kadang, aliran magma tersebut tidak  terlalu dalam, panas yang merambat di batuan beku itu pun kadang bisa  mencapai aliran atau cadangan air di bawah tanah. Air tanah yang  terkandung dalam pori-pori batuan bawah tanah pun memanas seperti  direbus dalam panci.</p>
<p>Jika aliran air yang terpanasi ini bisa dengan mudah keluar dari  tanah dan posisinya dekat dengan permukaan tanah, maka akan muncul  sumber air panas. Tapi di tempat lain, kadang air ini tidak mudah keluar  karena tertutup batuan yang kuat di atasnya. Karena tertutup dan terus  mendapat panas dari batuan di bawahnya, air ini akan menerima panas  hingga temperaturnya berada di atas titik didihnya. Kondisi ini  menyebabkan air tanah tersebut mempunyai tekanan yang tinggi, di tambah  lagi dengan tekanan di bawah permukaan tanah yang memang sudah tinggi.  Jika “beruntung”, air yang sudah kegerahan ini di suatu tempat menemukan  celah untuk keluar. Air yang keluar pun bertekanan hingga menyebur  tinggi ke atas permukaan bumi yang di sebut sebagi geyser. Namun,  kebanyakan air ini tidak dapat keluar ke permukaan hingga akan terus  tersimpan di dalam celah-celah atau pori-pori batuan bumi. Air panas  yang terjebak di dalam batuan inilah yang diburu manusia untuk digunakan  sebagai sumber energi panas bumi.</p>
<p>Selain proses di atas, kadang terdapat lapisan batuan yang terkena  panas dari magma tapi tidak memiliki kandungan air. Di sini diperlukan  usaha manusia untuk memompa air kedalam batuan tersebut agar terjadi  proses pembentukan uap. Cara ini dikenal sebagai <em>hot dry rock system</em>.</p>
<p>Penggunaan energi panas bumi oleh manusia sebenarnya tak sebatas pada  kegunaannya sebagai sumber energi listrik seperti yang sedang heboh di  Indonesia saat ini saja. Penggunaan energi panas bumi tentu saja  bergantung pada temperatur dan besar tekanan air yang keluar dari  permukaan bumi. Mulai dari yang paling sederhana, panas bumi banyak  digunakan untuk pemandian air panas, penghangat ruangan, penghangat  tanah pertanian dan greenhouse, heat pump, pemanas di industri dan tentu  saja untuk pembangkit listrik.</p>
<p>Pemanfaatan panas bumi untuk keperluan pembangkit listrik dan untuk  kebutuhan industri kurang populer sebelum tahun 90-an. Hal ini karena  biaya investasi untuk penelitian dan pengeboran yang mahal sementara  keuntungan yang dihasilkan tidak sebanyak minyak bumi. Dan lagi, energi  ini tidak bisa diekspor ke luar negeri dalam bentuk mentah. Namun,  setelah cadangan minyak bumi menipis dan isu kerusakan lingkungan akibat  pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan semakin nyata,  manusia pun mulai melirik lagi potensi panas bumi sebagai sumber energi  alternatif yang bersih, ramah lingkungan, dan ternyata investasi per  kWh-nya relatif lebih rendah dibanding energi nuklir dan bisa  menghasilkan energi lebih besar dibanding solar cell ataupun tenaga  angin.</p>
<p>Di Indonesia, potensi panas bumi menyebar di seluruh kepulauan  nusantara. Terutama di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan kepualuan nusa  tenggara. Untuk pembangkit listrik, kita wajib bersyukur karena  kebanyakan sumber panas bumi di Indonesia memilki tekanan dan temperatur  yang cukup tinggi. Sehingga jika digunakan untuk membangkitkan energi  listrik, bisa menghasilkan energi yang besar untuk setiap unit  pembangkitnya. Curah hujan pun cukup stabil, sehingga ketersediaan air  tanah (terutama air tanah dalam) cukup terjamin dan kita tidak perlu  menggunakan sisten <em>hot dry rock</em>. Dan ketidakbisaan energi panas  bumi untuk dibawa keluar dari daerah penghasilnya, mengharuskan  pembangkit dibangun di dekat sumbernya. Dengan persebaran pembangkit  listrik yang cukup merata, diharapkan pembangunan di daerah penghasil  panas bumi akan terstimulasi.</p>
<p>Namun untuk menjaga agar sumber energi panas bumi terjamin secara  menerus kita wajib menjaga kelestarian lingkungan. Bantuan dari hutan  sangat dibutuhkan untuk menyerap air hujan ke tanah lapisan atas sebelum  terserap lebih lanjut ke dalam lapisan bawah. Tanpa hutan yang  terpelihara, air hujan akan berlalu begitu saja menuju sungai dan  kembali ke asalnya di lautan. Pemanfaatan panas bumi juga harus  dilakukan secara cermat dan tidak berlebihan. Sebab penggunaan yang  berlebihan tentunya akan mengganggu keseimbangan antara kemampuan  pemanasan dengan pasokan air yang masuk ke bawah tanah (baik oleh  resapan air dari lapisan diatasnya atau dari penyuntikan kembali air  yang sudah digunakan untuk pembangkitan). Jika ini terjadi, kualitas uap  yang dihasilkan akan menurun dan kemampuan pembangkitan pun akan turun.</p>
<p>Di Italia ada pembangkit listrik panas bumi yang telah beroperasi  lebih dari 100 tahun. Kita tentu berharap bisa demikian juga. Panas bumi  (dan energi matahari tentunya) merupakan sebuah warisan langsung dari zaman  penciptaan bumi yang perlu kita manfaatkan dan kita pelihara sebaik  mungkin untuk menjadi tulang punggung sumber energi kita di masa depan.  (izzu)</p>
<p>Gambar: http://www.conserve-energy-future.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kamus Mini:</p>
<p>Magma : Bahan/materi penyusun bumi yang berupa batu-batuan cair bertemperatur tinggi di bawah permukaan bumi.</p>
<p>Lava: Magma yang mengalir keluar di permukaan bumi.</p>
<p>Batuan beku :  Batuan yang terbentuk dari magma/lava yang membeku.</p>
<p>Geyser : Sumber air panas yang menyembur keluar dari permukaan tanah.</p>
<p>kWh : kilo Watt hour. Satuan energi yang populer digunakan untuk transaksi tenaga listrik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jepits.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jepits.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jepits.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jepits.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/368/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=368&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2011/03/01/panas-bumi-oleh-oleh-dari-zaman-terciptanya-bumi-untuk-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949b1e3e63199f35ffed54f838b1b320?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">izzu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izzu.files.wordpress.com/2010/09/geothermal_energy_history.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Keong Lacun, Ketiak, dan Wise Smoker</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2011/03/01/keong-lacun-ketiak-dan-wise-smoker/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2011/03/01/keong-lacun-ketiak-dan-wise-smoker/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 05:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ziex</dc:creator>
				<category><![CDATA[rujak cingur]]></category>
		<category><![CDATA[tentang anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[ Saya membayangkan, isinya smooking room di terminal, stasiun, mall, dan bandara, adalah orang-orang yang asyik menikmati rokok sambil saling mengumbar senyum dan berbincang akrab. Selepas merokok, mereka keluar dan menyapa santun orang-orang di sekitar yang asyik merokok, lalu mempersilahkan untuk masuk smooking room. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=371&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>Ahmad Irham Fauzi</strong></p>
<p>Hebat benar memang televisi itu. Betapa tidak, momentum kumpul-kumpul <em>pas </em>lebaran kemarin menorehkan memori sangat berkesan bagi saya. Di tengah kehangatan silaturahim melepas rindu, seorang kawan dengan bangga memamerkan kompetensi olah vokal anak perempuannya yang masih berusia 4 tahun. Sambil memegang <em>mic</em>, sang anak dengan <em>pede </em>memulai aksinya<em>, “dasal kau keong lacun, balu kenal uda ngajak tidul&#8230;.solly solly solly jek, ku bukan cewek mulahaaan”</em>. Sang kawan tersenyum bangga, yang saya sambut dengan senyum di bibir sambil hati miris teriris-iris menjadi berlapis-lapis, untungnya tanpa tangis. Siapa lagi yang mengajari anak kecil itu kalau bukan televisi.<span id="more-371"></span></p>
<p>Hebat benar memang para pembuat iklan itu. Ketika ada seorang kawan yang <em>ngantor </em>dengan rambut baru dicukur – yang sama sekali tanpa diniati untuk <em>menggantengkan</em> dandanan diri – namun hanya untuk sekedar sedikit merapikan <em>potongan</em>, seorang kawan yang lain dengan enteng mengejeknya, “Pengen ganteng?? <em>Ngimpiiii..!!! </em>”. Dugaan saya mengatakan, barangkali sang pengejek sedang dilanda penyakit hati semacam dendam, iri, atau dengki kepada  kawan berambut baru itu. Namun terkaan saya meleset, ternyata ia mengaku geli saja melihat <em>potongan</em> sang kawan, yang sangat mirip dengan salah seorang tokoh di iklan rokok Djarum 76. Tak ada iri dengki dendam dalam ejekan itu, semua hanya <em>guyon </em>penghangat perbincangan<em>, </em>”yang penting happy” katanya. Siapa lagi yang mengajari kawan pengejek itu kalau bukan iklan di televisi.</p>
<p>Dan ternyata “pengajar” itu tidak hanya televisi, ledakan kemajuan teknologi melahirkan “tenaga pengajar-tenaga pengajar” yang banyak ragamnya. Dunia tempat kita bermukim kini dipenuhi oleh doktrin-doktrin tanpa papan tulis tanpa kitab. Acuan nilai kebudayaan kini ditentukan salah satunya – dan terutama – oleh televisi, yang 24 jam setiap harinya hadir di ruang tamu rumah kita, <em>nongol</em> di ruang makan, <em>methungul </em>di depan meja belajar anak-anak kita, bahkan<em> </em>menelusup di kamar paling privat rumah tangga. Televisi mengajarkan tentang baik-buruk, benar-salah, indah-<em>ndak </em>indah. Definisi perempuan yang cantik zaman kini tidak cukup hanya berwajah putih berhidung mancung berkulit mulus dan berambut hitam lurus, tapi juga harus memiliki kualitas ketiak yang cemerlang tanpa titik noda. Dahsyat kan??</p>
<p>Sebagai seorang <em>ahlul hisab, </em>bagi saya gambaran iklan rokok rasanya tak kalah menarik untuk ditilik. Saya mencoba untuk membaca ulang doktrin tentang rokok yang sudah berjalin kelindan menghiasi jam malam kita di depan televisi, yang diantaranya adalah bahwa :</p>
<ul>
<li>Penghisap rokok ini adalah orang yang sudah mampu menemukan arti sebuah kesuksesan</li>
<li>Penghisap rokok itu adalah orang yang dalam situasi terjepit masih saja menemukan jalan keluar, sebab masih setia memainkan (menggunakan) akalnya.</li>
<li>Penghisap rokok anu adalah termasuk dalam golongan orang berkelas, bercitra eksklusif.</li>
<li>Penghisap rokok ini adalah orang yang selalu gembira hatinya, apapun situasinya, yang penting <em>happy</em>.</li>
<li>Penghisap rokok itu adalah orang yang solider, setia kawan, <em>guyub</em>, sehingga jika <em>nggak </em>ada dia, maka <em>nggak </em>rame.</li>
</ul>
<p>Masih akan panjang deretan ini jika saya teruskan. Yang <em>bikin </em>saya bersyukur, sebagian besar nadanya masih positif alias masih beredar di wilayah “kebaikan” – tentu saja perdebatan kebaikan/keburukan dampak tembakau tidak saya masukkan sebagai variabel. Saya hanya mengajak Anda untuk menghayati <em>image, </em>citra yang sengaja ditempelkan pada produk lewat iklan – produk rokok khususnya –, yang pada tahap tertentu menyublim menjadi semacam ajakan, anjuran, bahkan doktrin kehidupan. <em>Message </em>yang dikirim melalui iklan secara sederhana bolehlah saya posisikan sebagai <em>partner </em>ulama’, pendeta, pastur dan para tokoh penganjur kebaikan, atau malah sebagai pesaing utama.</p>
<p>Dengan nalar pikir begini, saya bermimpi suatu saat ada iklan rokok yang tidak hanya mengiming-imingi citra kesuksesan, eksklusivisme, kelucuan, solidaritas, kekonyoloan, atau bahkan hanya sekedar keusilan-keisengan. Saya membayangkan akan ada iklan rokok yang “mendidik” perokoknya untuk menjadi orang yang BIJAK. Orang bijak itu <em>ndak </em>cuma taat bayar pajak <em>lho</em>. Orang bijak itu tahu diri, sadar akan hak-haknya, sekaligus menyadari kewajiban untuk menghormati hak orang lain.</p>
<p>Seorang “perokok bijak” akan memperjuangkan haknya untuk bebas menghisap asap tambakau, sekaligus menjunjung tinggi hak kawan sebelahnya untuk menghirup udara segar. <em>So</em>, “perokok bijak” <em>ndak </em>akan merokok di dalam angkutan umum, <em>ndak </em>akan merokok di dalam mall, <em>ndak </em>bakal merokok di paviliun rumah sakit. Saya membayangkan, isinya <em>smooking room </em>di terminal, stasiun, mall, dan bandara, adalah orang-orang yang asyik menikmati rokok sambil saling mengumbar senyum dan berbincang akrab. Selepas merokok, mereka keluar dan menyapa santun orang-orang di sekitar yang asyik merokok, lalu mempersilahkan untuk masuk <em>smooking room</em>. Di dalam bis umum, para perokok bijak ini menegur dengan mesra kawan-kawan untuk mematikan batang rokok yang sedang dihisap sambil berbisik “tenang bro&#8230;aku juga perokok <em>koq</em>”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jepits.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jepits.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jepits.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jepits.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=371&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2011/03/01/keong-lacun-ketiak-dan-wise-smoker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68da18a63a01d55e39f2d0df90d10f62?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zikky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Kita dan Impian Kesejahteraan Rakyat</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2011/02/16/pendidikan-kita-dan-impian-kesejahteraan-rakyat/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2011/02/16/pendidikan-kita-dan-impian-kesejahteraan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 11:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh98</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[kemajuan bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[kick andy]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Teguh Rachmanto Sejarah pendidikan formal kita dimulai sejak diberlakukannya Politik Etis di Indonesia. Politik etis di bidang edukasi, sebetulnya, bertujuan menghasilkan tenaga administratif kelas menengah untuk melakukan fungsi-fungsi pemerintahan dan kepentingan bisnis Belanda di Indonesia. Bisa disimpulkan bahwa tujuan pendidikan saat itu tidak ada urusannya dengan kesejahteraan rakyat Indonesia. Anak didik dipintarkan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=362&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Teguh Rachmanto</p>
<p>Sejarah pendidikan formal kita dimulai sejak diberlakukannya Politik Etis di Indonesia. Politik etis di bidang edukasi, sebetulnya, bertujuan menghasilkan tenaga administratif kelas menengah untuk melakukan fungsi-fungsi pemerintahan dan kepentingan bisnis Belanda di Indonesia.  Bisa disimpulkan bahwa tujuan pendidikan saat itu tidak ada urusannya dengan kesejahteraan rakyat Indonesia. Anak didik dipintarkan untuk selanjutnya dijadikan sekrup-sekrup kapitalisme lengkap dengan pelumasnya demi kelangsungan imperialisme di Indonesia. Namun apa yang terjadi, sekolah-sekolah saat itu justru menghasilkan pribadi-pribadi tangguh bervisi cemerlang seperti Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta, Dr Tjipto mangunkusumo, RA Kartini, Ki Hadjar Dewantoro. <span id="more-362"></span></p>
<p>Bandingkan dengan kondisi pendidikan kita saat ini. Pendidikan nasional memiliki tujuan yang sangat-sangat mulia. Berikut ini kutipannya : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (UU Sisdiknas Pasal 3 )</p>
<p>Namun apa hasilnya ? Setiap tahun ada segerombolan job seeker untuk memenuhi formasi PNS, BUMN atau perusahaan-perusahaan asing. Itulah kenapa Madura tetap miskin, Trenggalek tetap miskin, Lamongan tetap miskin, Jember tetap miskin. Belum lagi Papua, Aceh, yang kaya akan SDA tapi tetep miskin. Ironis bukan. Apakah pendidikan dan kaum terdidik absen dari kenyataan ini ??? Mungkin tidak absen tapi sering abstain. Hadir namun tidak berpartisipasi.</p>
<p>Lalu buat apa sekolah gratis, sekolah dibangun menghabiskan 20% APBN/APBD kita kalau hanya menjadi talang /saluran kapitalisme saja ???? Saya beri ilustrasi sekolah di Kabupaten Lamongan, misalnya. Jumlah lulusan siswa SD-SMP-SMA akan lari kemana ???? Katakanlah siswa yang lulus SD 100% masuk SMP, kemudian lulus 100% masuk SMA. Setelah itu ???? Jumlah kampus tidak memadai. Jadilah tumpukan pengangguran terdidik yang tidak mempunyai orientasi : tidak sekolah, tidak bekerja, tidak mengaji. Kalaupun ada yang kuliah, meski satu desa diwakili oleh satu siswa, mereka pilih kampus favorit di Surabaya, Malang, Bandung ataupun Jakarta. Dan jangan lupa, biasanya, dalam benak mereka adalah peluang mobilitas vertikal di luar Lamongan. Dapat kerja di Jakarta, menikah disana dan menetap disana. Lalu Lamongan dapat apa, mau jadi seperti apa, dan bagaimana nasib kesejahteraan rakyatnya 10-20 tahun ke depan ?????? Jangankan pemerintahnya, anak didik yang sudah terlanjur pintar dari APBD itupun males untuk memikirkannya lagi.</p>
<p>Mungkin bisa diberi ilustrasi sebagai berikut : Pemerintah diberi kewajiban oleh konstitusi untuk membangun saluran irigasi. Namun ketika irigasi baik hasil panen diekspor ke luar negeri, harga pangan mahal dan  rakyat masih saja kelaparan. Teringat pepatah lama : “anak ayam mati di lumbung padi miliknya sendiri”. Sungguh menyedihkan sekaligus menyakitkan. Sebab di saat yang sama ada “bebek berenang yang tidak lupa minum “. Si bebek itu bernama Gayus Tambunan. Pendidikan kita mirip-mirip seperti saluran irigasi tersebut.</p>
<p>Saya jadi ingat Kick Andy. Para ilmuwan Indonesia yang berkiprah di luar negeri pernah dihadirkan. Luar biasa memang. Terutama pak Kawan Soetanto yang bisa menginspirasi orang-orang Jepang. Umumnya pendidikan dasar mereka di Indonesia. Baru kemudian menyebar, ada yang kuliah di Indonesia dulu baru mendapat master dan doktor di luar negeri. Ada pula yang memang langsung kuliah di luar negeri hingga meraih 4 gelar doktor dan profesor, seperti Pak Kawan Soetanto. Yang lebih menarik lagi adalah ketika Andy Noya menanyakan salah satu guestnya itu dengan pertanyaan klasik : mengapa anda tidak memanfaatkan ilmu anda di Indonesia ????? Ditanya demikian si Doktor ini hanya tertawa penuh arti, tanpa menjawabnya.  Saya langsung ill feel melihat acara ini. Untung sudah memasuki segmen terakhir. Dalam hati saya protes keras. Mungkin, menurut saya, alasan mereka adalah karena Indonesia tidak cocok bagi penelitian, dana risetnya kurang, kemakmuran tidak terjamin.</p>
<p>Kalo semua orang pintar kualitasnya kayak begini, gimana Indonesia mau maju???? Untunglah Bung Hatta yang lulusan Belanda tidak seperti itu, Bung Karno yang lulusan ITB tidak seperti itu. Jadi merdeka bangsa kita gara-gara mereka. Pada titik inilah saya appreciate terhadap para politisi, pamong praja, dan pegawai-pegawai pemerintah. Sekalipun bobrok negara ini tapi masih ditunggoni.</p>
<p>Akhirnya, selama tidak ada orientasi yang kuat dan jelas dari pemerintah maka pendidikan kita hanya akan menjadi saluran kapitalisme. Pendidikan seharusnya kontekstual dengan kondisi yang dilingkupinya. Sambil menunggu pemerintah memperjelas dan memperkuat orientasinya dalam pendidikan setiap anak didik di sekitar kita harus diberi kesadaran akan relevansi mereka bagi peningkatan kesejahteraan individual, keluarga, dan bangsa. Kalo cuma distop pada kesejahteraan individual dan keluarga saja maka bangsa ini tidak akan kemana-kemana. Lalu, siapa yang melakukan ?? Tentu saja semua orang. Kalo saya sudah melakukannya 5 menit yang lalu, saat menyelesaikan tulisan ini..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jepits.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jepits.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jepits.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jepits.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/362/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=362&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2011/02/16/pendidikan-kita-dan-impian-kesejahteraan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b19ba920d43ad25f2508fdd68d2b059f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">teguh98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Sebagai Mandataris Kyai</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2011/02/11/mahasiswa-sebagai-mandataris-kyai/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2011/02/11/mahasiswa-sebagai-mandataris-kyai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 09:15:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh98</dc:creator>
				<category><![CDATA[rujak cingur]]></category>
		<category><![CDATA[tentang anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang NU]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[tentang PMII]]></category>
		<category><![CDATA[ISNU]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[Peran generasi muda Nahdliyyin]]></category>
		<category><![CDATA[PMII]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Ada tiga pesan utama beliau : Saya Titip Kyai (Kulo Titip Kyai), Saya Titip NU (Kulo Titip NU), Saya Titip Indonesia (Kulo Titip Indonesia). Dalam pikiran sang kyai, para mahasiswa inilah yang akan menangkap spirit modernitas untuk selanjutnya digunakan dalam mengawal para Kyai dalam melestarikan ajaran Islam ahlus sunnah wal jama’ah. Kemudian setelah lulus kuliah mereka diharapkan bisa berjuang bersama-sama kyai dalam wadah NU yang secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan NKRI hingga kini.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=357&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh :<span style="font-size:small;"><em> Teguh Rachmanto</em></span></p>
<p><span style="font-size:small;">Sekitar 5-6 tahun yang lalu saya pernah datang ke sebuah pesantren di pedalaman Pasuruan. Waktu itu ada pelatihan bagi para mahasiswa baru ITS yang diselenggarakan sahabat-sahabat PMII. Pesantren menjadi pelabuhan terakhir bagi panitia yang stress karena kekurangan dana.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Syukurlah, sang kyai menerima dengan senang hati. Makan-minum dijamu, kamar istirahat sudah disiapkan, ruang pertemuan untuk diskusi juga sudah tersedia. Semua Gratis, tis tis&#8230; “</span><span style="font-size:small;"><em>Lho, kok bisa?”, </em></span><span style="font-size:small;"> tanyaku dalam hati penasaran. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Rasa penasaran saya terobati ketika acara pembukaan pelatihan dimulai. Sang kyai sebagai tuan rumah memberikan sambutan yang tak terlupakan.  Ada tiga pesan utama beliau : Saya Titip Kyai (</span><span style="font-size:small;"><em>Kulo Titip Kyai), </em></span><span style="font-size:small;">Saya Titip NU</span><span style="font-size:small;"><em> (Kulo Titip NU), </em></span><span style="font-size:small;">Saya Titip Indonesia</span><span style="font-size:small;"><em> (Kulo Titip Indonesia). </em></span><span style="font-size:small;">Dalam pikiran sang kyai, para mahasiswa inilah yang akan menangkap spirit modernitas untuk selanjutnya digunakan dalam mengawal para Kyai dalam melestarikan ajaran Islam ahlus sunnah wal jama’ah. Kemudian setelah lulus kuliah mereka diharapkan bisa berjuang bersama-sama kyai dalam wadah NU yang secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan NKRI hingga kini. <span id="more-357"></span></span></p>
<p><span style="font-size:small;">Saat menulis artikel ini terbayang pengalaman penulis saat kuliah di ITS dulu. Kyai dilecehkan, dicaci maki, diolok-olok : </span><span style="font-size:small;"><em>ahlul bid’ah, ulama’ suu’,</em></span><span style="font-size:small;"> dsb. Simbol kyai yang dihajar habis-habisan kala itu adalah Gus Dur : seorang agen zionis, buta mata-buta hati, hobi melecehkan Islam, dst. Yang  harus dipahami adalah bahwa Gus Dur hanyalah sebagai </span><span style="font-size:small;"><em>entry point</em></span><span style="font-size:small;"> penghujatan karena yang dimaksud tentu saja kyai-kyai NU yang tersebar di masyarakat.  Ini perlu dilakukan agar legitimasi mereka bisa digantikan oleh kelompok-kelompok baru yang menjamur di kampus saat itu. Hal ini bisa dimaklumi karena selain Al Qur’an dan hadits mereka seperti diwajibkan membaca buku-bukunya Hartono Ahmad Jaiz dan sejenisnya. Andai saja mereka membaca bukunya Zamakhsari Dhofier soal </span><span style="font-size:small;"><em>Tradisi Pesantren,</em></span><span style="font-size:small;"> atau buku karangan KH. Syaifuddin Zuhri, </span><span style="font-size:small;"><em>Guruku Orang-Orang Pesantren </em></span><span style="font-size:small;">dan tulisan alumnus UGM tentang </span><span style="font-size:small;"><em>Resolusi Jihad, Jihad Paling Syar’i </em></span><span style="font-size:small;"> tentu akan lain jadinya. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Tiga pesan kyai di atas masih relevan untuk kita saat ini. Meski mahasiswa yang dinasehati sudah lulus tapi nasehat tersebut perlu direnungkan kembali. Tiga pesan Kyai di atas seperti GBHNnya mahasiswa Nahdliyin yang pinter-pinter, yang bisa menikmati indahnya kata-kata : kampus, dosen wali, kerja praktek, praktikum, laboratorium, IPK, dan tugas akhir. Mahasiswa Nahdliyyin itu tak ubahnya mandatoris Kyai dalam menjalankan tiga pesan diatas. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Mahasiswa Nahdliyyin yang belajar teknologi, ilmu sosial humaniora, kebudayaan, ekonomi, hukum dan politik dsb, harus bersedia memperkuat barisan tanfidziyah NU dimana saja mereka berada, kelak. Selanjutnya bagi mahasiswa nahdliyyin yang belajar ilmu agama : ushuluddin, adab, syariah, dsb harus bersiap untuk menjadi generasi penerus Syuriyah di NU bersama-sama alumnus pesantren lokal maupun luar negeri. Meskipun tidak rigid, </span><span style="font-size:small;"><em>umum-tanfidziyah &amp; agama-syuriyah</em></span><span style="font-size:small;">, pembagian tersebut akan mampu menyerap partisipasi Mahasiswa Nahdliyyin di NU kelak ketika mereka lulus. Impactnya akan ada akselerasi gerakan dalam NU di masa depan. Saya setuju dengan logika yang dibangun dari pesan kyai tadi : menjaga Kyai = Menjaga NU = Menjaga Indonesia. Titik. </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Jangan lupa bahwa istilah Kyai, Ulama, Intelectual  dalam dunia pesantren adalah sosok yang memenuhi tiga komponen : </span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:small;">Mengetahui 	agama Islam yang dibuktikan dengan tugas-tugas sebagai guru, 	muballigh, khatib </span><span style="font-size:small;"><em>(komponen 	‘alim) </em></span></li>
<li><span style="font-size:small;">Berakhlak 	mulia; sopan, tawaddlu’, ta’addub, sabar, tawakkal, ikhlash dan 	sebagainya </span><span style="font-size:small;"><em>(komponen 	wiro’i)</em></span></li>
<li><span style="font-size:small;">Tidak 	loba terhadap urusan dunia, tetapi selalu mementingkan kehidupan di 	akhirat, sikap membiasakan dan mementingkan akhirat </span><span style="font-size:small;"><em>(komponen 	zuhud)</em></span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:small;">Sungguh luar biasa jadinya bila ada mahasiswa nahdliyyin yang bisa memadukan keduanya. Pinter sekaligus </span><span style="font-size:small;"><em>‘aliim</em></span><span style="font-size:small;">, jenius sekaligus </span><span style="font-size:small;"><em>wiro’i</em></span><span style="font-size:small;">, dan sukses sekaligus </span><span style="font-size:small;"><em>zuhud. </em></span><span style="font-size:small;"> Namun jangan sekali-kali mengharapkan Diknas menghasilkan lulusan semacam itu. </span><span style="font-size:small;"><em>Kabotan, rek!</em></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><em>Tulisan Terkait :</em></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><em><a title="Renungan Tentang NU" href="http://jepits.wordpress.com/2007/11/09/renungan-tentang-nu/">Renungan Tentang NU</a><br />
</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jepits.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jepits.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jepits.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jepits.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=357&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2011/02/11/mahasiswa-sebagai-mandataris-kyai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b19ba920d43ad25f2508fdd68d2b059f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">teguh98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Imlek dan Keadilan Sosial</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2011/02/09/imlek-dan-keadilan-sosial/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2011/02/09/imlek-dan-keadilan-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 07:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh98</dc:creator>
				<category><![CDATA[rujak cingur]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[tentang NU]]></category>
		<category><![CDATA[gus dur]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh amatlah tidak tau diuntung bila warga tionghoa masih mempraktikkan arogansinya dalam pergaulan sehari-hari dengan masyarakat lain terutama masyarakat pribumi yang kebetulan jadi buruhnya, pegawainya, pembantunya, satpamnya, tukang kebunnya, dst. Lebih-lebih jika yang dicaci maki dan direndahkan adalah warga NU, pengikut Gus Dur........<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=354&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teguh Rachmanto</p>
<p>Memang sudah diatur dalam hidup ini semua berbeda, Ada yang rendah ada menengah dan ada yang tinggi pangkatnya agar satu sama lain bisa saling memerlukan agar roda kehidupan bisa berputar &#8211; berjalan&#8230;&#8230;</p>
<p>Bagi penggemar Bang Haji Rhoma Irama tentu hafal dengan penggalan lagu di atas. Sangat indah bila dibandingkan dengan lagu-lagu yang lagi ngetop saat ini. Namun ternyata susah sekali menerapkan prinsip yang mulia tersebut meski sudah dibalut dengan melodi yang indah.</p>
<p>Suatu ketika saya sedang makan siang di sebuah depot mie terkenal di Surabaya. Di sela-sela menikmati gurihnya mie pangsit yang saya pesan terlihat di sebelah kasir di ujung ruangan ada seorang waitress tertunduk ketakutan dicaci-maki oleh seorang -maaf- tionghoa. Habis-habisan si koko menelanjangi kesalahan waitress itu. Terdengar oleh saya bahwa si koko tersinggung karena tidak segera dilayani. Sebagai pelanggan tetap si koko merasa disepelekan. Saya lihat saja dari kejauhan sambil menunggu kekerasan verbal dan psikis tersebut meningkat menjadi kekerasan fisik atau tidak. Syukurlah, diamnya mbak waitress membuat si koko segera ngeloyor pergi meski terus menggerutu. Yang pasti langkah kakinya diiringi muka bersungut-sungut. Sebelum pulang saya dekati mbak waitress yang sedang shock. Wajahnya pucat pasi, matanya merah menahan jatuhnya air mata sekuat tenaga sambil memaksa diri untuk terus tersenyum. “Sabar ya, mbak!”, kataku menghibur.<span id="more-354"></span></p>
<p>Yang ini pengalaman di rumah makan lain lagi. Selera makan saya langsung hilang melihat si koko – yang lain &#8211; marah-marah. Kali ini yang dimarahi adalah pegawainya sendiri. Soalnya sepel : si pegawai lupa mematikan kipas angin. Saya tidak bisa menggambarkan betapa takutnya pegawai tersebut. Mungkin, terbayang olehnya bila dipecat maka anaknya terancam nggak minum susu, cicilan motor nggak terbayar, dan harus out dari kost-kostan bersama istri. Dia terdiam karena faham akan menanggung resiko itu meskipun saya yakin bosnya yang sedang berapi-api itu jauh lebih faham kondisi pegawainya sehingga bisa mengeluarkan seluruh kemampuan dan kosakatanya ketika marah tanpa beban.</p>
<p>Sebetulnya saya masih banyak pengalaman yang lain. Tapi menurut saya dua saja sudah cukup menggambarkan realitas sosial di sekitar kita. Masyarakat pribumi sejak lama menjadi bulan-bulanan warga tionghoa. Umumnya yang disebut pertama bekerja sebagai karyawan, buruh, kuli hingga pembantu bagi yang disebut terakhir. “Memang apa yang salah jika pelanggan complain pada waitress bila kurang puas dengan pelayanannya? Adakah kekeliruan bila majikan memarahi buruhnya yang bekerja asal-asalan ???” Tentu tidak yang salah dengan itu. Saya hanya ingin mengatakan bahwa kelangsungan kehidupan sosial kita akan ditentukan oleh adanya sikap saling menghormati, saling membutuhkan, saling bekerja sama, saling menguntungkan satu sama lain. Complain boleh tapi harus proporsional, marah juga boleh tapi harus profesional. Tidak boleh ada perendahan martabat manusia lain meskipun hanya dalam fikiran. Kepingin saja tidak boleh apalagi diimplementasikan.  Intinya, saya justru ingin balik bertanya, “Apa sih susahnya memperlakukan manusia sebagaimana mestinya?”.</p>
<p>Kalau pertanyaan ini masih susah dicerna,  saya akan mengambil contoh perayaan imlek yang dinikmati warga tionghoa di seluruh Indonesia. Adalah Gus Dur yang membuka kran kebebasan berekspresi bagi warga tionghoa. Setelah dibelenggu puluhan tahun oleh rezim Soeharto, akhirnya warga tionghoa bisa menunjukkan jati diri mereka. Ajaran kong hu cu diperbolehkan, tarian barongsai semakin diterima di tengah-tengah masyarakat, dan puncaknya hari raya Imlek diperingati sebagai hari libur nasional. Gus Dur mengajarkan kita untuk mengakui adanya keaneka ragaman etnis, budaya, dan agama di sekitar kita dengan disertai keharusan untuk memberi kebebasan bagi setiap warga negara berekpresi sesuai dengan latar belakangnya masing-masing. Indah, bukan ????  Prinsip itulah yang diajarkan sekaligus diperjuangkan di hadapan seluruh pengikut Gus Dur dan seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Sungguh amatlah tidak tau diuntung bila warga tionghoa masih mempraktikkan arogansinya dalam pergaulan sehari-hari dengan masyarakat lain terutama masyarakat pribumi yang kebetulan jadi buruhnya, pegawainya, pembantunya, satpamnya, tukang kebunnya, dst. Lebih-lebih jika yang dicaci maki dan direndahkan adalah warga NU, pengikut Gus Dur&#8230;&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jepits.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jepits.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jepits.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jepits.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=354&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2011/02/09/imlek-dan-keadilan-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b19ba920d43ad25f2508fdd68d2b059f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">teguh98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih Gus Dur, Matur Nuwun Kang Said&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2011/02/08/terima-kasih-gus-dur-matur-nuwun-kang-said/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2011/02/08/terima-kasih-gus-dur-matur-nuwun-kang-said/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 08:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh98</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Islam]]></category>
		<category><![CDATA[tentang NU]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Politik]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[JAI]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap NU]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh lintas agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, setelah 12 tahun reformasi ternyata yang pertama kali “menikmati” justru bukanlah mahasiswa aktivis demonstrasi, bukan pula rakyat yang diperjuangkan tiada henti.  Itulah kenapa, menurut saya, Gus Dur menyeru mahasiswa menahan diri di tahun 1998. Ketika Kang Said menyeru para pemuka agama/ulama untuk menahan diri di tahun 2011 saya percaya dan menunggu apa yang akan terjadi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=347&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh :<em> Teguh Rachmanto</em></p>
<p>Pada saat gerakan mahasiswa 1998 meletus, Gus Dur dalam kondisi sakit sempat mengeluarkan statemen yang disayangkan banyak pihak. Beliau menghimbau mahasiswa untuk menahan diri di tengah maraknya aksi demonstrasi di jalan-jalan. Sebagai calon mahasiswa baru, saat itu, penulis termasuk diantara sekian banyak pihak yang kecewa terhadap statemen  Gus Dur tersebut.</p>
<p>Baru-baru ini ketika dihelat dialog antara pemuka lintas agama dengan pemerintah terkait “tuduhan” bahwa pemerintah telah berbohong,  posisi KH. Said Agil Siradj ( Ketua PBNU ) dianggap sebagian kalangan sebagai “ulama pro pemerintah” karena Kang Said tidak setuju dengan cara penyampaian kritik pada pemerintah oleh mereka yang mengaku sebagai pemuka agama, ulama khususnya. Kang Said menyitir QS Thohaa ayat 44 : <em>“ maka berbicaralah kamu berdua ( Nabi Musa dan Nabi Harun ) kepadanya ( Fir’aun ) dengan kata-kata yang lemah lembut ( qoulan layyinaa), mudah-mudahan ia ingat atau takut&#8221;.</em> Dengan filosofis Kang Said balik bertanya apakah kita sudah sebaik nabi Musa dan nabi Harun?? Apakah SBY memang seburuk Fir’aun?? Sehingga bisa berbicara seenaknya atas nama penderitaan rakyat padahal di saat yang sama mengaku pemuka agama ????<span id="more-347"></span></p>
<p>Kang Sobary dalam dialog di Metro TV mensinyalir bahwa dalam sejarah memang dikenal adanya “resi Istana” yang cenderung memberikan stempel terhadap segala kebijakan penguasa. Saat menonton tayangan tersebut penulis yakin bahwa yang dimaksud adalah Kang Said yang juga hadir dalam dialog tersebut.</p>
<p>Dua peristiwa diatas adalah sekelumit contoh diantara sekian banyak persentuhan NU dengan persoalan kebangsaan-keindonesiaan kita. Dari waktu ke waktu sejak zaman perjuangan-zaman kemerdekaan-orde lama-orde baru-era reformasi hingga kini NU tidak pernah absen berpartisipasi memikirkan kebaikan bersama, bukan kebaikan NU semata.</p>
<p>Namun ada kalanya masyarakat luas bahkan warga nahdliyyin sendiri terheran-heran dengan pola pikir petinggi NU sebagaimana penulis “sempat” dibuat bingung dengan statemen Gus Dur dan posisi Kang Said tersebut di atas. Keheranan dan kebingungan itu dilandasi oleh kesenjangan antara ekspektasi masyarakat luas dan pola pikir petinggi NU selama ini. Di saat masyarakat butuh perubahan secara drastis dan radikal NU cenderung “melemahkannya” ( kasus reformasi 1998 ). Di saat masyarakat terhimpit kesejahteraannya karena kegagalan pemerintah mengelola negara, NU cenderung “membela” pemerintah ( kasus forum lintas agama ). Di saat masyarakat modern bersepakat untuk “mengharamkan” rokok dan poligami NU cenderung “menghalalkannya”. Dengan setengah bercanda Gus Dur pernah menyatakan Kyai-kyai itu poligami karena terlalu banyak larangan. Mereka nggak mungkin pergi ke diskotik atau karaoke. Biar saja kyai poligami, buat hiburan.</p>
<p>Harus diakui bahwa ekspektasi masyarakat berangkat dari realitas kehidupan yang mereka alami selama ini. Namun, selain itu  peranan media dalam “menteror” pikiran masyarakat tidak boleh diabaikan. Peranan kapital dalam bisnis media sangat vital sehingga tanpa terasa ekspektasi masyarakat dengan bisa gampang diayun-ayun dari satu ujung ke ujung yang lain oleh si empunya media. Misalnya apakah relevansi deklarasi Nasional Demokrat dengan kondisi Indonesia akhir-akhir ini ??? Sepenting itukan Nasional Demokrat bagi Indonesia??? Apakah sejalan dengan ekspektasi masyarakat tentang perlu adanya restorasi Indonesia?? Jawabannya bisa beragam. Kecuali jika anda bertanya pada pemilik media yang punya hajatan besar di Nasional Demokrat itu.</p>
<p>Kenyataan ini bertolak belakang dengan pola pikir petinggi NU yang didasarkan pada spirit keulamaan <em>( ‘aliim, wira’i, zuhud )</em> dalam bingkai <em>ahlussunnah wal jama’ah ( tasamuh, tawassuth, tawazzun, i’tidal ).</em> Media boleh menghujat NU soal fatwa rokok karena memang tidak ada nash yang mengharamkannya secara muthlak dan  itulah kenapa banyak kyai dan santri yang masih merokok. Media boleh menghujat Gus Dur yang dianggap “melemahkan” gerakan mahasiswa 1998 namun konsistensi NU di bawah kepemimpinan Gus Dur dalam demokratisasi di Indonesia tidak bisa dibantah.  Kang Said boleh saja dianggap sebagai ulama’ istana tetapi ulama’ dimanapun dia berada harus menampakkan wajah islam yang <em>rahmatan lil ‘alamiin,</em> menjadi tempat berteduh yang sejuk.</p>
<p>Dalam konteks kebangsaan, NU tidak hanya ingin mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur namun juga sekaligus mendapatkan ampunan dari Allah SWT <em>(baldatun thoyyibatun warabbun ghafur)</em>. NU tidak pernah melarang siswa TK menyanyikan lagu perjuangan, NU tidak pernah melarang siswa SMP untuk menghormat pada bendera saat upacara. Namun di saat yang sama NU tidak bisa dipaksa menghalalkan lokalisasi ataupun menghalalkan korupsi. Keseimbangan ini terjadi karena dimensi keselamatan, kemakmuran, kebahagiaan dan kesejahteraan yang hendak dituju tidak melulu pada kehidupan di dunia namun juga di akhirat <em>(fid dunnya hasanah wafil akhirati hasanah). </em></p>
<p>Akhirnya, setelah 12 tahun reformasi ternyata yang pertama kali “menikmati” justru bukanlah mahasiswa aktivis demonstrasi, bukan pula rakyat yang diperjuangkan tiada henti.  Itulah kenapa, menurut saya, Gus Dur menyeru mahasiswa menahan diri di tahun 1998. Ketika Kang Said menyeru para pemuka agama/ulama untuk menahan diri di tahun 2011 saya percaya dan menunggu apa yang akan terjadi.</p>
<p><strong><em> Terima kasih Gus Dur, Matur nuwun Kang Said&#8230;&#8230;</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jepits.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jepits.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jepits.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jepits.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=347&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2011/02/08/terima-kasih-gus-dur-matur-nuwun-kang-said/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b19ba920d43ad25f2508fdd68d2b059f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">teguh98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat pada yang mulia mas Presiden SBY</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2010/10/05/surat-pada-yang-mulia-mas-presiden-sby/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2010/10/05/surat-pada-yang-mulia-mas-presiden-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 14:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sugabus</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[SBY batal ke belanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Sejatinya tidak butuh kita atas pengakuan tertulis dari bangsa Belanda itu.Toh kita telah, selama ini dan akan baik-baik saja. Kesediaan sampeyan ke sana seakan menegasi keseluruhan perjuangan dan pengorbanan tak terperi itu. Kalau mau memberi pengakuan, seharusnya Belanda yang perlu bersusah-susah mengantarkannya ke sini bukan malah sampeyan yang harus ke sana. tidak sepantasnya mas presiden sebagai simbol bangsa jauh-jauh ke sana untuk terima itu pengakuan, itu namanya merendahkan diri mas.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=337&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div>
<div>by <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1132707040">Ahmad Mughni</a> on Selasa, Oktober 5, 2010 jam 9:39pm</div>
</div>
</div>
<div>
<div>
<p>Mengapa Yang Mulia mas Presiden SBY baru tidak bersedia pergi ke Belanda saat ada gerakan percepatan pengadilan kasus RMS di sana di mana tersangka utamanya adalah sampeyan sendiri. Mengapa dari awal sampeyan bersedia-bersedia saja datang ke Belanda yang salah satu isu pentingnya adalah untuk menerima pengakuan resmi atas kemerdekaan RI dari Belanda.</p>
<p>Kalau mas lupa sejarah, bukankah kita merdeka atas perjuangan sendiri mas. Harganya teramat sangat mahal tak terkira. Harta benda terampas terjarah, air mata dan darah tumpah ruah mengair bah, harga diri ternista, nyawa ratus ribuan rakyat kita dan masih banyak lagi.<span id="more-337"></span></p>
<p>Sejatinya tidak butuh kita atas pengakuan tertulis dari bangsa Belanda itu.Toh kita telah, selama ini dan akan baik-baik saja. Kesediaan sampeyan ke sana seakan menegasi keseluruhan perjuangan dan pengorbanan tak terperi itu. Kalau mau memberi pengakuan, seharusnya Belanda yang perlu bersusah-susah mengantarkannya ke sini bukan malah sampeyan yang harus ke sana. tidak sepantasnya mas presiden sebagai simbol bangsa jauh-jauh ke sana untuk terima itu pengakuan, itu namanya merendahkan diri mas.</p>
<p>Nggak perlu sekolah diplomatik tinggi-tinggi untuk bisa membedakan apa itu rendah diri dan apa itu dignity. Nggak perlu menjadi profesor psikologi untuk tahu apa itu inferiority complex dan apa itu konsep diri bangsa mandiri. Terus terang Rasa bangga saya sebagai bangsa yang merebut kemerdekaanya sendiri ternodai oleh keacuhan sampeyan atas makna dan spirit dari fakta sejarah kita sendiri.</p>
<p>Paling tidak sudah dua kali ini sampeyan pertontonkan tanpa sungkan betapa negara ini sedikit-demi sedikit ataupun banyak demi banyak telah sampaean jadikan merendahkan dirinya di depan bangsa lain atas dalih kepentingan ekonomi. Sampeyan itu mengapa malah menjadikan bangsa ini tampak tak berharga di mata dunia. Saat dulu presiden Megawati tindak tanduk nya di KTT APEC ber-bahasa tubuh yang menunjukkan inferioritinya di depan Presiden Arroyo saya sudah merasa malu direpresentasikan presiden begitu. Malah sampeyan yang gagah perkasa nyatanya membuat saya lebih malu lagi.</p>
<p>Saat surat ini dibuat, padahal saya sudah tutup mata tutup telinga dan membetot syaraf perasaan saya agar tak ngenes terhadap korupsi yang kian meraja lela, manipulasi hukum yang sebenarnya sudah masuk taraf gila, menguatnya tradisi politik yang makin ramah pada yang bisa bayar, modal sosial yang porak-poranda karena prilaku pemimpinnya yang tak amanah, tapi mengapa saya masih juga bersedih dan malu mas presiden.</p>
<p>Telang, Bangkalan 100510</p>
</div>
</div>
<form action="/ajax/ufi/modify.php" method="POST"></form>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jepits.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jepits.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jepits.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jepits.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=337&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2010/10/05/surat-pada-yang-mulia-mas-presiden-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b140f1c8ed0d47e9935b9bf45a3b0352?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sugabus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Isu Pembakaran Al Qur’an Menurut Al Qur’an</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2010/09/21/menyikapi-isu-pembakaran-al-qur%e2%80%99an-menurut-al-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2010/09/21/menyikapi-isu-pembakaran-al-qur%e2%80%99an-menurut-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 13:59:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh98</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Islam]]></category>
		<category><![CDATA[911]]></category>
		<category><![CDATA[Pembakaran Al quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Kalau begitu perlukah SBY mengirim surat kepada Obama di saat seorang tunanetra kehabisan napas ketika antri di Istana, kasus Malasysia tidak tuntas, “bom” elpiji meledak dimana-mana??????<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=319&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Teguh Rachmanto</p>
<p>(Pengurus LAKPESDAM NU Cabang Surabaya)</p>
<p>Sejak menyatakan akan membakar Al-Quran, Terry Jones terus menjadi pusat perhatian dunia. Pria 58 tahun ini adalah pendeta di Dove World Outreach Center, sebuah gereja kecil di Gainesville, Florida, Amerika Serikat, sejak 1996. Meskipun akhirnya dibatalkan kontroversi yang diakibatkan dari rencana gila ini masih dapat dirasakan.</p>
<p>Menurut M. Quraish Shihab dalam bukunya Ayat-Ayat Fitna disebutkan bahwa ada 2 tuntunan umum bagi umat Islam saat menghadapi pelecehan terhadap Islam. <strong>Pertama, </strong>Meningkatkan informasi yang benar serta terus berdakwah menjelaskan ajaran Islam dalam bentuk lisan, tulisan dan tingkah laku sebagai ajaran yang penuh toleransi tanpa mengorbankan akidah dan nilai-nilai Islami dan dalam saat yang sama berpaling/menampakkan tanda-tanda tidak menyetujui sikap lawan-lawan yang melecehkan itu ( lihat QS. Al A’raf [7] : 99 ) &amp; ( lihat QS. Al Hijr [15] : 94 ). <strong>Kedua,</strong> Menahan emosi agar tidak bertindak dengan tindakan yang dapat merugikan citra umat Islam atau jalannya dakwah ( lihat QS. Ali Imran [3] : 186 )<span id="more-319"></span></p>
<p>Demikianlah tuntunan umum yang disampaikan oleh seorang pakar Al Qur’an yang tidak diragukan lagi kapasitasnya dalam menafsirkan Al Qur’an, <strong>M. Quraish Shihab</strong>. Sekalipun demikian, disana-sini masih terlihat ekspresi spontan maupun terorganisir dari kaum muslimin di berbagai belahan dunia merespon rencana pembakaran Al Qur’an oleh Pendeta Terry Jones.</p>
<p>Menurut hemat penulis, ekspresi spontan maupun terorganisir ini terjadi karena Islam sebagai <strong><em>ajaran</em></strong> terlalu sering dikalahkan oleh Islam sebagai <strong><em>gerakan</em></strong>. Apakah itu gerakan sosial, ekonomi, maupun politik. Akibatnya adalah timbulnya kesan “melebih-lebihkan”, “membesar-besarkan”, segala sesuatu yang sebetulnya “biasa-biasa saja” menjadi seolah-olah menjadi “luar biasa”. Campur tangan media tidak bisa diabaikan meski faktor kesadaran kaum muslimin untuk mengkritisi media masih jauh dari harapan.</p>
<p>Ambil contoh konflik Palestina-Israel. Sudah sejak lama konflik ini menjadi bahan bakar utama untuk “menghangatkan” konstituen salah satu partai yang menyebut dirinya partai dakwah. Namun tidak ada yang menelisik sedemikian jauh peran mereka, efektifitas gerakan ini dalam menghentikan konflik Palestina-Israel yang sebenar-benarnya sebagaimana yang diimpikan oleh warga Palestina sejak dulu. Akibatnya, demontrasi besar-besaran sejuta umat, dua setengah juta umat sampai sebelas juta ummatpun hanya menarik dilihat di layar kaca atau menghiasi sampul depan koran-koran terkemuka. Nilai plus lainnya adalah bagi Event Organizer demonstran semacam ini pemilihnya bisa naik 2-3 kali lipat setiap Pemilu.</p>
<p>Menurut hemat saya, Al Qur’an diolok-olok, dilecehkan, dicaci maki oleh siapapun yang non muslim sebetulnya adalah hal yang “biasa-biasa saja”. <strong><em>Pertama</em></strong>, sudah barang tentu itu bisa dilakukan oleh mereka-mereka yang tidak mengimani kebenaran Al Qur’an sebagaimana umat-umat terdahulu. Sebabnya adalah karena mereka angkuh, dan tidak tahu akan kemuliaan Al Qur’an itu sendiri. Akan menjadi persoalan serius bila yang mengolok-olok itu adalah komunitas pesantren, ormas-parpol Islam, dsb. Bila ini terjadi, tentunya akan menjadi keprihatinan kita semua. <strong><em>Kedua,</em></strong> kejadian semacam ini adalah pengulangan dari peristiwa serupa di masa lalu yang tidak pernah diselesaikan secara tuntas secara sosial, politik, maupun kebudayaan. Masih belum hilang dari ingatan kita soal kartun nabi dan rilis film FITNA yang menghebohkan itu. Oleh karenanya membiarkan umat Islam terombang-ambing dalam merespons sesuatu yang “biasa-biasa saja” adalah menggelikan.</p>
<p>Lalu, apa yang harus kita lakukan ????? Saya cenderung mengembalikan penafsiran keagamaan sebagai ajaran sebagaimana yang sudah diterangkan oleh <strong>M. Quraish Shihab</strong> dalam <strong>“Ayat-Ayat Fitna” </strong>di atas<strong>.</strong> Menurut saya, justru pelecehan agama Islam dengan segala atributnya ( Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, Al Qur’an, Palestina, Masjid, dsb ) adalah momentum terbaik bagi umat Islam <em>untuk meningkatkan penyebaran informasi yang benar tentang Islam</em>. Selanjutnya, informasi yang paling tepat, akurat, terukur, objektif dan dipertanggungjawabkan adalah keseharian umat Islam itu sendiri dalam berpolitik, berkenomi, dan berkebudayaan. Menurut hemat saya, kemarahan atas pelecehan Al Qur’an harus dibarengi dengan semangat untuk mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ketinggian peradaban Islam cukup dibuktikan dengan ketiadaan seorang muslimpun di dunia ini yang membakar Bibel sekalipun mereka tidak mengimaninya. Sebab bila itu dilakukan adalah suatu kebodohan yang luar biasa. Segala bentuk propaganda, agitasi, <em>black campaign</em> tentang Islam tidak akan banyak berarti selama umat Islam sendiri secara konsisten menampilam “cahaya”nya tanpa terpengaruh sedikitpun.</p>
<p>Kalau begitu perlukah SBY mengirim surat kepada Obama di saat seorang tunanetra kehabisan napas ketika antri di Istana, kasus Malasysia tidak tuntas, “bom” elpiji meledak dimana-mana?????? (<a href="mailto:teguh_r@asiamail.com">teguh_r@asiamail.com</a> atau <a href="mailto:tpialmahabib@gmail.com">tpialmahabib@gmail.com</a> )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jepits.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jepits.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jepits.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jepits.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/319/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=319&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2010/09/21/menyikapi-isu-pembakaran-al-qur%e2%80%99an-menurut-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b19ba920d43ad25f2508fdd68d2b059f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">teguh98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Program Simulasi Lampu Lalu lintas Menggunakan RSLogix 5000 (PLC Allen Bradley &#8211; Control Logix)</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2010/09/18/program-simulasi-lampu-lalu-lintas-menggunakan-rslogix-5000-plc-allen-bradley-control-logix/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2010/09/18/program-simulasi-lampu-lalu-lintas-menggunakan-rslogix-5000-plc-allen-bradley-control-logix/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2010 14:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurul Fahron</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Allen Bradley]]></category>
		<category><![CDATA[instrumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[lampu lalu lintas]]></category>
		<category><![CDATA[lampu merah]]></category>
		<category><![CDATA[otomasi]]></category>
		<category><![CDATA[PLC]]></category>
		<category><![CDATA[program simulasi]]></category>
		<category><![CDATA[rockwell automation]]></category>
		<category><![CDATA[RSLogix 5000]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Dalam artikel berikut ini, kita akan membuat sebuah program simulasi lampu lalu lintas menggunakan RS Logix 5000.   RSLogix 5000 sendiri merupakan software dari Rockwell Automation yang digunakan untuk programming PLC Allen bradley controllogix, compactlogix, flexlogix.  Seperti kita ketahui PLC banyak digunakan diindustri, untuk itulah pengetahuan tentang PLC sangatlah penting terutama bagi kita yang menekuni bidang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=307&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam artikel berikut ini, kita akan membuat sebuah program simulasi lampu lalu lintas menggunakan RS Logix 5000.   RSLogix 5000 sendiri merupakan software dari Rockwell Automation yang digunakan untuk programming PLC Allen bradley controllogix, compactlogix, flexlogix.  Seperti kita ketahui PLC banyak digunakan diindustri, untuk itulah pengetahuan tentang PLC sangatlah penting terutama bagi kita yang menekuni bidang automation / instrument / electrical engineering. Dalam artikel ini akan dibahas bagaimana membuat program sebuah lampu lalu lintas.<span id="more-307"></span></p>
<p>Dalam contoh yang berikan ini memang sederhana yaitu simulasi program lampu lalu lintas pada sebuah pertigaan.  Sehingga ada 3 buah lampu lalu lintas. Lampu merah, kuning dan hijau akan menyala berdasarkan waktu yang telah di set di PLC. Namun jika anda ingin membuat program yang lebih komplek anda dapat mempertimbangkan waktu/jam. Jadi pada jam yang berbeda lampu merah,kuning dan hijau  akan menyala dengan setting waktu yang berbeda pula. misalnya pada jam 7-9 WIB lampu hijau akan menyala selama 90 detik namun jika jam 10-12 wib akan menyala selama 60 detik. untuk membuat program tersebut anda perlu mengkombinasikan dengan perintah GSV (get system value) yaitu perintah untuk mengambil nilai waktu yang ada di PLC.</p>
<p>Berikut urutan proses program simulasi :</p>
<ul>
<li>Lampu HIJAU1, MERAH2, MERAH3 menyala dalam waktu 10 s.</li>
<li>Lampu KUNING1, KUNING2 menyala dalam waktu 5 s, lampu HIJAU1, MERAH2 mati.</li>
<li>Lampu KUNING1, KUNING2 mati, lampu MERAH1, HIJAU2 menyala.</li>
<li>Lampu HIJAU2, MERAH3, MERAH1 menyala dalam waktu 10 s.</li>
<li>Lampu KUNING2, KUNING3 menyala dalam waktu 5 s, lampu HIJAU2, MERAH3 mati.</li>
<li>Lampu KUNING2, KUNING3 mati, lampu MERAH2, HIJAU3 menyala.</li>
<li>Lampu HIJAU3, MERAH1, MERAH2 menyala dalam waktu 10 s.</li>
<li>Lampu KUNING3, KUNING1 menyala dalam waktu 5 s, lampu HIJAU2, MERAH1 mati.</li>
<li>Lampu KUNING3, KUNING1 mati, lampu MERAH3, HIJAU1 menyala.</li>
</ul>
<p>Untuk membuat program simulasi PLC tersebut, ikuti langkah-langkah berikut :</p>
<ol>
<li>Buka program RS Logix 5000, kemudian buat project baru dengan nama LATIHAN.</li>
<li>Buat tagname di controller tag dengan nama sebagai berikut :</li>
</ol>
<ul>
<li>MERAH1 (Data type : BOOL)</li>
<li>KUNING1 (Data type : BOOL)</li>
<li>HIJAU1 (Data type : BOOL)</li>
<li>MERAH2 (Data type : BOOL)</li>
<li>KUNING2 (Data type : BOOL)</li>
<li>HIJAU2 (Data type : BOOL)</li>
<li>MERAH3 (Data type : BOOL)</li>
<li>KUNING3 (Data type : BOOL)</li>
<li>HIJAU3 (Data type : BOOL)</li>
<li>TIMER1 (Data type : TIMER)</li>
<li>TIMER2 (Data type : TIMER)</li>
<li>TIMER3 (Data type : TIMER)</li>
<li>KUNING1_TMR (Data type : TIMER)</li>
<li>KUNING2_TMR (Data type : TIMER)</li>
<li>KUNING3_TMR (Data type : TIMER)</li>
<li>START_BUTTON (Data type : BOOL)</li>
<li>STOP (Data type : BOOL)</li>
</ul>
<p>3.  Buka main routine dan buat ladder logic seperti gambar berikut:</p>
<p style="text-align:center;"><img title="ladder1 program lampu lintas" src="http://jepits.files.wordpress.com/2010/09/ladder1.jpg?w=381&#038;h=243" alt="" width="381" height="243" /></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://jepits.files.wordpress.com/2010/09/ladder2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-309" title="ladder2 program lampu lalu lintas" src="http://jepits.files.wordpress.com/2010/09/ladder2.jpg?w=378&#038;h=229" alt="" width="378" height="229" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Selamat mencoba, jika ada yang kurang jelas silahkan kirim pertanyaan ke email saya : <a href="mailto:nfahron@yahoo.com">nfahron@yahoo.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jepits.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jepits.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jepits.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jepits.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/307/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&amp;blog=2086941&amp;post=307&amp;subd=jepits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2010/09/18/program-simulasi-lampu-lalu-lintas-menggunakan-rslogix-5000-plc-allen-bradley-control-logix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211d09e6333bcaf088f3300521e59552?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">training plc</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jepits.files.wordpress.com/2010/09/ladder1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ladder1 program lampu lintas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jepits.files.wordpress.com/2010/09/ladder2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ladder2 program lampu lalu lintas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
