<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JePITS world wide community</title>
	<atom:link href="http://jepits.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jepits.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Oct 2009 08:20:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='jepits.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7c40214ad2be33afff9af7c485d6389e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>JePITS world wide community</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Paranoid Kronis Informasi Sesat</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/10/19/paranoid-kronis-informasi-sesat/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/10/19/paranoid-kronis-informasi-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 08:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tonoseru</dc:creator>
				<category><![CDATA[rujak cingur]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[caesar]]></category>
		<category><![CDATA[melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[paranoid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan ungkapan rasa syukur saya yang berlipat-lipat, sehingga saya merasa harus membuang jauh-jauh amarah, mangkel, maupun rasa ketidakberdayaan saya menghadapi arus informasi.
Ya. Arus informasi. Tepatnya arus informasi yang tidak tepat.
Arus inilah yang membuat saya kelimpungan, deg-degan, kuatir luar biasa.
Normal rasanya bagi saya dan tentu saja istri saya, bahwa nantinya mengharapkan bisa melewati proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=236&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tulisan ini merupakan ungkapan rasa syukur saya yang berlipat-lipat, sehingga saya merasa harus membuang jauh-jauh amarah, mangkel, maupun rasa ketidakberdayaan saya menghadapi arus informasi.</p>
<p>Ya. Arus informasi. Tepatnya arus informasi yang tidak tepat.<span id="more-236"></span></p>
<p>Arus inilah yang membuat saya kelimpungan, deg-degan, kuatir luar biasa.</p>
<p>Normal rasanya bagi saya dan tentu saja istri saya, bahwa nantinya mengharapkan bisa melewati proses melahirkan dengan normal. Operasi caesar bukan merupakan kemungkinan, ataupun pilihan. Karena dalam proses melahirkan hanya ada dua kemungkinan, melahirkan secara normal atau tidak normal. Sebagai manusia normal tentu saja kami berdua memilih yang normal-normal saja.</p>
<p>Akhirnya tiba hari itu, ketika seorang kawan terpaksa melahirkan secara caesar. Tanpa pemeriksaan yang menurut saya memadai, vonis itu langsung jatuh : caesar. Ini karena kawan saya tersebut berkacamata, minus 5. Dikhawatirkan si ibu akan mengalami kebutaan permanen ketika mengejan terlalu kuat saat melahirkan. Jadi, caesar, atau buta. Wow. Mengerikan.</p>
<p>Istri saya berkacamata, minus 6. Mak dug rasanya hati ini.</p>
<p>Ketika saya pulang, saya masih mendapati istri saya berkacamata, masih minus 6. Searching di internet, rasanya belum puas, masih ngambang. Konsultasi ke dokter kandungan, cuman dijawab dengan senyuman penuh arti, yang sayangnya saya ndak tahu apa artinya.</p>
<p>Tiga bulan dalam kondisi gamang, walaupun tetap yakin bahwa tetap harus bisa melahirkan normal. Saat pamitan ke dokter, karena akan melahirkan di desa, saya bertanya lagi. Kali ini dijawab dengan lemparan petir gundala : ”Anak saya tiga, semuanya lahir normal. Saya minus 7”. (Padahal selama bertemu dengan kami tak sekalipun beliau memakai kacamata.) Untuk menenangkan hati kami, si dokter menyarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis mata.</p>
<p>Jawaban si dokter spesialis sungguh mengharukan, karena sebelum menjawab dengan kata-kata, lebih dulu dijawab dengan senyuman penuh arti, yang kali ini saya tahu artinya adalah ejekan akan ketakutan kami.</p>
<p>Bahwa yang dikhawatirkan adalah kondisi lepasnya retina saat mengejan terlalu kuat. Ini disebabkan retina yang bersangkutan terlalu tipis. Dan kondisi retina tipis itu tidak ada kaitannya dengan berkacamata atau tidak. Orang bermata normal pun ada yang retinanya tipis. Selanjutnya si dokter spesialis melakukan pemeriksaan terhadap mata istri saya, dan dinyatakan aman melahirkan secara normal.</p>
<p>Alhamdulillah. Leganya&#8230;</p>
<p>Terus kemudian seorang teman, yang prihatin dengan kondisi saya yang penuh ketidakpastian, kapankah gerangan si kecil ini lahir, menyarankan, agar mudah, semua bisa diprediksi, dan agar hati tenang, caesar saja. Toh sama-sama lahir..</p>
<p>Dalam kurung : Dhengkulmu mlicet&#8230;</p>
<p>Haqqul yaqin.</p>
<p>Inilah yang terjadi pada sebagian besar kita. Menelan informasi utuh. Padahal informasi itu seperti kedondong atau salak. Kita harus selektif memilahnya, jangan sampai salah telan.</p>
<p>Caesar, dalam pandangan awam saya, jadi seperti pelarian atas ketidakberdayaan si ibu hamil dan dokter kandungan terhadap apa yang sedang terjadi. Pake kacamata, caesar. Di USG bayi terlalu besar, caesar. Padahal, menurut keyakinan saya, caesar seharusnya digunakan pada saat benar-benar darurat. Seperti palu yang tergantung dekat jendela kaca busway.</p>
<p>Alhamdulillah&#8230;</p>
<p>Sang jabang bayi, Sekar, telah lahir. Normal. 4,2 kg. Dari ibu yang berkacamata. Walaupun mbeleset seminggu dari tanggal perkiraan.</p>
<p>Lalu seorang teman, yang juga barusan punya bayi, setelah melihat wajah Sekar yang berbedak, serta merta dia berseru :“Bayi jangan dibedaki. Hidungnya belum punya saringan. Bisa-bisa serbuk bedaknya terhirup dan kemudian masuk ke paru-paru. Paru-parunya bisa terganggu. Aku dapat info ini dari milis.“</p>
<p>Ok. Cukup. Kali ini saya tidak membiarkan hati saya gamang lagi. Saya tanya dia, apakah waktu bayi dulu dia bedaki. Iya, jawabnya. Apakah sekarang paru-parunya terganggu. Tidak, jawabnya. Coba tunjuk, diantara kita yang seumuran, mana yang dulu dibedaki dan sekarang kena gangguan paru-paru karena bedak. Tak ada jawaban. Apakah sampean lebih percaya pada milis daripada pada Gusti Allah. Masih diam.</p>
<p>Saya teruskan.</p>
<p>Gusti Allah pasti sudah menyempurnakan anatomi si bayi. Mungkin saja sampean benar, ada hidung bayi yang belum punya saringan. Tapi mungkin itu adalah bayi hasil caesar, belum waktunya lahir, karena saringan hidungnya belum tumbuh, sudah dipaksa lahir karena kekuatiran yang tidak beralasan. Kita sebagai orang tua cuman membantu proses adaptasi si bayi. Mana yang lebih berbahaya, sampean ajak bayi sampean jalan-jalan atau sampean bedaki bayi sampean. Kalau memang hidung bayi belum ada saringannya, gak perlu bedak, bahkan bau tubuh sampean pun sudah bisa bikin bayi sampean mendem.</p>
<p>Masih saya teruskan.</p>
<p>Biarkan hidung bayi sampean beradaptasi pada debu. Biarkan tubuhnya belajar memproduksi antibodi. Jangan cuci botol susu bayi sampean terlalu steril, karena akan membuat tubuh bayi sampean selalu merasa aman, sehingga lupa memproduksi anibodi. Jangan manjakan bayi sampean, agar dia tumbuh menjadi pribadi yang kuat karena tertempa sejak bayi.  Biarkan bayi sampean berkeringat kepanasan karena itu akan membuatnya adaptif terhadap perubahan lingkungan.</p>
<p>Lalu seorang teman yang lain komentar : ”Sampean kok paranoid gitu sih mas?”</p>
<p>Dalam kurung : udelmu krowak&#8230;</p>
<p> </p>
<p align="right"><em>Jakarta, 19 Oktober 2009</em></p>
<p align="right"><em>Pakne Sekar</em></p>
<p> Note :</p>
<p>Caesar                                  : pembedahan perut untuk menolong melahirkan anak</p>
<p>Dhengkulmu mlicet            : Lututmu luka, umpatan gaya jawa timuran.</p>
<p>Udelmu krowak                   : Pusarmu berlubang, juga umpatan gaya jawa timuran.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=236&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/10/19/paranoid-kronis-informasi-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16afeaa42295e7024b60931be01b1b71?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miskin Visi: Parsialnya Pendekatan Pemerintah RI dalam Menghadapi Malaysia</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/10/14/miskin-visi-menghadapi-malaysi/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/10/14/miskin-visi-menghadapi-malaysi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 10:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sugabus</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Maling]]></category>
		<category><![CDATA[Pencuri]]></category>
		<category><![CDATA[Visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Meski beberapa diantaranya diperlukan, Menghadapi Malaysia yang semakin kurang ajar tidaklah cukup hanya dengan demonstrasi,  memulangkan dubes, bikin paten dan memperjuangkan international recognizion dari produk-2 budaya lokal kita. Untuk itu, Indonesia perlu melakukan paling tidak 2 hal besar: (1) Menelisik akar motivasi kekurang-ajaran Malaysia, baik secara politik regional, sosial budaya maupun ekonominya. Untuk itu, Indonesia perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=222&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Meski beberapa diantaranya diperlukan, Menghadapi Malaysia yang semakin kurang ajar tidaklah cukup hanya dengan <strong>demonstrasi</strong>,  <strong>memulangkan dubes</strong>, <strong>bikin paten </strong>dan memperjuangkan <strong>international recognizion</strong> dari produk-2 budaya lokal kita. Untuk itu, Indonesia perlu melakukan paling tidak 2 hal besar: (1) Menelisik akar motivasi kekurang-ajaran Malaysia, baik secara politik regional, sosial budaya maupun ekonominya. Untuk itu, Indonesia perlu mengaktifkan operasi <em>inteligen </em>tingkat tinggi ke negara jiran dan kawasan regional Asia Tenggara. (2) Melihat kedalam sanubari bangsa ini guna mencari fundamental berbangsa apa yang terkikis dan apa yang telah hilang sama sekali.<span id="more-222"></span></p>
<p>Alasan-alasan Malaysia misalkan &#8220;<em>itu tidak disengaja</em>&#8220;, &#8220;<em>sejak kecil kami telah menyanyikan lagu Rasa Sayange</em>&#8220;, &#8220;<em>itu kan budaya nusantara, jadi milik kami juga</em>&#8221; dan lain-lain menurut saya hanyalah alasan klise untuk menutupi sebuah strategi yang lebih besar. Kalau nggak tahu atau nggak sengaja mengapa kok berkali-kali. Nggak butuh orang jenius untuk kemudian menaruh curiga bahwa dibalik insiden-insiden ini pasti ada apa-apanya.</p>
<p>Malaysia bertetangga dekat dengan Singapore yang selama bertahun-tahun telah berkali-kali berhasil mempecundangi Indonesia baik dalam hal kekayaan alamya, keberpihakan penguasanya (baik lokal maupun nasional), eksploitasi Indonesia sebagai pangsa pasar, maupun kekayaan geo politik kita  untuk memakmurkan negri kecil tersebut. Malaysia dan Singapura sama-sama bekas jajahan Britain Raya, sehingga produk elit politik kedua negara tidaklah jauh berbeda cara pikir dan mentalitasnya. Melihat Sukses besar mengunakan leverage bisnis berupa OPR (other people resources) yang dalam hal ini adalah resources Indonesia, maka  mungkin saja Malaysia tertarik untuk melakukan hal serupa.</p>
<p>Mungkin para elit pemimpin kita tidak sempat berpikir (atau malah jangan-jangan tidak terpikir), kira-kira apa sih yang melatari tindakan-tindakan Malaysia tersebut ?. Sehingga responnya sangat sporadis dan parsial.  Semua bentuk respons, merupakan bentuk teknis dan mekanistis yang lebih didasari oleh logika bisnis belaka. Mulai dari pemanggilan dubes, ide memperluas international recognizion terhadap berbagai produk budaya kita (misalkan status world heritage dari Unesco dll), ataupun pematenan produk-produk budaya tersebut.  Semuanya adalah response &#8220;normal&#8221; yang sejatinya sangat merendahkan fakta bahwa rasa nasionalisme anak bangsa telah tergugah.</p>
<p>Terlepas dari banyaknya dosa-dosa lain terhadap bangsa ini semisal <a href="http://www.antarajatim.com/lihat/berita/11598/lagi-tkw-disiksa-di-malaysia" target="_blank">penyiksaan </a><a href="http://www.migrantcare.net/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=3&amp;artid=590">TKI</a>, <a href="http://www.opensubscriber.com/message/zamanku@yahoogroups.com/8556130.html" target="_blank">traficking</a>, <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/02/13/20432948/malaysia.colong.kayu.indonesia" target="_blank">ataupun</a> <a href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/04/09/Nasional/krn.20080409.127512.id.html" target="_blank">pembalakan</a> liar. Menurut saya, kita perlu melihat apa yang sedang terjadi di negara tetangga dengan lebih seksama. Sejauh pengamatan saya, Malaysa sebenarnya memiliki agenda tertentu dan ingin menunjukkan pada pada dunia melalui berbagai simbol. Misalkan : Pendirian menara Petronas sebagai menara kembar tertinggi di dunia pada tahun 1998, Pemberangkatan manusia Melayu (Asia Tenggara) pertama ke luar angkasa, pendeklarasian visi Malaysia sebagai negara supplier makanan halal terbesar di dunia, slogan Malaysia Trully Asia dll, mengindikasikan bahwa negara tersebut sedang menata bangunan reputasi dan visi internasionalnya.</p>
<p>Coba bandingkan hal ini dengan bangsa Indonesia. Praktis setelah pemerintahan Abdurrahaman Wahid, tidak ada lagi penawaran visi sebagai bangsa dari pemimpin negeri ini. Sebagai kilas balik coba kita renungkan: Sukarno pernah menawarkan visi sebagai one of new emerging forces di tata dunia baru pasca PD II, Suharto paling tidak mampu menjaga kewibawaan bangsa Indonesia di kawasan Asia Tenggara, Habibi ingin mengangkat negeri ini melalui peningkatan kapasitas teknologi industri dan akuisisi teknologi tinggi. Terakhir, Gus Dur menawarkan visi membangun poros Jakarta &#8211; Peking &#8211; New Delhi, serta mendorong visi sebagai negara bahari.  Setelah itu, Megawati bahkan SBY ternyata tidak menawarkan visi apapun yang bisa menjadi energi kolektif bangsa ini untuk bergerak bersama.</p>
<p>Bahkan energi besar yang bersumber pada rasa cinta bangsa dan negara Indonesia, yang muncul akibat diusik kekurang-ajaran Malaysia, pun tidak membuat penguasa kita sadar atas energi raksasa tidur itu.  Para elit seakan sibuk dengan urusan pribadi dan kelompoknya masing-masing. Miliaran rupiah dihamburkan untuk dana kampanye, kalau kalah untuk menuntut gugatan pemilu pula. Tapi orang sudah lupa lagi untuk bermimpi sebagai sebuah bangsa. Sudah lupa lagi rasanya bangga ketika bergaul dengan bangsa-bangsa lain dengan mental dan harkat yang sederajat.</p>
<p>O Sukarno, Habibi, Gusdur . . . . . . . ajak kami bermimpi lagi sebagai bangsa Indonesia.</p>
<p>Oleh : Ahmad Mughni<br />
Bangkalan, 14 Oktober 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=222&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/10/14/miskin-visi-menghadapi-malaysi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b140f1c8ed0d47e9935b9bf45a3b0352?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sugabus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Legend of Chuck Min (artinya: Legen Cak Min)</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/06/27/the-legend-of-chuck-min-artinya-legen-cak-min/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/06/27/the-legend-of-chuck-min-artinya-legen-cak-min/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 03:53:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinuha</dc:creator>
				<category><![CDATA[rujak cingur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Tidak usah dibuat analisis macam-macam. Cak Min tak lagi berjualan bukan karena tak ada lagi mahasiswa yang berideologi antineoliberalisme, bukan pula karena semakin banyak mahasiswa yang ghirah Islamnya tinggi sehingga legen diharamkan, dan bukan pula karena semakin sedikit mahasiswa bersubsidi. Mungkin ia hanya kelelahan.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=214&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sepuluhan tahun yang lalu, datanglah ke Pasar Keputih pada malam hari. Dari Jalan Arif Rahman Hakim, masuklah ke Gang II sejauh lebih kurang sepuluh meter. Di sebelah timur gang itu, seorang lelaki setengah tua menjajakan legen sambil selalu mengantuk, bahkan sering tertidur. Mungkin karena kelelahan setelah seharian bekerja sebagai kuli bangunan. Para mahasiswa pelanggannya terkadang harus berjuang untuk membangunkannya sebelum mendapat segelas atau dua gelas legen pelepas dahaga. Selepas itu, mereka juga harus membangunkan kembali untuk membayar. Tidak mahal: cukup 150 rupiah per gelas—belakangan berinflasi menjadi 500 rupiah.<span id="more-214"></span></p>
<p>Tiap hari, selepas Maghrib menjelang Isyak, Cak Min dengan seragam kebesaran kemeja lengan pendek dan kopyah kumal, menggelar dagangannya di atas sebuah meja kecil. Beberapa jrigen legen ia bawa. Agar dingin, ia campur legen itu dengan es batu. Biar rasanya tidak terlalu menyengat dan sekaligus—ini nampaknya yang lebih penting—biar lebih banyak lagi legen yang dapat dijual, ia tambahkan air matang ke dalamnya. Benar, racikan Cak Min benar-benar pas.</p>
<p>Pelanggan Cak Min berasal dari berbagai kalangan: mahasiswa maupun penduduk Keputih dan sekitarnya. Beberapa gelintir mahasiswa membubui kegemarannya pada Cak Min dengan landasan teori dan ideologi agar tampak heroik. Legen Cak Min adalah tandingan produk minuman neoliberal. Rasa <em>krenyeng-krenyeng</em> Coca-Cola (saat itu belum ada <em>brrrrr</em>) bisa ditandingi dengan cerdik oleh alkohol yang terkandung di dalam legen. Meminum legen berarti menghidupkan perekonomian rakyat kecil seperti Cak Min dan ratusan petani <em>siwalan</em> di daerah Tuban dan sekitarnya.</p>
<p>Beberapa gelintir lagi mahasiswa sebenarnya ingin juga menolak Coca-Cola melalui legen. Bagi mereka, Coca-Cola haram dikonsumsi karena merupakan produk Amerika yang mendukung Israel dan memusuhi Islam. Tetapi kandungan alkohol dalam legen mengurungkan niat mereka untuk mengusung legen sebagai simbol perlawanan. Dalam nalar mereka, alkohol sama dengan <em>khamr</em>. <em>Khamr</em> dalam jumlah sedikit sekalipun adalah haram dan najis.</p>
<p>Sebagian besar mahasiswa menjadi pelanggan Cak Min karena alasan ekonomi. Bagi sebagian mahasiwa bersubsidi: disubsidi negara melalui SPP, disubsidi masyarakat keputih melalui buka puasa gratis di masjid tiap Ramadhan, dan disubsidi ibu atau bapak kos dengan diperbolehkan <em>nunggak</em> bayar kos untuk beberapa bulan, legen Cak Min merupakan cara murah untuk mendapat kesegaran alamiah. Dalam hal ini, legen Cak Min benar-benar pas. Pas di lidah, pas di kantong.</p>
<p>Sekarang, datanglah ke Pasar Keputih pada malam hari. Dari Jalan Arif Rahman Hakim, masuklah ke Gang II sejauh lebih kurang sepuluh meter. Di sebelah timur gang itu, tak ada lagi seorang lelaki setengah tua menjajakan legen sambil selalu mengantuk, bahkan sering tertidur.</p>
<p>Tidak usah dibuat analisis macam-macam. Cak Min tak lagi berjualan bukan karena tak ada lagi mahasiswa yang berideologi antineoliberalisme, bukan pula karena semakin banyak mahasiswa yang <em>ghirah</em> Islamnya tinggi sehingga legen diharamkan, dan bukan pula karena semakin sedikit mahasiswa bersubsidi. Mungkin ia hanya kelelahan.</p>
<p><em>Legen loro, jemblem loro, tahu siji, piro Cak?</em></p>
<p><em>Cak, tangi, Cak!</em></p>
<p>(Tenggilis, 4 Rajab 1430)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=214&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/06/27/the-legend-of-chuck-min-artinya-legen-cak-min/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/509a757351fac7f184be2ad630ff71ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abinuha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengubah Teks Image Hasil Scan Menjadi Teks yang Bisa di Edit</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/03/11/mengubah-teks-image-hasil-scan-menjadi-teks-yang-bisa-di-edit/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/03/11/mengubah-teks-image-hasil-scan-menjadi-teks-yang-bisa-di-edit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 05:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ziex</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Nah&#8230; sekarang kan lagi musim-usimnya TA atau Thesis neh.. barangkali aja ada yang belum tahu dan ada yang membutuhkan bantuan software OCR ( Optical Character Recognition ) untuk mengambil teks dari referensi-referensi sahabat. Jadi jika anda punya refrensi berupa buku atau eBook yang berupa file Image (JPEG, BMP, GIF, dll), sedangkan anda butuh mengambil refrensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=206&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-208" title="ocr" src="http://jepits.files.wordpress.com/2009/03/ocr.jpg?w=230&#038;h=170" alt="ocr" width="230" height="170" />Nah&#8230; sekarang kan lagi musim-usimnya TA atau Thesis neh.. barangkali aja ada yang belum tahu dan ada yang membutuhkan bantuan software OCR ( Optical Character Recognition ) untuk mengambil teks dari referensi-referensi sahabat. Jadi jika anda punya refrensi berupa buku atau eBook yang berupa file Image (JPEG, BMP, GIF, dll), sedangkan anda butuh mengambil refrensi itu menjadi karakter teks yang bisa di edit di Microsoft Word atawa Open Office, anda tidak perlu mengetiknya kembali sampai-sampai anda kehabisan waktu hanya untuk menyalin, padahal deadline sudah menunggu.</p>
<p>Misalnya kita dapat referensi sebuah buku, daripada kita harus ketik perhalaman dan mengetiknya kembali, mengapa kita tidak scan aja tulisan di buku tersebut menggunakan scanner kemudian kita ubah hasil scan-nan tersebut mejadi teks untuk kita edit di aplikasi Ms. Word, bukankah lebih praktis dan efisien!</p>
<p>OK, biar yang kita gunakan gratis dan halal ^_^, kali ini kita akan gunakan yang freeOCR.</p>
<p>Sayangnya kekurangan dari freeOCR ini yaitu hasil konversinya akan sedikit kacau jika image atau gambar Anda kurang jelas tulisannya, sehingga ketika proses konversi selesai Anda harus memeriksanya lagi untuk mengkoreksi bagian-bagian yang salah. Nah, agar hasil konversi maksimal sebaiknya resolusi image waktu sahabat SCAN bukunya set resolusinya pada 200 Dpi.</p>
<p>Kelemahan lain dari aplikasi freeOCR adalah hasil konversi yang kacau ketika digunakan untuk meng-konvert image teks berformat kolom, sehingga aplikasi ini nggak cocok buat mengkonvert scan-nan koran.</p>
<p>Cara menggunakan Aplikasi FreeOCR ini sangat mudah, klik File/Open kemudian cari file yang ingin kita ubah ( biasanya dalam bentuk JPG) dan edit menjadi teks, kemudian klik menu OCR/Start OCR Process maka proses konversi akan segera dilakukan. Setelah itu simpan atau copy-paste hasil konversi tersebut ke Ms.Word.</p>
<p>Ingat, sebelum menjalankan/Meng-install free ORC, FreeOCR butuh .NET Framework versi 2.0 kalo blm punya silahkan download &#8220;<a href="http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=0856EACB-4362-4B0D-8EDD-AAB15C5E04F5&amp;displaylang=en">DISINI</a>&#8221; terlebih dahulu.</p>
<p>Jika anda tertarik menggunakan Software OCR ini, silahkan download gratis <a href="http://www.ziddu.com/download/3425342/freeocr21.exe.html">DISINI</a>.</p>
<p>Terima Kasih, Semoga TA dan Thesis Sahabat sekalian lancar.. hehehe ^_^</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=206&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/03/11/mengubah-teks-image-hasil-scan-menjadi-teks-yang-bisa-di-edit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68da18a63a01d55e39f2d0df90d10f62?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zikky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jepits.files.wordpress.com/2009/03/ocr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ocr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa dan “Jenis Kelamin” Tuhan</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 07:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinuha</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Dalam The Holy Qur’an terbitan Wordsworth Editions Limited (2000), Abdullah Yusuf Ali menerjemahkan Al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 21, ayat yang sangat sering dibacakan waktu mantenan, ke dalam bahasa Inggris sebagai berikut: “Among His Signs is this, that He created for you mates from among yourselves, that ye may dwell in tranquillity with them, and He [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=203&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam <em>The Holy Qur’an</em> terbitan Wordsworth Editions Limited (2000), Abdullah Yusuf Ali menerjemahkan Al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 21, ayat yang sangat sering dibacakan waktu mantenan, ke dalam bahasa Inggris sebagai berikut: “<em>Among His Signs is this, that He created for you mates from among yourselves, that ye may dwell in tranquillity with them, and He has put love and mercy between your (hearts): verily, in that are Signs for those who reflect.</em>”</p>
<p>Seorang teman mengutip terjemahan di atas pada surat undangan pernikahannya. Mungkin menurutnya kurang afdhol jika sabda Tuhan tidak disertakan. Sebagian besar penerima undangan tak menghiraukan pengutipan ini. Bukankah yang terpenting dalam menyikapi sebuah undangan pernikahan adalah 4W plus 1H : <em>who</em> (siapa), <em>where</em> (di mana), <em>when</em> (kapan), <em>what</em> (apa doa restu yang akan kita sampaikan), dan <em>how much</em> (berapa). Namun ada dua orang perempuan yang memprotes terjemahan di atas. Menurut mereka, kata ganti milik his dan subjek he yang digunakan jelas menunjukkan bahwa Tuhan itu laki-laki. Padahal menurut ajaran yang diridloi, Tuhan itu bukan laki-laki, bukan perempuan, bukan pula bencong.</p>
<p>Orang yang terbiasa dengan Al-Quran terjemahan bahasa Indonesia pasti akan mudah menemukan kedamaian dengan konsep Tuhan tanpa kelamin. Bahasa Indonesia kurang memedulikan jenis kelamin dan jender, kecuali untuk nomina-nomina tertentu yang jumlahnya amat terbatas: putra-putri, wartawan-wartawati, saudara-saudari, dewa-dewi, dan seterusnya. Atas nama kedaulatan pemakai bahasa dan (r)evolusi linguistik, boleh saja ditambahkan: sahabat-sahabati, Ronaldo-Ronaldowati, teman-temin, kawan-kawin, meskipun bentuk-bentuk ini tidak dikenal dalam Ejaan Yang Diridloi.</p>
<p>Sebenarnya bahasa Inggris menyediakan pronomina yang bebas jenis kelamin baik untuk pronomina milik, subjek, maupun objek. Mungkin ini yang hendak diusulkan oleh dua penerima undangan di atas. Maka <em>it</em> atau <em>its </em>bolehlah digunakan untuk terjemahan di atas: “<em>Among <strong>Its</strong> Signs is this, that <strong>It</strong> created for you mates from among yourselves, that ye may dwell in tranquillity with them, and <strong>It </strong>has put love and mercy between your (hearts): verily, in that are Signs for those who reflect.</em>”</p>
<p>Namun yang luput dari pertimbangan mereka adalah bahwa penggunaan <em>it</em> atau <em>its</em> bisa melahirkan syirik dan berpotensi melecehkan Tuhan sampai ke ujung kaki. Bukankah untuk mengganti kata cacing, kucing, anjing, gelas, pohon, bakteri, kotoran, dan benda-benda nonpersonal lainnya, bahasa Inggris menggunakan kedua pronomina di atas. Tuhan sama dengan anjing? Astaghfirullah seratus kali, syahadat seribu kali!</p>
<p>Bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an, sebenarnya jauh lebih cerewet dari bahasa Inggris dalam membedakan laki-laki atau perempuan, baik secara harfiah maupun hanya kategoris semata. Sampeyan sekalian tentu sudah mafhum sekali dengan hal ini. Dalam bahasa yang konon menjadi bahasa surga ini, nomina (<em>ism</em>), pronomina (<em>dlamir</em>), adjektiva (<em>shifat</em>), atau verba (<em>fi’il</em>) harus jelas menunjukkan atau mengacu kepada ”laki-laki” (<em>mudzakkar</em>) atau ”perempuan” (<em>muannats</em>). Bahkan untuk menyebut ini atau itu saja, harus jelas pula ini atau itunya ”perempuan” atau ”laki-laki”. <em>Haadza</em> atau <em>haadzihi</em>, <em>dzaalika</em> atau <em>tilka</em>. Akibatnya, Tuhan dalam Al-Qur’an ayat di atas atau ayat-ayat lain sangatlah ”laki-laki”, jauh lebih ”laki-laki” daripada bila diterjemahkan dalam bahasa Inggris atau apalagi bahasa Indonesia.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Tanpa bahasa, tampaknya manusia mustahil mampu memikirkan sesuatu. Kata Heidegger, bahasa adalah rumah bagi pemikiran. Rumah bisa berarti tempat berteduh dan berlindung yang nyaman. Rumah bisa juga berarti kurungan.</p>
<p>(Tenggilis, 26 Shafar 1430)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=203&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/509a757351fac7f184be2ad630ff71ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abinuha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ponari dan Potensi Golput Pemilu 2009 : Iseng-iseng berhadiah</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/02/15/ponari-dan-potensi-golput-pemilu-2009-iseng-iseng-berhadiah/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/02/15/ponari-dan-potensi-golput-pemilu-2009-iseng-iseng-berhadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 10:17:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tonoseru</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[
Khasanah budaya Jawa memiliki Ki Ageng Selo, satu-satunya orang yang bisa menangkap petir. Di tangannya petir berubah wujud menjadi ular.
Kini di Jombang hadir Ponari. Setelah petir menyambar, Ki Ageng Ponari mempunyai batu bertuah. Bedanya, kalau ular-petir Ki Ageng Selo disiram air, maka ia langsung loncat ke langit kembali menjadi petir (itulah sebabnya sekarang petir masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=195&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"><img class="alignleft size-full wp-image-194" title="ponari2" src="http://jepits.files.wordpress.com/2009/02/ponari2.jpg?w=147&#038;h=389" alt="ponari2" width="147" height="389" />Khasanah budaya Jawa memiliki Ki Ageng Selo, satu-satunya orang yang bisa menangkap petir. Di tangannya petir berubah wujud menjadi ular.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">Kini di Jombang hadir Ponari. Setelah petir menyambar, Ki Ageng Ponari mempunyai batu bertuah. Bedanya, kalau ular-petir Ki Ageng Selo disiram air, maka ia langsung loncat ke langit kembali menjadi petir (itulah sebabnya sekarang petir masih menyambar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), batu-petir Ponari bila dicelupkan ke air, maka airnya diyakini bisa menyembuhkan segala macam penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">Fenomena Ponari menjadi demikian menarik. Indikasi gampangnya, RCTI dengan Silet-nya telah dengan secara khusus membahas masalah ini, lengkap dengan komentar para selebritis papan atas negeri ini. Ponari dengan batu-petirnya menyihir puluhan ribu orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">Terlepas dari benar-tidaknya klaim kesembuhan yang ikut digembar-gemborkan oleh media massa kita, atau kekhawatiran para ulama bahwa hal ini akan menjadi syirik, atau protes para dokter yang dagangannya jadi <em>ndak</em> laku, yang menurut saya menarik untuk diamati adalah kemampuan Ponari untuk menerbitkan harapan bagi puluhan ribu orang yang mengantri di desanya. <em>Sampean</em> bisa bayangkan, puluhan ribu orang rela berdesak-desakan, mempertaruhkan nyawa demi kesembuhan via air-batu-petir Ponari. Mirip dengan Ki Ageng Selo yang mengandangkan ular-petirnya di halaman rumahnya, sehingga ramai jadi tontonan. <em>Nah</em>, pada titik ini Ponari perlu belajar pada kecerobohan Ki Ageng Selo, yang membiarkan ada yang memandikan ular-petir, sehingga si ular berubah kembali jadi petir. Ponari perlu perlindungan agar batu-petirnya tidak kehilangan daya magis. Itu pun kalau Ponari memang berniat jadi dukun di sepanjang sisa hidupnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">Hajatan besar bangsa Indonesia di tahun 2009 ini adalah, tentu saja, pemilu, legislatif maupun presiden. Berkaca pada pilkada Jatim, angka golput mencapai 38%. Bisa dipastikan golput adalah pemenang sesungguhnya dalam pilkada Jatim. Atau pilkada Jateng yang angka golputnya mencapai 45%. Bisa dibayangkan, dana miliaran rupiah yang asalnya dari pembayar pajak yang setia seperti saya dan <em>sampean</em> ini akhirnya menguap di tangan KPU.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">Bayangan awam saya, KPU bisa lebih kreatif dalam menyiapkan pemilu. Mumpung masih ada waktu, KPU bisa segera membuat ribuan pamflet, sebarkan di seluruh pelosok jawa timur – jawa tengah. Isi pamflet kira-kira demikian :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">„Diumumkan kepada seluruh warga jatim dan jawa tengah, yang sehat, lebih-lebih yang sakit, yang sudah punya hak pilih, agar menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 April 2009. Barangsiapa yang datang ke TPS dan ikut mencontreng, akan mendapat segelas air rendaman batu dari Ponari“</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">Mumpung belum keduluan partai politik dan caleg yang setiap saat bisa menyerobot kesempatan emas ini.Sebab bisa jadi besok pagi sudah ada selebaran dari caleg seperti ini :</span></p>
<p><strong><em>„Kalau saya terpilih menjadi anggota dewan, maka setiap orang dari dapil saya akan mendapat air rendaman batu Ponari. Mari dukung saya agar tercipta masyarakat sehat lahir dan batin“</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=195&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/02/15/ponari-dan-potensi-golput-pemilu-2009-iseng-iseng-berhadiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16afeaa42295e7024b60931be01b1b71?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jepits.files.wordpress.com/2009/02/ponari2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ponari2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Racun Dunia?</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2008/11/23/wanita-racun-dunia/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2008/11/23/wanita-racun-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 03:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinuha</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[changcuters]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang mungkin sering Anda dengar, The Changcuters lebih kurang bernyanyi seperti ini:
Racun …racun … racun …
Wanita racun dunia
Karena dia butakan semua
Racun …racun … racun …
Syair pendek di atas diulang-ulang terus dari awal hingga akhir lagu. Lagu ini begitu diminati, tak terkecuali oleh anak-anak. Mereka begitu bersemangat menirukan lagu ini. Di sebuah stasiun televisi, para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=170&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seperti yang mungkin sering Anda dengar, The Changcuters lebih kurang bernyanyi seperti ini:<br />
<em>Racun …racun … racun …<br />
Wanita racun dunia<br />
Karena dia butakan semua<br />
Racun …racun … racun …</em></p>
<p>Syair pendek di atas diulang-ulang terus dari awal hingga akhir lagu. Lagu ini begitu diminati, tak terkecuali oleh anak-anak. Mereka begitu bersemangat menirukan lagu ini. Di sebuah stasiun televisi, para idola cilik dengan penuh penghayatan menyanyikannya. Semula saya tidak ngreken lagu ini karena memang tidak suka. Namun suatu hari istri saya menyodorkan sebuah penilaian atas lirik lagu ini dan kemudian terus-menerus mendorong saya untuk membuat sebuah tulisan. Lebih dari itu, akhirnya kami bersepakat untuk menghindarkan anak kami dari mendengarkan lagu tersebut.</p>
<p>Menurut lirik lagu ini wanita adalah racun dunia karena ia telah membutakan semua orang. Karena tak memberi batasan apapun, maka menurut lagu ini ibu yang melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawa dan mengasuh kita hingga dewasa adalah racun, istri kita adalah racun, anak perempuan kita adalah racun, perempuan pacar atau bekas pacar atau yang pernah ingin kita pacari tetapi tidak mau adalah racun, teman-teman wanita kita adalah racun. Racun yang tidak mematikan, tetapi bisa membutakan semua orang.<br />
<span id="more-170"></span><br />
Tentu si penyanyi akan menyatakan bahwa lagu ini bercerita tentang seorang lelaki yang patah hati atau bahkan berisi nasihat bagi kita semua agar tidak terbutakan oleh hawa nafsu: wanita, laki-laki, jabatan, atau harta benda. Jadi sangat salah kalau lirik lagu ini ditafsiri sebagai menganggap ibu, istri, anak perempuan, dan seluruh wanita sebagi racun yang membutakan semua. Ketika saya mencoba mendiskusikan tema lagu ini kepada seorang teman wanita, ia tampak tidak begitu peduli dan menasihati saya agar tidak terlalu membesar-besarkan masalah.</p>
<p>Sepengetahuan saya, memang benar tak ada yang mempersoalkan lagu tersebut. Para aktivis kesetaraan jender lebih sibuk memelototi apakah setiap parpol telah memenuhi 30% kuota caleg perempuan, memprotes UU Pornografi, atau menuntut agar Syeh Puji dihukum atas nafsunya untuk menikahi anak ingusan. Bandingkanlah dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang beberapa tahun lalu begitu gencar mempersoalkan lagu Desy Ratnasari: takdir memang kejam, tak mengenal perasaan, atau sebuah lagu Iwan Fals yang menceritakan “Dewa-dewa yang sedang berpesta di atas penderitaan rakyat jelata” yang diprotes keras oleh sebagian masyarakat Hindu. Kedua lagu itu dipersoalkan karena dianggap menghina Tuhan.<br />
Belakangan kita begitu diributkan dan dibuat tersinggung dan sakit hati oleh Geert Wilders melalui film pendek Fitna. Tidak tanggung-tanggung, waktu itu, Depkominfo menutup akses beberapa situs internet yang memuat film pendek tersebut. Terakhir kita dibikin sakit hati oleh blog berisi kartun Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan fisik beliau. WordPress, situs tempat blog itu berada, menutup akses ke blog tersebut pada Rabu (19 November 2008) yang lalu atas permintaan Pemerintah Indonesia. Menurut saya, dua peristiwa terakhir yang saya sebut ini atau peristiwa-peristiwa lain yang begitu telanjang menyakiti hati dan keimanan kita, justeru sama sekali tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan, kecuali kekhawatiran pada daya provokasinya terhadap orang-orang yang mudah terprovokasi. Yang sangat berbahaya justeru lagu semacam Racun di atas atau sinetron-sabun ‘islami’ yang bergentayangan di tivi-tivi, yang pelan-pelan mengotori pikiran tanpa membuat banyak orang tersakiti.</p>
<p>Maha benar Allah yang menyuruh kita berlindung dari setan. Bukan saja dari setan berupa jin buruk rupa, tetapi juga yang berwujud manusia rupawan.</p>
<p>Mohon maaf bila berlebihan.</p>
<p>(Tenggilis, 25 Dzulqa’dah 1429)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=170&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2008/11/23/wanita-racun-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/509a757351fac7f184be2ad630ff71ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abinuha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsekuensi demokrasi: Pelajaran dari RUU Pornografi</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2008/11/03/konsekuensi-demokrasi-pelajaran-dari-ruu-pornografi/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2008/11/03/konsekuensi-demokrasi-pelajaran-dari-ruu-pornografi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 17:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sugabus</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Politik]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[RUU pornografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ahmad Mughni
Hiruk pikuk pro kontra RUU Pornografi yang baru saja disyahkan beberapa hari kemarin menyisakan sebuah pelajaran berharga tentang demokrasi bagi kita semua. Terlepas dari untung rugi disyahkannya RUU tersebut ataupun penerimaan maupun penolakan terhadapnya sepertinya ada sesuatu yang perlu kita ingat kembali yakni:

Kita sepakat bahwa bentuk negara kita adalah republik (kekuasaan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=162&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh : Ahmad Mughni</p>
<p>Hiruk pikuk pro kontra RUU Pornografi yang baru saja disyahkan beberapa hari kemarin menyisakan sebuah pelajaran berharga tentang demokrasi bagi kita semua. Terlepas dari untung rugi disyahkannya RUU tersebut ataupun penerimaan maupun penolakan terhadapnya sepertinya ada sesuatu yang perlu kita ingat kembali yakni:</p>
<ol>
<li>Kita sepakat bahwa bentuk negara kita adalah republik (kekuasaan di tangan rakyat) (<span class="yshortcuts">UUD 45</span> ps. 1 ay.1)</li>
<li>Kita telah sepakat menggunakan demokrasi sebagai filosofi, lembaga dan mekanisme pendelegasian kekuasaan yang (katanya) di tangan rakyat tersebut. (UUD 45 ps. 1-16 ?)</li>
</ol>
<p><span id="more-162"></span>Yang unik dari pro kontra RUU pornografi adalah bahwa pihak yang pro, kontra, di tengah-tengah ataupun yang abstain sama-sama menggunakan alasan demokrasi <span>sebagai salah satu</span> dalil pembenar argumennya. Kalau dirangkumkan argumen-argumen terkait &#8220;demokrasi&#8221; tersebut, mungkin berikut ini adalah ringkasannya:</p>
<p><span><strong>PRO</strong></span><strong> </strong><br />
Kan ini <span>demokrasi</span>, tinggal ikut mekanisme pemhasaan RUU di parlemen saja napa?. Kalau musyawarah mufakat tidak tercapai ya voting. Kalau yang menang voting adalah yang mendukung RUU, ya harus fair dong RUU harus diterima. Di dalam sistem <span>demokrasi</span> pasti ada pihak yang tidak puas.</p>
<p><span><strong>KONTRA</strong></span><br />
Sebagai negara yang <span>demokratis</span> ya harus mengakui keberagaman bangsa kita yang memang majemuk dong. Sudah jelas-jelas beberapa daerah menolak bulat-bulat RUU ini karena mengancam tradisi dan budaya lokal, kok masih dipaksakan, ini jelas tidak <span>demokratis</span> dong.</p>
<p><span><strong>Tengah-tengah</strong></span><br />
<span>Demokrasi</span> yang membuat minoritas merasa terpinggirkan itu bukanlah <span>demokrasi</span> yang kita inginkan. Janganlah karena alasan <span>demokrasi</span> lantas kita nggak mau tahu keberatan kelompok lain karena kita mayoritas. </p>
<p><span><strong>ABSTAIN</strong></span><br />
Kan demokrasi, boleh abstain juga dong <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  (biasanya ditambahi we ke ke ke gitu aja kok repot)</p>
<p>Tampaknya salah satu alasan mengapa RUU ini menjadi kontroversi adalah cara pandang terhadap demokrasi tersebut. </p>
<p><strong>Pelajaran</strong></p>
<p>Meskipun demokrasi telah dikritik sepanjang masa sebagai sistem yang tidak ideal dan telah membuktikan diri berkali-kali sebagi sistem yang tidak ideal namun menurut saya kita tidak punya pilihan lain. <span>Kalau kita mengakui bahwa bangsa kita terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama, dan ideologi</span>. <span>Kalau kita masih mau hidup berdampingan secara setara, duduk sama rendah berdiri sama tinggi diantara sesama anak bangsa maka demokrasi adalah satu-satunya pilihan</span>. Kalaulah kawan-kawan masih sepakat demokrasi adalah &#8220;jalan hidup&#8221; bersama dalam berbangsa dan bernegara <span class="yshortcuts">di Indonesia</span> dan NKRI harus terus dijaga, maka marilah kita merenungkan yang berikut ini.</p>
<p>Bagi kawan-kawan yang merasa tersakiti, termarginalkan dan terancam dengan disyahkannya RUU ini, ingatlah bahwa kita telah bersepakat untuk menggunakan mekanisme ini. Kalaupun dimenangkan dengan cara voting, selama prosedur legislasi telah dilakukan dengan benar, seharusnya kita bisa mengakuinya secara fair. Kalaulah kita masih tidak setuju, mari tempuh jalur legislasi yang lain, seperti diajukan judicial review ke MK dll. Tidak ada alasan untuk berbuat merusak kesatuan negeri (separatisme). Mari bareng-bareng membangun demokrasi di Indonesia agar menjadi demokrasi yang adil buat semua.</p>
<p>Bagi kawan-kawan yang kemaren menggebu-nggebu mendukung RUU ini, ingatlah bahwa ada sebagian anak bangsa saudara kita setanah air yang merasa terpinggirkan. Tidak merasa aman dan mulai merasa dianggap sebagai warga negara kelas dua. Renungkanlah, bahwa akhir-kahir ini, bangsa kita menjadi lebih rentan dan sensitif untuk hidup bersama dalam perbedaan. Ingatlah bahwa perasaan terpinggirkan dan terancam tersebut bisa mewujud dalam bentuk reaksi balik dari berbagai daerah di tanah. Misalkan ancaman separatisme, menguatnya fundamentalisme agama, kohesivitas sosial yang merenggang dll.</p>
<p>Bagi siapa saja yang masih percaya bahwa demokrasi adalah satu-satunya sistem pendelegasian kekuasaan terbaik buat Indonesia dan menghendaki<span class="yshortcuts">Republik Indonesia</span> tidak boleh tercabik lagi marilah bersama-sama:</p>
<ol>
<li>Terus menerus <span>mengembangkan dialog konstruktif di ruang publik</span></li>
<li>Mendidik diri sendiri, keluarga dan lingkungan yang terjangkau agar kritis dan sadar politik</li>
<li>Memenuhi kewajiban sebagai warga negara dan berani menuntut hak warga negara ketika berhadapan dengan birokrasi.</li>
<li>Aktif membangun budaya saling menghormati dan empati</li>
<li>Bersikap profesional dalam bidang pekerjaan masing-masing (baca hubungan demokrasi dan profesionalisme di Kompas cetak, Sabtu, 05 Agustus 2006 atau <a href="http://www.assyaukanie.com/blogs/demokrasi-harus-dipertahankan" target="_blank">di sini</a> ).</li>
<li>Meningkatkan kemakmuran diri, keluarga/lingkungan dengan cara yang baik (soal hubungan kesejahteraan ekonomi dan demokrasi: baca <a href="http://zenzaenal.blogspot.com/2007/07/rformasi-dan-kesejahteraan-ekonomi.html" target="_blank">ini</a> <a href="http://nobelprize.org/nobel_prizes/peace/laureates/2006/yunus-lecture-en.html" target="_blank">atau</a> <a href="http://kolom.pacific.net.id/ind/prof_m._sadli/artikel_prof_m._sadli/demokrasi,_stabilitas_dan_kesejahteraan.html" target="_blank">ini</a>)</li>
<li>dll (ada yang mau menambahkan)</li>
</ol>
<p>Dengan melakukan hal itu secara aktif dan konsisten kita berharap agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat, adil dan makmur. Diharapkan bangsa kita terhidar dari orang-orang yang berpikiran sempit dan berupaya mengganti dasar filosofi bangsa kita (pancasila) menjadi filosofi berbasis agama, suku atau budaya tertentu. Kelompok-kelompok fundamentalis yang tidak mau berdiskusi atau mendengar pendapat saudara sebangsanya yang lain diharapkan berangsur-angsur akan terkikis. Setiap anak bangsa masih bisa pergi dan hidup di manapun di kolong langit nusantara, tanpa takut terdiskriminasi ketika berada di daerah yang mayoritas penduduknya tidak seagama atau tidak sesuku dengannya.</p>
<p>Yang paling diharapkan adalah kedewasaan dalam berdemokrasi. Sebuah demokrasi yang mampu menjadi pengayom buat semua. Sistem sosial dimana kelompok mayoritas tersalurkan aspirasinya, kelompok minoritas merasa terlindungi.</p>
<p>Melbourne, 1 November 11:10 pm</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=162&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2008/11/03/konsekuensi-demokrasi-pelajaran-dari-ruu-pornografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b140f1c8ed0d47e9935b9bf45a3b0352?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sugabus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EFISIENSI INFRASTRUKUR SEMBAKO</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2008/08/07/efisiensi-infrastrukur-sembako/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2008/08/07/efisiensi-infrastrukur-sembako/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 12:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harispebe</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur sembako]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Setiap musim tanam, petani selalu mengeluhkan langka dan mahalnya harga pupuk. bukan tanpa alasan mereka mengeluh. Karena mereka menyadari bahwa keluhan mereka di musim tanam akan berlanjut hingga musim pasca panen. sebabnya adalah harga jual hasil produk pertanian mereka yang anjlok. seolah sudah menjadi hukum alam bahwa  petani Indonesia tidak akan menikmati hasil jerih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=158&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setiap musim tanam, petani selalu mengeluhkan langka dan mahalnya harga pupuk. bukan tanpa alasan mereka mengeluh. Karena mereka menyadari bahwa keluhan mereka di musim tanam akan berlanjut hingga musim pasca panen. sebabnya adalah harga jual hasil produk pertanian mereka yang anjlok. seolah sudah menjadi hukum alam bahwa  petani Indonesia tidak akan menikmati hasil jerih payahnya.</p>
<p>saat musim tanam, harga gula bisa mencapai Rp. 6000/kg, cabe merah Rp. 12.000,sedangkan pada pasca panen harga gula lelang hanya mencapai Rp. 5000/kg, cabe Rp 20.000/kg.</p>
<p>bahkan pada bulan-bulan mendekati ramadhan dan idul fithri seperti saat ini, lonjakan harganya dapat mencapai 2 kali lipat dari harga normal. cabe saat ini rata-rata Rp. 30 000/kg bahkan di beberapa daerah telah mencapai Rp. 40 000/kg, Harga daging ayam yang sebelumnya Rp 15-17 ribu naik menjadi Rp 22 ribu perkilogram, harga telor ayam sudah mencapai 16.200 rupiah/kg padahal minggu kemarin masih berkisar 12.000 an rupiah/kg sedangkan harga kedelai kuning sebesar Rp7.500/kg naik dari tahun lalu yang hanya Rp4.500/kg, bahkan saat panen raya pernah Rp2.600/kg, sedangkan untuk kedelai hitam saat ini Rp5000/kg dari sebelumnya Rp3600/kg.<span id="more-158"></span></p>
<p>saat ini, yang mungkin harganya dapat dikatakan relatif stabil adalah minyak minyak goreng baik jenis curah maupun non curah. Harga minyak goreng curah perkilo sekitar 11.000 sedangkan non curah sekitar 13.000. Hal ini disebabkan minyak goreng umunya berbahan dasar kelapa sawit dimana perkebunan kelapa sawit sangat berbeda dengan jenis sembako yang lainnya.</p>
<p>Untuk menormalisasi (menstabilkan) harga, Pemerintah melakukan operasi pasar. model/cara yang diambil beragam. Mulai dari kunjungan/tinjauan ke pasar-pasar tradisional secara langsung, pemberian bantuan sembako langsung pada masyarakat, operasi pedagang yang melakukan penimbunan, dan penunjukan rekanan importer sembako (resmi).</p>
<p>Dan hal ini akan berulang disetiap tahun. Siklus yang terjadi tergambar dengan jelas dengan petani dan masyarakat kecil yang menjadi pelanduknya. Dan pusat perhatian upaya penstabilan harga masih pada produknya: bagaimana penyediaan produk sembako secara memadai di pasaran dengan cara-cara instan.</p>
<p>Dalam hal terapi cepat, hal ini sangat diperlukan. namun perlukah setiap tahun siklus ini berulang? Bukan hanya kesan bahwa tidak ada keseriusan dari pemerintah untuk memperbaiki ketahanan pangan namun juga malah menumbuh-suburkan importer dengan berbagai fasilitas seperti minimnya bea masuk impor dll.</p>
<p>Dapat dikatakan bahwa hingga saat ini, upaya yang dilakukan untuk  bagi petani Indonesia belum maksimal. penanganan yang dilakukan masih berupa pananganan produk jadinya. pada ketersediaan dan harga beras, cabe, telor, gula, minyak goreng, dll. padahal selain produk jadi &#8211; secara internal &#8211; harus ada perbaikan infrastruktur pertanian.</p>
<p>Infrastruktur dari tiap produk pertanian harus dipilah-pilah. Sehingga, setiap infrastruktur yang melibatkan industri &#8211; untuk penyediaan pupuk, penyediaan pakan, penyediaan energi, pengolahan bahan mentah menjadi produk, penyediaan transportasi harus dilakukan audit.</p>
<p>Terdengar aneh apabila pada suatu industri infrastruktur telah direvitalisasi namun tidak ada perbaikan pada produknya malahan produknya tetap tidak kompetitif.</p>
<p>Bukan hanya dari sisi desain pabrik/industri, peralatan, proses produksi, yield, penggunaan air, dan energi dan pemanfaatan air, dan energi sisa, namun juga dari segi manajemen dan manusianya yang harus diaudit.</p>
<p>Campur tangan pemerintah seharusnya juga dapat dilakukan pada hal-hal yang tidak bersifat instan seperti yang biasa dilakukan (operasi pasar) mengingat permasalahan pangan telah menjadi siklus pelanduk bagi petani. Pemerintah dapat mengambil kebijakan dan langkah-langkah yang lebih strategis yang mendorong pada perbaikan industri (efisiensi) seperti penetapan harga eceran tertinggi pupuk (bukan subsidi), potongan pajak dan kemudahan dalam perbankan bagi industri yang efisien, penghargaan dll.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jepits.wordpress.com/158/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jepits.wordpress.com/158/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=158&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2008/08/07/efisiensi-infrastrukur-sembako/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ae4578a784562ccb1c4cf6dfdf9f23e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">harispebe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SISTEM INFORMASI DAFTAR PEMILIH SEMENTARA</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2008/08/05/sistem-informasi-daftar-pemilih-sementara/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2008/08/05/sistem-informasi-daftar-pemilih-sementara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 08:32:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harispebe</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[daftar pemilih sementara]]></category>
		<category><![CDATA[pemilih]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Setiap pemilu bakal digelar &#8211; baik pemilu legislatif, presiden, maupun daerah &#8211; satu kegiatan utama panitia pemilu (baca = Komisi Pemilihan Umum dan Komisi Pemilihan Umum Daerah) adalah membuat calon daftar pemilih. Kegiatan ini- mendaftar calon pemilih &#8211; membutuhkan banyak energi dan rentan terhadap konflik, dan tentunya biaya.
Rutinitas yang dilalui dimulai dari pengumpulan data daftar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=155&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setiap pemilu bakal digelar &#8211; baik pemilu legislatif, presiden, maupun daerah &#8211; satu kegiatan utama panitia pemilu (baca = Komisi Pemilihan Umum dan Komisi Pemilihan Umum Daerah) adalah membuat calon daftar pemilih. Kegiatan ini- mendaftar calon pemilih &#8211; membutuhkan banyak energi dan rentan terhadap konflik, dan tentunya biaya.</p>
<p>Rutinitas yang dilalui dimulai dari pengumpulan data daftar calon pemilih, verifikasi, penetapan calon pemilih, pencetakan kartu/undangan pemilih, distribusi kartu/undangan. Di setiap titik kegiatan ini membutuhkan dukungan finansial yang mapan, kecermatan dan ketelitian,  tenaga dan infrastruktur lain yang terkait.</p>
<p>Bukan tidak jarang alias seringkali kerja panitia pemilu yang nggoyo seperti ini banyak lubang. Selalu saja terdapat sekian persen penduduk yang tidak terdaftar dalam calon daftar pemilih. Sekian persen data tidak valid karena calon pemilih tidak memenuhi syarat dan kehilangan hak pilihnya (di bawah umur, meninggal, gila dll). Jumlahnya di setiap daerah yang menyelenggarakan pilkada variatif. Agaknya kurang disadari juga bahwa masyarakat kita telah bergeser dari masyarakat yang bertempat tinggal dan bekerja dalam satu daerah (traditional) dan sehingga mempunyai catatan administrasi setempat menjadi masyarakat yang tinggal di daerah tertentu dan bekerja di daerah yang lain (urban) dengan catatan administratif di lain tempat. Kegiatan pencatatan daftar calon pemilih yang bermuara pada penetapan daftar pemilih seringkali tidak efektif karena mengandalkan pada petugas pencacatan dan verifikator.<span id="more-155"></span></p>
<p>Metode seperti ini harus diperbaiki dengan segera. perkembangan teknologi informasi yang ada harus segera direspon dan dimanfaatkan ke arah ini. Sudah waktunya daftar pemilih sementara maupun tetap di sharing melalui teknolgi informasi yang ada. pengumuman daftar pemilih tidak hanya berupa lembaran kertas namun juga dalam benuk elektronik yang dapat di akses semua masyarakat. Saya membayangkan bahwa daftar pemilih tersebut nantinya dapat dikelompokkan menurut daerah, TPS dan dapat dicari berdasarkan nama maupun identitas yang lain.</p>
<p>tentu saja jika peserta tidak menemukan nama yang dimaksud atau menjumpai bahwa nama-nama tertentu tidak tercantum, tidak berhak menjadi pemilih, peserta dapat mengajukan keluha melalui e-mail yang telah disediakan. Bahkan jika nama tertentu tercatat tapi tidak mendapatkan undangan, dia dapat mencetak sendiri kartu/undangan pemilih.</p>
<p>Saya juga membayangkan bahwa dengan adanya data yang dapat dibaca oleh siapapun ini, menjadikan pemilu dapat diawasi oleh siapapun. Bahkan pada hari H, di tingkat TPS, petugas dapat mengetahui siapa melakukan apa (apakah pemilih ditempatnya sudah mencoblos ditempat lain atau belum). sehingga pada akhirnya tidak ada pemilih yang mecoblos lebih dari 1 kali.</p>
<p>Menyikapi pergeseran masyarakat kita dari tradisional menjadi urban, perlu untuk dipikirkan agar mereka juga dapat menggunakan hak pilihnya.  Suatu saat kita butuh agar pemilih dapat menggunakan haknya melalui internet. Supaya tidak terjadi penggunaan lebih dari 1 kali hak pilihnya, untuk menggunakan hak pilih melalui media ini pemilih tetap perlu melakukan verifikasi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jepits.wordpress.com/155/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jepits.wordpress.com/155/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=155&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2008/08/05/sistem-informasi-daftar-pemilih-sementara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ae4578a784562ccb1c4cf6dfdf9f23e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">harispebe</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>