<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JePITS world wide community</title>
	<atom:link href="http://jepits.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jepits.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 07:44:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='jepits.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7c40214ad2be33afff9af7c485d6389e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>JePITS world wide community</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jepits.wordpress.com/osd.xml" title="JePITS world wide community" />
		<item>
		<title>Diknas, Nahdliyyin, dan Pak Nuh</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/11/30/diknas-nahdliyyin-dan-pak-nuh/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/11/30/diknas-nahdliyyin-dan-pak-nuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 07:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibejamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Butuh diskusi panjang untuk mengurai permasalahan di dunia pendidikan kita. Salah satu Permasalahan mendasarnya adalah keterbatasan fasilitas pendidikan dan kesejahteraan guru. Penyebutan anggaran minimum pendidikan dalam konstitusi kita yang kemudian diberitakan berangsur-angsur dipenuhi oleh APBN maupun APBD, ternyata belum banyak membawa peubahan di madrasah-madrasah pedesaan.

Guru-guru madrasah di desa Saya mengeluhkan dana bantuan untuk seluruh guru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=258&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Butuh diskusi panjang untuk mengurai permasalahan di dunia pendidikan kita. Salah satu Permasalahan mendasarnya adalah keterbatasan fasilitas pendidikan dan kesejahteraan guru. Penyebutan anggaran minimum pendidikan dalam konstitusi kita yang kemudian diberitakan berangsur-angsur dipenuhi oleh APBN maupun APBD, ternyata belum banyak membawa peubahan di madrasah-madrasah pedesaan.</p>
<p lang="en-US">
<p>Guru-guru madrasah di desa Saya mengeluhkan dana bantuan untuk seluruh guru madarasah di Lamongan ternyata lebih kecil dibanding dana untuk Persela. Madrasah pun selalu kekurangan dana operasional tiap bulan.</p>
<p lang="en-US">
<p>Peserta musyawarah yang membicarakan madrasah di serambi Masjid Jami’ desa Saya pun sering cemburu dengan pesatnya pembangunan sekolah-sekolah Perserikatan. Mereka berandai-andai madrasah mereka mendapat banyak bantuan.</p>
<p lang="en-US">
<p>Mimpi itu seolah menjadi kenyataan saat Pak Nuh berubah posisi dari Menkominfo menjadi Mendiknas. Setahu mereka Pak Nuh adalah orang NU. Pengurus PBNU. Memang semenjak menjadi Menteri, nama Pak Nuh mendadak terkenal di keluarga besar lemabag pendidikan ma’arif. Setidaknya di daerah Kecamatan Saya. Dari mulut ke mulut diceritakan tentang adanya seorang profesor yang mantan rektor ITS dan sekarang menjadi menteri ternyata adalah seorang nahdliyin. Bahkan sekarang menjadi pengurus PBNU.</p>
<p lang="en-US">
<p>Saat Pak Nuh berubah posisi menjadi Mendiknas, banyak Nahdliyin berandai-andai madrasah mereka mendapat banyak bantuan. Barangkali mereka sebagian besar dana pendidikan dikelola Depdiknas, bukan Depag. Selama ini Menteri Agama berasal dari kalangan Nahdliyyin, madrasah mereka juga tidak banyak berubah karena posisi itu.</p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">Pejuang pendidikan di desa-desa (sekali lagi setidaknya di daerah Kecamatan Saya) berharap banyak Pak Nuh akan membawa kemajuan bagi madrasah di desa. Kerena mereka mengangap Pak Nuh bagian bahkan pejuang mereka.</p>
<p lang="en-US">
<p>Akan buruk akibatnya jika kebijakan liberalisasi pendidikan yang sangat mungkin akan dijalankan Pak Nuh didukung membabi buta oleh Nahdliyyin. Konsolidasi sipil untuk melawan UU BHP dan liberalisasi pendidikan sangat mungkin terhambat</p>
<p lang="en-US">
<p>Persepsi warga NU terhadap Pak Nuh barangkali kurang lebih sama dengan persepsi umat Islam kepada Habibi dahuklu. Mereka membayangkan Habibi sebagai sosok ilmuwan yang menguasai iptek dan imtaq sekaligus. Begitu istilah yang populer untuk Habibi saat itu. Sisi Habibi sebagai pelaku dalam perebutan kekuasaan diabaikan. “Jadilah seperti Habibi, pembuat pesawat terbang, profesor berotak Jerman berhati Mekah”, begitu kata guru Saya dahulu di Madrasah. Habibi tampak suci sebagai ilmuwan. Padahal….</p>
<p lang="en-US">
<p>Saat ini Pak Nuh juga dianggap bukan politisi tetapi ilmuwan tulen. Pak Nuh dianggap pejuang NU, tanpa memperhatikan rekam jejaknya secara keseluruhan. Banyak yang tidak mengetahui bagaimana kepemimpinan Pak Nuh di ITS mengebiri gerakan mahasiswa dan membungkam mahasiwa kritis. Banyak yang tidak mengetahui bagaimana kepemimpinan Pak Nuh di ITS tidak memberikan keadilan bagi mahasiswa dan calon mahsiswa miskin. Banyak pula yang tidak mengetahui Pak Nuh adalah pendukung UU BHP, pendukung PTN berubah menjadi PTBHMN, dan dengan demikian adalah pendukung liberalisasi pendidikan. Banyak yang tidak memahami liberalisasi pendidikan dapat menghancurkan madrasah-madrasah di desa.</p>
<p lang="en-US">
<p>Akan buruk akibatnya jika kebijakan Pak Nuh yang mendukung liberalisasi pendidikan didukung membabi buta oleh Nahdliyyin karena merasa Pak Nuh adalah <em>wonge dewe</em> yang luar biasa hebat sehingga <em>mesti benere</em>. Konsolidasi sipil untuk melawan UU BHP dan liberalisasi pendidikan sangat mungkin terhambat.</p>
<p lang="en-US">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=258&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/11/30/diknas-nahdliyyin-dan-pak-nuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00da96e923992971ded08d5850b3f661?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ibejamil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Petuah Rutin Saat Idul Adha</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/11/29/petuah-rutin-saat-idul-adha-2/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/11/29/petuah-rutin-saat-idul-adha-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 08:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibejamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[rujak cingur]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Islam]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Kaum Tertindas]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/2009/11/29/petuah-rutin-saat-idul-adha-2/</guid>
		<description><![CDATA[Petuah Rutin Saat Idul Adha
Pertama, seperti tahun-tahun sebelumnya, Khotib dan para penceramah baik di mimbar khutbah maupun pengajian di waktu-waktu seputar idul Adha mengigatkan kewajiban menyembelih binatang qurban. Biasanya cerita ketaatan Ibrahim as digunakan untuk mengingatkan kembali keharusan mengikuti perintah Allah. Ketaatan itu mutlak, meskipun harus mengorbankan anak kandung yang kehadirannya dinantikan bertahun-tahun. Biasanya pendengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=252&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Petuah Rutin Saat Idul Adha</p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><strong>Pertama</strong>, seperti tahun-tahun sebelumnya, Khotib dan para penceramah baik di mimbar khutbah maupun pengajian di waktu-waktu seputar idul Adha mengigatkan kewajiban menyembelih binatang qurban. Biasanya cerita ketaatan Ibrahim as digunakan untuk mengingatkan kembali keharusan mengikuti perintah Allah. Ketaatan itu mutlak, meskipun harus mengorbankan anak kandung yang kehadirannya dinantikan bertahun-tahun. Biasanya pendengar lantas <em>dipaido</em>, wong anak saja dikasihkan sama Nabi Ibrahim, kok sampean <em>bondo</em> kambing saja <em>nggak</em> mau. Pendengar juga dimotivasi dengan besarnya pahala berkurban. Kalau nggak salah, salah satunya adalah tiap helai bulu binatang yang disembelih anak Adam semata-mata untuk memenuhi perintah Tuhan akan berubah menjadi 10 ribu malaikat. Mereka akan terus beristighfar memohonkan ampun bagi si anak Adam tadi.</p>
<p lang="en-US">
<p>Petuah ini tentu bermanfaat. Memotivasi orang berpunya untuk menyembelih binatang qurban. Selain mendorong orang bertaqwa, diharapkan semakin banyak kambing dan sapi yang harus disediakan. Dengan demikian, sedikit banyak mendongkrak perekonomian pedesaan. Petuah ini juga mendorong orang untuk lebih giat bekerja agar tahun berikutnya bisa berkurban.<span id="more-252"></span></p>
<p>Kemampuan membeli binatang qurban juga berhubungan dengan tingkat kesejahteraan. Sayangnya, kesejahteraan tidak identik dengan motivasi yang dimiliki seseorang. Meskipun memiliki motivasi besar untuk bisa membeli binatang qurban, belum tentu seseorang benar-benar dapat mewujudkannya. Bisa jadi sampai akhir hidupnya ia tidak pernah memiliki kemampuan membeli binatang qurban. Kita sama-sama tahu, hasil penelitian tentang <em>N-Ach</em> hanyalah doktrin yang sarat kepentingan. Faktanya, tingkat kesejahteraan lebih bersifat struktural.</p>
<p lang="en-US">
<p>Nah, dari sisi ini wejangan di atas juga bisa membuat banyak orang nelongso. Jangankan menyembelih binatang qurban, untuk mendapat jatah daging qurban saja harus <em>uwel-uwelan</em> dan <em>pidek-pidekan</em> kok. Jangankan menyembelih binatang qurban, beras jatah raskin saja <em>diimbuhi</em> bau <em>ampek</em> dan kutu beras, kok. Jangankan menyembelih binatang qurban, ngurus jamkesmas saja dipungli, kok. Jangankan menyembelih binatang qurban,  jualan saja digusur, kok. Lha terus kapan ada jutaan malaikat yang mau beristighfar buat mereka?…..</p>
<p lang="en-US">
<p>Memang sebenarnya mereka nggak butuh itu. Mereka inilah yang pertama masuk Surga bersama Kanjeng Nabi Muhammad saw. Rasulullah saja berdo’a dimasukkan golongan orang miskin, kok. Tapi sayangnya, bagi kebanyakan orang <strong>jadi miskin itu menyakitkan !</strong></p>
<p lang="en-US">
<p><strong>Ke</strong><strong>dua</strong>, para pemberi nasehat meyakinkan bersamaan dengan disembelihnya binatang qurban, disembelih pula nafsu kebinatangan di diri sang pengurban. Mungkin maksudnya, dengan menyembelih binatang qurban seseorang dapat menekan nafsu serakah dan keinginan menginjak yang lemah. Nafsu serakah dan keinginan menginjak yang lemah ini justru khas pada manusia dan tidak dimiliki binatang.</p>
<p lang="en-US">
<p>Binatang memang akan menghajar pesaingnya dalam mencari makan dan pasangan. Tapi tidak pernah berlebih seperti manusia. Singa jantan tidak akan menyerang singa jantan lain yang tidak mengusik kekuasaannya. Sebaliknya Manusia, meskipun Sedulur Sikep di Sukolilo tidak akan mengganggu produksi, Semen Gresik dengan bantuan orang pinter dari kampus dan penegak hukum dunia terus “menggebuki” mereka.</p>
<p lang="en-US">
<p>Tak satupun kambing makan rumput melebihi yang dibutuhkannya. Kambing tidak pernah menimbun rumput. Sebaliknya Manusia, setiap tahun ada saja manusia menimbun bahan pangan dan pupuk meskipun setiap tahun ada manusia lain yang kelaparan dan kekurangan gizi. Kambing tidak pernah berfikir untuk memiliki rumah melebihi yang dia butuhkan, apalagi berbagai benda yang sama sekali tidak dibutuhkan kecuali hanya untuk menyombongkan diri. Kalau mahluk sombong tidak akan dapat mencium bau surga, jangan-jangan surga nanti dipenuhi kambing?</p>
<p lang="en-US">
<p>Jadi kira-kira yang hendak dibunuh dengan berqurban bukan nafsu kebinatangan, tapi nafsu yang bisa membuat Manusia menjadi lebih rendah dari binatang. Lantas bagaimana menyembelih binatang qurban bisa menekan nafsu serakah dan keinginan menginjak yang lemah? Mungkin dengan menyembelih binatang qurban Manusia dilatih untuk membagikan apa yang dia miliki kepada yang lain.</p>
<p lang="en-US">
<p>Tujuan latihan ini tentu sulit dicapai. Menyembelih binatang qurban harus ikhlas. Hanya mengharapkan ridlo Allah bukan yang lain. Popularitas menjelang pilkada, misalnya. Para tokoh yang hendak bertarung di pilkada Surabaya nampang di harian Jawa Pos kemarin. Kegiatan mereka menyembelih binatang qurban dimuat setengah halaman. Luar biasa, berapa uang yang dikeluarkan untuk membeli ruang seluas itu? menyembelih binatang qurban juga bisa karena sungkan atau biar dipuji kolega. Alih-alih melatih mengurangi keserakahan, menyembelih binatang qurban justru menjadi ajang ujuk diri tahunan.</p>
<p lang="en-US">
<p><strong>Ketiga,</strong> pemberi petuah mengatakan bahwa menyembelih binatang qurban melatih kepedulian sosial kepada sesama. Petuah ini seringkali disalahartikan: kepedulian sosial cukuplah dilakukan dengan bentuk <em>carity</em> saja. Pemahaman ini tidak memadai, kemiskinan pada kenyataannya hanya bisa diselesaikan dengan pemberdayaan, penguatan, dan emensipasi kaum miskin. Aturan juga harus diubah menjadi kebijakan yang menguntungkan kelompok paling lemah di masyarakat.</p>
<p lang="en-US">
<p>Pesan-pesan Idhul Adha yang selama ini sering disampaikan menurut Saya belum membawa spirit Hari Raya Qurban yang sesungguhnya. Pesan untuk taat kepada Allah dengan memberikan apapun yang kita cintai di jalan Allah sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim masih dibatasi pada ketaatan menyembelih binatang qurban pada hari tasyriq.</p>
<p lang="en-US">
<p>Mestinya  dipertegas bahwa menyembelih binatang qurban hanyalah simbolisasi kesanggupan untuk memberi bagi sesama setiap saat dan di mana pun sebagai bentuk penghambaan dan ketaatan kepada Allah. Pemberian itu dapat berupa tenaga, waktu, maupun fikiran. Dengan demikian ukuran kemampuan berqurban diperluas bukan hanya kemampuan membeli binatang kurban. Dengan demikian siapun dapat dan wajib berqurban. Dengan demikian, tidak cukup jika misalnya seorang dosen telah menyembelih seekor sapi tetapi membiarkan seorang pemuda gagal menjadi mahasiswa hanya karena dia miskin. Dengan demikian, tidak cukup jika misalnya seorang Walikota menyembelih belasan ekor sapi tetapi masih membuat keputusan yang menghalangi warganya mencari nafkah.</p>
<p lang="en-US">
<p>Menyembelih binatang qurban juga kesediaan untuk terus menjaga ketersediaan binatang qurban. Menjaga ketersediaan binatang qurban berarti menjaga kelestarian lingkungan hidup yang menjadi habitat binatang. Menjaga ketersediaan binatang qurban berarti juga menjaga agar para petani tetap beternak di desa dan tidak pergi mencari penghidupan ke kota. Menjaga ketersediaan binatang qurban berarti harus  menjaga agar perekonomian di desa terus bergerak secara adil bagi para petani. Menyembelih binatang qurban seharusnya bukan hanya menghentikan keserakahan pribadi tetapi juga menghentikan keserakahan pembangunan kota.</p>
<p lang="en-US">
<p>Perintah menyembelih binatang qurban harus dimaknai  sebagai perintah untuk menjamin kesejahteraan sosial dan keberlajutan ekologi. Perintah itu tidak mungkin terlanksana tanpa perjuangan merubah tatanan sosial, ekonomi, dan politik.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=252&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/11/29/petuah-rutin-saat-idul-adha-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00da96e923992971ded08d5850b3f661?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ibejamil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDONESIA: Lagu Lama yang Tak Kunjung Usang</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/11/28/indonesia-lagu-lama-yang-tak-kunjung-usang/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/11/28/indonesia-lagu-lama-yang-tak-kunjung-usang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 04:16:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izzu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kidung]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[
Saaat pulang ke rumah memang tidak banyak yang bisa dikerjakan. Suatu kali coba lihat-lihat lagi koleksi kaset di rumah. Barangkali ada lagu lama yang oke. Seketika itu juga pandangan tertuju di sudut kiri barisan kaset lama. Ada boks kaset yang sudah usang bertuliskan INDONESIA dengan huruf kapital yang juga di tulis besar-besar.
Itulah kaset album Soneta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=242&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="   alignleft" title="vol 11" src="http://izzu.files.wordpress.com/2009/10/air0001a.jpg?w=145&amp;h=304&#038;h=239" alt="" width="145" height="239" /></p>
<p>Saaat pulang ke rumah memang tidak banyak yang bisa dikerjakan. Suatu kali coba lihat-lihat lagi koleksi kaset di rumah. Barangkali ada lagu lama yang oke. Seketika itu juga pandangan tertuju di sudut kiri barisan kaset lama. Ada boks kaset yang sudah usang bertuliskan INDONESIA dengan huruf kapital yang juga di tulis besar-besar.</p>
<p>Itulah kaset album Soneta Group pimpinan Rhoma Irama volume ke-11. Lagu pertama dalam album ini yang berjudul Indonesia sangat menarik disimak, apalagi dalam kondisi bangsa kita saat ini. Berikut syair lagu yang dirilis pada 1981 ketika Orde Baru sedang kuat-kuatnya.</p>
<p><span id="more-242"></span></p>
<p><em>INDONESIA</em></p>
<p><em> </em></p>
<address><em>Hijau merimbuni daratannya</em></address>
<address><em>Biru lautan di sekelilingnya</em></address>
<address><em>Itulah negri Indonesia</em></address>
<address><em>Negri yang subur serta kaya raya</em></address>
<p><em> </em></p>
<address><em>Seluruh harta kekayaan negara</em></address>
<address><em>Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya</em></address>
<address><em>Namun hatiku slalu bertanya-tanya</em></address>
<address><em>Mengapa kehidupan tidak merata</em></address>
<p><em> </em></p>
<address><em>Yang kaya makin kaya</em></address>
<address><em>Yang miskin makin miskin</em></address>
<p><em> </em></p>
<address><em>Negara bukan milik golongan</em></address>
<address><em>Dan juga bukan milik perorangan</em></address>
<address><em>Dari itu jangan seenaknya</em></address>
<address><em>Memperkaya diri membabi buta</em></address>
<p><em> </em></p>
<address><em>Seluruh harta kekayaan negara</em></address>
<address><em>Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya</em></address>
<address><em>Namun hatiku slalu bertanya-tanya</em></address>
<address><em>Mengapa kehidupan tidak merata</em></address>
<p><em> </em></p>
<address><em>Yang kaya makin kaya</em></address>
<address><em>Yang miskin makin miskin</em></address>
<p><em> </em></p>
<address><em>Selama korupsi semakin menjadi-jadi</em></address>
<address><em>Jangan diharapkan adanya pemerataan</em></address>
<address><em>Hapuskan korupsi di segala birokrasi</em></address>
<address><em>Demi terciptanya kemakmuran yang merata</em></address>
<p><em> </em></p>
<address><em>Bukankah cita-cita bangsa</em></address>
<address><em>Mencapai negri makmur sentausa</em></address>
<p><em> </em></p>
<address><em>Masih banyak orang hidup dalam kemiskinan</em></address>
<address><em>Sementara ada yang hidupnya berlebihan</em></address>
<address><em>Jangan dibiarkan adanya jurang pemisah</em></address>
<address><em>Yang makin menganga antara miskin dan kaya</em></address>
<p><em> </em></p>
<address><em>Bukankah cita-cita bangsa</em></address>
<address><em>Mencapai negri makmur sentausa</em></address>
<p>Ternyata lagu ini terdengar seperti diciptakan pada beberapa tahun terakhir. Ataukah memang negara ini tidak pernah berubah sejak 30 tahun yang lalu?</p>
<p>Di tengah kelesuan musik dangdut saat ini, banyak lagu-lagu lama yang dinyanyikan ulang oleh penyanyi-penyanyi baru maupun penyanyi aslinya. Tak terkecuali juga lagu-lagu Rhoma Irama. Namun sayang, kebanyakan lagu yang dirilis ulang adalah lagu-lagu cinta yang romantis. Lagu-lagu yang nasionalis macam in justru terpinggirkan. Padahal lagu-lagu semacam ini perlu terus diperdengarkan untuk mengingatkan kita tentang tujuan  kita bersama untuk membentuk negara ini. (izzu)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=242&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/11/28/indonesia-lagu-lama-yang-tak-kunjung-usang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949b1e3e63199f35ffed54f838b1b320?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">izzu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izzu.files.wordpress.com/2009/10/air0001a.jpg?w=188&#38;h=304" medium="image">
			<media:title type="html">vol 11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paranoid Kronis Informasi Sesat</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/10/19/paranoid-kronis-informasi-sesat/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/10/19/paranoid-kronis-informasi-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 08:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tonoseru</dc:creator>
				<category><![CDATA[rujak cingur]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[caesar]]></category>
		<category><![CDATA[melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[paranoid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan ungkapan rasa syukur saya yang berlipat-lipat, sehingga saya merasa harus membuang jauh-jauh amarah, mangkel, maupun rasa ketidakberdayaan saya menghadapi arus informasi.
Ya. Arus informasi. Tepatnya arus informasi yang tidak tepat.
Arus inilah yang membuat saya kelimpungan, deg-degan, kuatir luar biasa.
Normal rasanya bagi saya dan tentu saja istri saya, bahwa nantinya mengharapkan bisa melewati proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=236&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tulisan ini merupakan ungkapan rasa syukur saya yang berlipat-lipat, sehingga saya merasa harus membuang jauh-jauh amarah, mangkel, maupun rasa ketidakberdayaan saya menghadapi arus informasi.</p>
<p>Ya. Arus informasi. Tepatnya arus informasi yang tidak tepat.<span id="more-236"></span></p>
<p>Arus inilah yang membuat saya kelimpungan, deg-degan, kuatir luar biasa.</p>
<p>Normal rasanya bagi saya dan tentu saja istri saya, bahwa nantinya mengharapkan bisa melewati proses melahirkan dengan normal. Operasi caesar bukan merupakan kemungkinan, ataupun pilihan. Karena dalam proses melahirkan hanya ada dua kemungkinan, melahirkan secara normal atau tidak normal. Sebagai manusia normal tentu saja kami berdua memilih yang normal-normal saja.</p>
<p>Akhirnya tiba hari itu, ketika seorang kawan terpaksa melahirkan secara caesar. Tanpa pemeriksaan yang menurut saya memadai, vonis itu langsung jatuh : caesar. Ini karena kawan saya tersebut berkacamata, minus 5. Dikhawatirkan si ibu akan mengalami kebutaan permanen ketika mengejan terlalu kuat saat melahirkan. Jadi, caesar, atau buta. Wow. Mengerikan.</p>
<p>Istri saya berkacamata, minus 6. Mak dug rasanya hati ini.</p>
<p>Ketika saya pulang, saya masih mendapati istri saya berkacamata, masih minus 6. Searching di internet, rasanya belum puas, masih ngambang. Konsultasi ke dokter kandungan, cuman dijawab dengan senyuman penuh arti, yang sayangnya saya ndak tahu apa artinya.</p>
<p>Tiga bulan dalam kondisi gamang, walaupun tetap yakin bahwa tetap harus bisa melahirkan normal. Saat pamitan ke dokter, karena akan melahirkan di desa, saya bertanya lagi. Kali ini dijawab dengan lemparan petir gundala : ”Anak saya tiga, semuanya lahir normal. Saya minus 7”. (Padahal selama bertemu dengan kami tak sekalipun beliau memakai kacamata.) Untuk menenangkan hati kami, si dokter menyarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis mata.</p>
<p>Jawaban si dokter spesialis sungguh mengharukan, karena sebelum menjawab dengan kata-kata, lebih dulu dijawab dengan senyuman penuh arti, yang kali ini saya tahu artinya adalah ejekan akan ketakutan kami.</p>
<p>Bahwa yang dikhawatirkan adalah kondisi lepasnya retina saat mengejan terlalu kuat. Ini disebabkan retina yang bersangkutan terlalu tipis. Dan kondisi retina tipis itu tidak ada kaitannya dengan berkacamata atau tidak. Orang bermata normal pun ada yang retinanya tipis. Selanjutnya si dokter spesialis melakukan pemeriksaan terhadap mata istri saya, dan dinyatakan aman melahirkan secara normal.</p>
<p>Alhamdulillah. Leganya&#8230;</p>
<p>Terus kemudian seorang teman, yang prihatin dengan kondisi saya yang penuh ketidakpastian, kapankah gerangan si kecil ini lahir, menyarankan, agar mudah, semua bisa diprediksi, dan agar hati tenang, caesar saja. Toh sama-sama lahir..</p>
<p>Dalam kurung : Dhengkulmu mlicet&#8230;</p>
<p>Haqqul yaqin.</p>
<p>Inilah yang terjadi pada sebagian besar kita. Menelan informasi utuh. Padahal informasi itu seperti kedondong atau salak. Kita harus selektif memilahnya, jangan sampai salah telan.</p>
<p>Caesar, dalam pandangan awam saya, jadi seperti pelarian atas ketidakberdayaan si ibu hamil dan dokter kandungan terhadap apa yang sedang terjadi. Pake kacamata, caesar. Di USG bayi terlalu besar, caesar. Padahal, menurut keyakinan saya, caesar seharusnya digunakan pada saat benar-benar darurat. Seperti palu yang tergantung dekat jendela kaca busway.</p>
<p>Alhamdulillah&#8230;</p>
<p>Sang jabang bayi, Sekar, telah lahir. Normal. 4,2 kg. Dari ibu yang berkacamata. Walaupun mbeleset seminggu dari tanggal perkiraan.</p>
<p>Lalu seorang teman, yang juga barusan punya bayi, setelah melihat wajah Sekar yang berbedak, serta merta dia berseru :“Bayi jangan dibedaki. Hidungnya belum punya saringan. Bisa-bisa serbuk bedaknya terhirup dan kemudian masuk ke paru-paru. Paru-parunya bisa terganggu. Aku dapat info ini dari milis.“</p>
<p>Ok. Cukup. Kali ini saya tidak membiarkan hati saya gamang lagi. Saya tanya dia, apakah waktu bayi dulu dia bedaki. Iya, jawabnya. Apakah sekarang paru-parunya terganggu. Tidak, jawabnya. Coba tunjuk, diantara kita yang seumuran, mana yang dulu dibedaki dan sekarang kena gangguan paru-paru karena bedak. Tak ada jawaban. Apakah sampean lebih percaya pada milis daripada pada Gusti Allah. Masih diam.</p>
<p>Saya teruskan.</p>
<p>Gusti Allah pasti sudah menyempurnakan anatomi si bayi. Mungkin saja sampean benar, ada hidung bayi yang belum punya saringan. Tapi mungkin itu adalah bayi hasil caesar, belum waktunya lahir, karena saringan hidungnya belum tumbuh, sudah dipaksa lahir karena kekuatiran yang tidak beralasan. Kita sebagai orang tua cuman membantu proses adaptasi si bayi. Mana yang lebih berbahaya, sampean ajak bayi sampean jalan-jalan atau sampean bedaki bayi sampean. Kalau memang hidung bayi belum ada saringannya, gak perlu bedak, bahkan bau tubuh sampean pun sudah bisa bikin bayi sampean mendem.</p>
<p>Masih saya teruskan.</p>
<p>Biarkan hidung bayi sampean beradaptasi pada debu. Biarkan tubuhnya belajar memproduksi antibodi. Jangan cuci botol susu bayi sampean terlalu steril, karena akan membuat tubuh bayi sampean selalu merasa aman, sehingga lupa memproduksi anibodi. Jangan manjakan bayi sampean, agar dia tumbuh menjadi pribadi yang kuat karena tertempa sejak bayi.  Biarkan bayi sampean berkeringat kepanasan karena itu akan membuatnya adaptif terhadap perubahan lingkungan.</p>
<p>Lalu seorang teman yang lain komentar : ”Sampean kok paranoid gitu sih mas?”</p>
<p>Dalam kurung : udelmu krowak&#8230;</p>
<p> </p>
<p align="right"><em>Jakarta, 19 Oktober 2009</em></p>
<p align="right"><em>Pakne Sekar</em></p>
<p> Note :</p>
<p>Caesar                                  : pembedahan perut untuk menolong melahirkan anak</p>
<p>Dhengkulmu mlicet            : Lututmu luka, umpatan gaya jawa timuran.</p>
<p>Udelmu krowak                   : Pusarmu berlubang, juga umpatan gaya jawa timuran.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=236&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/10/19/paranoid-kronis-informasi-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16afeaa42295e7024b60931be01b1b71?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miskin Visi: Parsialnya Pendekatan Pemerintah RI dalam Menghadapi Malaysia</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/10/14/miskin-visi-menghadapi-malaysi/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/10/14/miskin-visi-menghadapi-malaysi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 10:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sugabus</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Maling]]></category>
		<category><![CDATA[Pencuri]]></category>
		<category><![CDATA[Visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Meski beberapa diantaranya diperlukan, Menghadapi Malaysia yang semakin kurang ajar tidaklah cukup hanya dengan demonstrasi,  memulangkan dubes, bikin paten dan memperjuangkan international recognizion dari produk-2 budaya lokal kita. Untuk itu, Indonesia perlu melakukan paling tidak 2 hal besar: (1) Menelisik akar motivasi kekurang-ajaran Malaysia, baik secara politik regional, sosial budaya maupun ekonominya. Untuk itu, Indonesia perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=222&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Meski beberapa diantaranya diperlukan, Menghadapi Malaysia yang semakin kurang ajar tidaklah cukup hanya dengan <strong>demonstrasi</strong>,  <strong>memulangkan dubes</strong>, <strong>bikin paten </strong>dan memperjuangkan <strong>international recognizion</strong> dari produk-2 budaya lokal kita. Untuk itu, Indonesia perlu melakukan paling tidak 2 hal besar: (1) Menelisik akar motivasi kekurang-ajaran Malaysia, baik secara politik regional, sosial budaya maupun ekonominya. Untuk itu, Indonesia perlu mengaktifkan operasi <em>inteligen </em>tingkat tinggi ke negara jiran dan kawasan regional Asia Tenggara. (2) Melihat kedalam sanubari bangsa ini guna mencari fundamental berbangsa apa yang terkikis dan apa yang telah hilang sama sekali.<span id="more-222"></span></p>
<p>Alasan-alasan Malaysia misalkan &#8220;<em>itu tidak disengaja</em>&#8220;, &#8220;<em>sejak kecil kami telah menyanyikan lagu Rasa Sayange</em>&#8220;, &#8220;<em>itu kan budaya nusantara, jadi milik kami juga</em>&#8221; dan lain-lain menurut saya hanyalah alasan klise untuk menutupi sebuah strategi yang lebih besar. Kalau nggak tahu atau nggak sengaja mengapa kok berkali-kali. Nggak butuh orang jenius untuk kemudian menaruh curiga bahwa dibalik insiden-insiden ini pasti ada apa-apanya.</p>
<p>Malaysia bertetangga dekat dengan Singapore yang selama bertahun-tahun telah berkali-kali berhasil mempecundangi Indonesia baik dalam hal kekayaan alamya, keberpihakan penguasanya (baik lokal maupun nasional), eksploitasi Indonesia sebagai pangsa pasar, maupun kekayaan geo politik kita  untuk memakmurkan negri kecil tersebut. Malaysia dan Singapura sama-sama bekas jajahan Britain Raya, sehingga produk elit politik kedua negara tidaklah jauh berbeda cara pikir dan mentalitasnya. Melihat Sukses besar mengunakan leverage bisnis berupa OPR (other people resources) yang dalam hal ini adalah resources Indonesia, maka  mungkin saja Malaysia tertarik untuk melakukan hal serupa.</p>
<p>Mungkin para elit pemimpin kita tidak sempat berpikir (atau malah jangan-jangan tidak terpikir), kira-kira apa sih yang melatari tindakan-tindakan Malaysia tersebut ?. Sehingga responnya sangat sporadis dan parsial.  Semua bentuk respons, merupakan bentuk teknis dan mekanistis yang lebih didasari oleh logika bisnis belaka. Mulai dari pemanggilan dubes, ide memperluas international recognizion terhadap berbagai produk budaya kita (misalkan status world heritage dari Unesco dll), ataupun pematenan produk-produk budaya tersebut.  Semuanya adalah response &#8220;normal&#8221; yang sejatinya sangat merendahkan fakta bahwa rasa nasionalisme anak bangsa telah tergugah.</p>
<p>Terlepas dari banyaknya dosa-dosa lain terhadap bangsa ini semisal <a href="http://www.antarajatim.com/lihat/berita/11598/lagi-tkw-disiksa-di-malaysia" target="_blank">penyiksaan </a><a href="http://www.migrantcare.net/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=3&amp;artid=590">TKI</a>, <a href="http://www.opensubscriber.com/message/zamanku@yahoogroups.com/8556130.html" target="_blank">traficking</a>, <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/02/13/20432948/malaysia.colong.kayu.indonesia" target="_blank">ataupun</a> <a href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/04/09/Nasional/krn.20080409.127512.id.html" target="_blank">pembalakan</a> liar. Menurut saya, kita perlu melihat apa yang sedang terjadi di negara tetangga dengan lebih seksama. Sejauh pengamatan saya, Malaysa sebenarnya memiliki agenda tertentu dan ingin menunjukkan pada pada dunia melalui berbagai simbol. Misalkan : Pendirian menara Petronas sebagai menara kembar tertinggi di dunia pada tahun 1998, Pemberangkatan manusia Melayu (Asia Tenggara) pertama ke luar angkasa, pendeklarasian visi Malaysia sebagai negara supplier makanan halal terbesar di dunia, slogan Malaysia Trully Asia dll, mengindikasikan bahwa negara tersebut sedang menata bangunan reputasi dan visi internasionalnya.</p>
<p>Coba bandingkan hal ini dengan bangsa Indonesia. Praktis setelah pemerintahan Abdurrahaman Wahid, tidak ada lagi penawaran visi sebagai bangsa dari pemimpin negeri ini. Sebagai kilas balik coba kita renungkan: Sukarno pernah menawarkan visi sebagai one of new emerging forces di tata dunia baru pasca PD II, Suharto paling tidak mampu menjaga kewibawaan bangsa Indonesia di kawasan Asia Tenggara, Habibi ingin mengangkat negeri ini melalui peningkatan kapasitas teknologi industri dan akuisisi teknologi tinggi. Terakhir, Gus Dur menawarkan visi membangun poros Jakarta &#8211; Peking &#8211; New Delhi, serta mendorong visi sebagai negara bahari.  Setelah itu, Megawati bahkan SBY ternyata tidak menawarkan visi apapun yang bisa menjadi energi kolektif bangsa ini untuk bergerak bersama.</p>
<p>Bahkan energi besar yang bersumber pada rasa cinta bangsa dan negara Indonesia, yang muncul akibat diusik kekurang-ajaran Malaysia, pun tidak membuat penguasa kita sadar atas energi raksasa tidur itu.  Para elit seakan sibuk dengan urusan pribadi dan kelompoknya masing-masing. Miliaran rupiah dihamburkan untuk dana kampanye, kalau kalah untuk menuntut gugatan pemilu pula. Tapi orang sudah lupa lagi untuk bermimpi sebagai sebuah bangsa. Sudah lupa lagi rasanya bangga ketika bergaul dengan bangsa-bangsa lain dengan mental dan harkat yang sederajat.</p>
<p>O Sukarno, Habibi, Gusdur . . . . . . . ajak kami bermimpi lagi sebagai bangsa Indonesia.</p>
<p>Oleh : Ahmad Mughni<br />
Bangkalan, 14 Oktober 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=222&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/10/14/miskin-visi-menghadapi-malaysi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b140f1c8ed0d47e9935b9bf45a3b0352?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sugabus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Legend of Chuck Min (artinya: Legen Cak Min)</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/06/27/the-legend-of-chuck-min-artinya-legen-cak-min/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/06/27/the-legend-of-chuck-min-artinya-legen-cak-min/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 03:53:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinuha</dc:creator>
				<category><![CDATA[rujak cingur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Tidak usah dibuat analisis macam-macam. Cak Min tak lagi berjualan bukan karena tak ada lagi mahasiswa yang berideologi antineoliberalisme, bukan pula karena semakin banyak mahasiswa yang ghirah Islamnya tinggi sehingga legen diharamkan, dan bukan pula karena semakin sedikit mahasiswa bersubsidi. Mungkin ia hanya kelelahan.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=214&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sepuluhan tahun yang lalu, datanglah ke Pasar Keputih pada malam hari. Dari Jalan Arif Rahman Hakim, masuklah ke Gang II sejauh lebih kurang sepuluh meter. Di sebelah timur gang itu, seorang lelaki setengah tua menjajakan legen sambil selalu mengantuk, bahkan sering tertidur. Mungkin karena kelelahan setelah seharian bekerja sebagai kuli bangunan. Para mahasiswa pelanggannya terkadang harus berjuang untuk membangunkannya sebelum mendapat segelas atau dua gelas legen pelepas dahaga. Selepas itu, mereka juga harus membangunkan kembali untuk membayar. Tidak mahal: cukup 150 rupiah per gelas—belakangan berinflasi menjadi 500 rupiah.<span id="more-214"></span></p>
<p>Tiap hari, selepas Maghrib menjelang Isyak, Cak Min dengan seragam kebesaran kemeja lengan pendek dan kopyah kumal, menggelar dagangannya di atas sebuah meja kecil. Beberapa jrigen legen ia bawa. Agar dingin, ia campur legen itu dengan es batu. Biar rasanya tidak terlalu menyengat dan sekaligus—ini nampaknya yang lebih penting—biar lebih banyak lagi legen yang dapat dijual, ia tambahkan air matang ke dalamnya. Benar, racikan Cak Min benar-benar pas.</p>
<p>Pelanggan Cak Min berasal dari berbagai kalangan: mahasiswa maupun penduduk Keputih dan sekitarnya. Beberapa gelintir mahasiswa membubui kegemarannya pada Cak Min dengan landasan teori dan ideologi agar tampak heroik. Legen Cak Min adalah tandingan produk minuman neoliberal. Rasa <em>krenyeng-krenyeng</em> Coca-Cola (saat itu belum ada <em>brrrrr</em>) bisa ditandingi dengan cerdik oleh alkohol yang terkandung di dalam legen. Meminum legen berarti menghidupkan perekonomian rakyat kecil seperti Cak Min dan ratusan petani <em>siwalan</em> di daerah Tuban dan sekitarnya.</p>
<p>Beberapa gelintir lagi mahasiswa sebenarnya ingin juga menolak Coca-Cola melalui legen. Bagi mereka, Coca-Cola haram dikonsumsi karena merupakan produk Amerika yang mendukung Israel dan memusuhi Islam. Tetapi kandungan alkohol dalam legen mengurungkan niat mereka untuk mengusung legen sebagai simbol perlawanan. Dalam nalar mereka, alkohol sama dengan <em>khamr</em>. <em>Khamr</em> dalam jumlah sedikit sekalipun adalah haram dan najis.</p>
<p>Sebagian besar mahasiswa menjadi pelanggan Cak Min karena alasan ekonomi. Bagi sebagian mahasiwa bersubsidi: disubsidi negara melalui SPP, disubsidi masyarakat keputih melalui buka puasa gratis di masjid tiap Ramadhan, dan disubsidi ibu atau bapak kos dengan diperbolehkan <em>nunggak</em> bayar kos untuk beberapa bulan, legen Cak Min merupakan cara murah untuk mendapat kesegaran alamiah. Dalam hal ini, legen Cak Min benar-benar pas. Pas di lidah, pas di kantong.</p>
<p>Sekarang, datanglah ke Pasar Keputih pada malam hari. Dari Jalan Arif Rahman Hakim, masuklah ke Gang II sejauh lebih kurang sepuluh meter. Di sebelah timur gang itu, tak ada lagi seorang lelaki setengah tua menjajakan legen sambil selalu mengantuk, bahkan sering tertidur.</p>
<p>Tidak usah dibuat analisis macam-macam. Cak Min tak lagi berjualan bukan karena tak ada lagi mahasiswa yang berideologi antineoliberalisme, bukan pula karena semakin banyak mahasiswa yang <em>ghirah</em> Islamnya tinggi sehingga legen diharamkan, dan bukan pula karena semakin sedikit mahasiswa bersubsidi. Mungkin ia hanya kelelahan.</p>
<p><em>Legen loro, jemblem loro, tahu siji, piro Cak?</em></p>
<p><em>Cak, tangi, Cak!</em></p>
<p>(Tenggilis, 4 Rajab 1430)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=214&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/06/27/the-legend-of-chuck-min-artinya-legen-cak-min/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/509a757351fac7f184be2ad630ff71ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abinuha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengubah Teks Image Hasil Scan Menjadi Teks yang Bisa di Edit</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/03/11/mengubah-teks-image-hasil-scan-menjadi-teks-yang-bisa-di-edit/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/03/11/mengubah-teks-image-hasil-scan-menjadi-teks-yang-bisa-di-edit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 05:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ziex</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Nah&#8230; sekarang kan lagi musim-usimnya TA atau Thesis neh.. barangkali aja ada yang belum tahu dan ada yang membutuhkan bantuan software OCR ( Optical Character Recognition ) untuk mengambil teks dari referensi-referensi sahabat. Jadi jika anda punya refrensi berupa buku atau eBook yang berupa file Image (JPEG, BMP, GIF, dll), sedangkan anda butuh mengambil refrensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=206&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-208" title="ocr" src="http://jepits.files.wordpress.com/2009/03/ocr.jpg?w=230&#038;h=170" alt="ocr" width="230" height="170" />Nah&#8230; sekarang kan lagi musim-usimnya TA atau Thesis neh.. barangkali aja ada yang belum tahu dan ada yang membutuhkan bantuan software OCR ( Optical Character Recognition ) untuk mengambil teks dari referensi-referensi sahabat. Jadi jika anda punya refrensi berupa buku atau eBook yang berupa file Image (JPEG, BMP, GIF, dll), sedangkan anda butuh mengambil refrensi itu menjadi karakter teks yang bisa di edit di Microsoft Word atawa Open Office, anda tidak perlu mengetiknya kembali sampai-sampai anda kehabisan waktu hanya untuk menyalin, padahal deadline sudah menunggu.</p>
<p>Misalnya kita dapat referensi sebuah buku, daripada kita harus ketik perhalaman dan mengetiknya kembali, mengapa kita tidak scan aja tulisan di buku tersebut menggunakan scanner kemudian kita ubah hasil scan-nan tersebut mejadi teks untuk kita edit di aplikasi Ms. Word, bukankah lebih praktis dan efisien!</p>
<p>OK, biar yang kita gunakan gratis dan halal ^_^, kali ini kita akan gunakan yang freeOCR.</p>
<p>Sayangnya kekurangan dari freeOCR ini yaitu hasil konversinya akan sedikit kacau jika image atau gambar Anda kurang jelas tulisannya, sehingga ketika proses konversi selesai Anda harus memeriksanya lagi untuk mengkoreksi bagian-bagian yang salah. Nah, agar hasil konversi maksimal sebaiknya resolusi image waktu sahabat SCAN bukunya set resolusinya pada 200 Dpi.</p>
<p>Kelemahan lain dari aplikasi freeOCR adalah hasil konversi yang kacau ketika digunakan untuk meng-konvert image teks berformat kolom, sehingga aplikasi ini nggak cocok buat mengkonvert scan-nan koran.</p>
<p>Cara menggunakan Aplikasi FreeOCR ini sangat mudah, klik File/Open kemudian cari file yang ingin kita ubah ( biasanya dalam bentuk JPG) dan edit menjadi teks, kemudian klik menu OCR/Start OCR Process maka proses konversi akan segera dilakukan. Setelah itu simpan atau copy-paste hasil konversi tersebut ke Ms.Word.</p>
<p>Ingat, sebelum menjalankan/Meng-install free ORC, FreeOCR butuh .NET Framework versi 2.0 kalo blm punya silahkan download &#8220;<a href="http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=0856EACB-4362-4B0D-8EDD-AAB15C5E04F5&amp;displaylang=en">DISINI</a>&#8221; terlebih dahulu.</p>
<p>Jika anda tertarik menggunakan Software OCR ini, silahkan download gratis <a href="http://www.ziddu.com/download/3425342/freeocr21.exe.html">DISINI</a>.</p>
<p>Terima Kasih, Semoga TA dan Thesis Sahabat sekalian lancar.. hehehe ^_^</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=206&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/03/11/mengubah-teks-image-hasil-scan-menjadi-teks-yang-bisa-di-edit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68da18a63a01d55e39f2d0df90d10f62?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zikky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jepits.files.wordpress.com/2009/03/ocr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ocr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa dan “Jenis Kelamin” Tuhan</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 07:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinuha</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Dalam The Holy Qur’an terbitan Wordsworth Editions Limited (2000), Abdullah Yusuf Ali menerjemahkan Al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 21, ayat yang sangat sering dibacakan waktu mantenan, ke dalam bahasa Inggris sebagai berikut: “Among His Signs is this, that He created for you mates from among yourselves, that ye may dwell in tranquillity with them, and He [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=203&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam <em>The Holy Qur’an</em> terbitan Wordsworth Editions Limited (2000), Abdullah Yusuf Ali menerjemahkan Al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 21, ayat yang sangat sering dibacakan waktu mantenan, ke dalam bahasa Inggris sebagai berikut: “<em>Among His Signs is this, that He created for you mates from among yourselves, that ye may dwell in tranquillity with them, and He has put love and mercy between your (hearts): verily, in that are Signs for those who reflect.</em>”</p>
<p>Seorang teman mengutip terjemahan di atas pada surat undangan pernikahannya. Mungkin menurutnya kurang afdhol jika sabda Tuhan tidak disertakan. Sebagian besar penerima undangan tak menghiraukan pengutipan ini. Bukankah yang terpenting dalam menyikapi sebuah undangan pernikahan adalah 4W plus 1H : <em>who</em> (siapa), <em>where</em> (di mana), <em>when</em> (kapan), <em>what</em> (apa doa restu yang akan kita sampaikan), dan <em>how much</em> (berapa). Namun ada dua orang perempuan yang memprotes terjemahan di atas. Menurut mereka, kata ganti milik his dan subjek he yang digunakan jelas menunjukkan bahwa Tuhan itu laki-laki. Padahal menurut ajaran yang diridloi, Tuhan itu bukan laki-laki, bukan perempuan, bukan pula bencong.</p>
<p>Orang yang terbiasa dengan Al-Quran terjemahan bahasa Indonesia pasti akan mudah menemukan kedamaian dengan konsep Tuhan tanpa kelamin. Bahasa Indonesia kurang memedulikan jenis kelamin dan jender, kecuali untuk nomina-nomina tertentu yang jumlahnya amat terbatas: putra-putri, wartawan-wartawati, saudara-saudari, dewa-dewi, dan seterusnya. Atas nama kedaulatan pemakai bahasa dan (r)evolusi linguistik, boleh saja ditambahkan: sahabat-sahabati, Ronaldo-Ronaldowati, teman-temin, kawan-kawin, meskipun bentuk-bentuk ini tidak dikenal dalam Ejaan Yang Diridloi.</p>
<p>Sebenarnya bahasa Inggris menyediakan pronomina yang bebas jenis kelamin baik untuk pronomina milik, subjek, maupun objek. Mungkin ini yang hendak diusulkan oleh dua penerima undangan di atas. Maka <em>it</em> atau <em>its </em>bolehlah digunakan untuk terjemahan di atas: “<em>Among <strong>Its</strong> Signs is this, that <strong>It</strong> created for you mates from among yourselves, that ye may dwell in tranquillity with them, and <strong>It </strong>has put love and mercy between your (hearts): verily, in that are Signs for those who reflect.</em>”</p>
<p>Namun yang luput dari pertimbangan mereka adalah bahwa penggunaan <em>it</em> atau <em>its</em> bisa melahirkan syirik dan berpotensi melecehkan Tuhan sampai ke ujung kaki. Bukankah untuk mengganti kata cacing, kucing, anjing, gelas, pohon, bakteri, kotoran, dan benda-benda nonpersonal lainnya, bahasa Inggris menggunakan kedua pronomina di atas. Tuhan sama dengan anjing? Astaghfirullah seratus kali, syahadat seribu kali!</p>
<p>Bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an, sebenarnya jauh lebih cerewet dari bahasa Inggris dalam membedakan laki-laki atau perempuan, baik secara harfiah maupun hanya kategoris semata. Sampeyan sekalian tentu sudah mafhum sekali dengan hal ini. Dalam bahasa yang konon menjadi bahasa surga ini, nomina (<em>ism</em>), pronomina (<em>dlamir</em>), adjektiva (<em>shifat</em>), atau verba (<em>fi’il</em>) harus jelas menunjukkan atau mengacu kepada ”laki-laki” (<em>mudzakkar</em>) atau ”perempuan” (<em>muannats</em>). Bahkan untuk menyebut ini atau itu saja, harus jelas pula ini atau itunya ”perempuan” atau ”laki-laki”. <em>Haadza</em> atau <em>haadzihi</em>, <em>dzaalika</em> atau <em>tilka</em>. Akibatnya, Tuhan dalam Al-Qur’an ayat di atas atau ayat-ayat lain sangatlah ”laki-laki”, jauh lebih ”laki-laki” daripada bila diterjemahkan dalam bahasa Inggris atau apalagi bahasa Indonesia.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Tanpa bahasa, tampaknya manusia mustahil mampu memikirkan sesuatu. Kata Heidegger, bahasa adalah rumah bagi pemikiran. Rumah bisa berarti tempat berteduh dan berlindung yang nyaman. Rumah bisa juga berarti kurungan.</p>
<p>(Tenggilis, 26 Shafar 1430)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=203&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/509a757351fac7f184be2ad630ff71ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abinuha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ponari dan Potensi Golput Pemilu 2009 : Iseng-iseng berhadiah</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/02/15/ponari-dan-potensi-golput-pemilu-2009-iseng-iseng-berhadiah/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2009/02/15/ponari-dan-potensi-golput-pemilu-2009-iseng-iseng-berhadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 10:17:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tonoseru</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[
Khasanah budaya Jawa memiliki Ki Ageng Selo, satu-satunya orang yang bisa menangkap petir. Di tangannya petir berubah wujud menjadi ular.
Kini di Jombang hadir Ponari. Setelah petir menyambar, Ki Ageng Ponari mempunyai batu bertuah. Bedanya, kalau ular-petir Ki Ageng Selo disiram air, maka ia langsung loncat ke langit kembali menjadi petir (itulah sebabnya sekarang petir masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=195&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"><img class="alignleft size-full wp-image-194" title="ponari2" src="http://jepits.files.wordpress.com/2009/02/ponari2.jpg?w=147&#038;h=389" alt="ponari2" width="147" height="389" />Khasanah budaya Jawa memiliki Ki Ageng Selo, satu-satunya orang yang bisa menangkap petir. Di tangannya petir berubah wujud menjadi ular.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">Kini di Jombang hadir Ponari. Setelah petir menyambar, Ki Ageng Ponari mempunyai batu bertuah. Bedanya, kalau ular-petir Ki Ageng Selo disiram air, maka ia langsung loncat ke langit kembali menjadi petir (itulah sebabnya sekarang petir masih menyambar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), batu-petir Ponari bila dicelupkan ke air, maka airnya diyakini bisa menyembuhkan segala macam penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">Fenomena Ponari menjadi demikian menarik. Indikasi gampangnya, RCTI dengan Silet-nya telah dengan secara khusus membahas masalah ini, lengkap dengan komentar para selebritis papan atas negeri ini. Ponari dengan batu-petirnya menyihir puluhan ribu orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">Terlepas dari benar-tidaknya klaim kesembuhan yang ikut digembar-gemborkan oleh media massa kita, atau kekhawatiran para ulama bahwa hal ini akan menjadi syirik, atau protes para dokter yang dagangannya jadi <em>ndak</em> laku, yang menurut saya menarik untuk diamati adalah kemampuan Ponari untuk menerbitkan harapan bagi puluhan ribu orang yang mengantri di desanya. <em>Sampean</em> bisa bayangkan, puluhan ribu orang rela berdesak-desakan, mempertaruhkan nyawa demi kesembuhan via air-batu-petir Ponari. Mirip dengan Ki Ageng Selo yang mengandangkan ular-petirnya di halaman rumahnya, sehingga ramai jadi tontonan. <em>Nah</em>, pada titik ini Ponari perlu belajar pada kecerobohan Ki Ageng Selo, yang membiarkan ada yang memandikan ular-petir, sehingga si ular berubah kembali jadi petir. Ponari perlu perlindungan agar batu-petirnya tidak kehilangan daya magis. Itu pun kalau Ponari memang berniat jadi dukun di sepanjang sisa hidupnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">Hajatan besar bangsa Indonesia di tahun 2009 ini adalah, tentu saja, pemilu, legislatif maupun presiden. Berkaca pada pilkada Jatim, angka golput mencapai 38%. Bisa dipastikan golput adalah pemenang sesungguhnya dalam pilkada Jatim. Atau pilkada Jateng yang angka golputnya mencapai 45%. Bisa dibayangkan, dana miliaran rupiah yang asalnya dari pembayar pajak yang setia seperti saya dan <em>sampean</em> ini akhirnya menguap di tangan KPU.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">Bayangan awam saya, KPU bisa lebih kreatif dalam menyiapkan pemilu. Mumpung masih ada waktu, KPU bisa segera membuat ribuan pamflet, sebarkan di seluruh pelosok jawa timur – jawa tengah. Isi pamflet kira-kira demikian :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">„Diumumkan kepada seluruh warga jatim dan jawa tengah, yang sehat, lebih-lebih yang sakit, yang sudah punya hak pilih, agar menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 April 2009. Barangsiapa yang datang ke TPS dan ikut mencontreng, akan mendapat segelas air rendaman batu dari Ponari“</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="DE">Mumpung belum keduluan partai politik dan caleg yang setiap saat bisa menyerobot kesempatan emas ini.Sebab bisa jadi besok pagi sudah ada selebaran dari caleg seperti ini :</span></p>
<p><strong><em>„Kalau saya terpilih menjadi anggota dewan, maka setiap orang dari dapil saya akan mendapat air rendaman batu Ponari. Mari dukung saya agar tercipta masyarakat sehat lahir dan batin“</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=195&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2009/02/15/ponari-dan-potensi-golput-pemilu-2009-iseng-iseng-berhadiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16afeaa42295e7024b60931be01b1b71?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jepits.files.wordpress.com/2009/02/ponari2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ponari2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Racun Dunia?</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2008/11/23/wanita-racun-dunia/</link>
		<comments>http://jepits.wordpress.com/2008/11/23/wanita-racun-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 03:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinuha</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[changcuters]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang mungkin sering Anda dengar, The Changcuters lebih kurang bernyanyi seperti ini:
Racun …racun … racun …
Wanita racun dunia
Karena dia butakan semua
Racun …racun … racun …
Syair pendek di atas diulang-ulang terus dari awal hingga akhir lagu. Lagu ini begitu diminati, tak terkecuali oleh anak-anak. Mereka begitu bersemangat menirukan lagu ini. Di sebuah stasiun televisi, para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=170&subd=jepits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seperti yang mungkin sering Anda dengar, The Changcuters lebih kurang bernyanyi seperti ini:<br />
<em>Racun …racun … racun …<br />
Wanita racun dunia<br />
Karena dia butakan semua<br />
Racun …racun … racun …</em></p>
<p>Syair pendek di atas diulang-ulang terus dari awal hingga akhir lagu. Lagu ini begitu diminati, tak terkecuali oleh anak-anak. Mereka begitu bersemangat menirukan lagu ini. Di sebuah stasiun televisi, para idola cilik dengan penuh penghayatan menyanyikannya. Semula saya tidak ngreken lagu ini karena memang tidak suka. Namun suatu hari istri saya menyodorkan sebuah penilaian atas lirik lagu ini dan kemudian terus-menerus mendorong saya untuk membuat sebuah tulisan. Lebih dari itu, akhirnya kami bersepakat untuk menghindarkan anak kami dari mendengarkan lagu tersebut.</p>
<p>Menurut lirik lagu ini wanita adalah racun dunia karena ia telah membutakan semua orang. Karena tak memberi batasan apapun, maka menurut lagu ini ibu yang melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawa dan mengasuh kita hingga dewasa adalah racun, istri kita adalah racun, anak perempuan kita adalah racun, perempuan pacar atau bekas pacar atau yang pernah ingin kita pacari tetapi tidak mau adalah racun, teman-teman wanita kita adalah racun. Racun yang tidak mematikan, tetapi bisa membutakan semua orang.<br />
<span id="more-170"></span><br />
Tentu si penyanyi akan menyatakan bahwa lagu ini bercerita tentang seorang lelaki yang patah hati atau bahkan berisi nasihat bagi kita semua agar tidak terbutakan oleh hawa nafsu: wanita, laki-laki, jabatan, atau harta benda. Jadi sangat salah kalau lirik lagu ini ditafsiri sebagai menganggap ibu, istri, anak perempuan, dan seluruh wanita sebagi racun yang membutakan semua. Ketika saya mencoba mendiskusikan tema lagu ini kepada seorang teman wanita, ia tampak tidak begitu peduli dan menasihati saya agar tidak terlalu membesar-besarkan masalah.</p>
<p>Sepengetahuan saya, memang benar tak ada yang mempersoalkan lagu tersebut. Para aktivis kesetaraan jender lebih sibuk memelototi apakah setiap parpol telah memenuhi 30% kuota caleg perempuan, memprotes UU Pornografi, atau menuntut agar Syeh Puji dihukum atas nafsunya untuk menikahi anak ingusan. Bandingkanlah dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang beberapa tahun lalu begitu gencar mempersoalkan lagu Desy Ratnasari: takdir memang kejam, tak mengenal perasaan, atau sebuah lagu Iwan Fals yang menceritakan “Dewa-dewa yang sedang berpesta di atas penderitaan rakyat jelata” yang diprotes keras oleh sebagian masyarakat Hindu. Kedua lagu itu dipersoalkan karena dianggap menghina Tuhan.<br />
Belakangan kita begitu diributkan dan dibuat tersinggung dan sakit hati oleh Geert Wilders melalui film pendek Fitna. Tidak tanggung-tanggung, waktu itu, Depkominfo menutup akses beberapa situs internet yang memuat film pendek tersebut. Terakhir kita dibikin sakit hati oleh blog berisi kartun Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan fisik beliau. WordPress, situs tempat blog itu berada, menutup akses ke blog tersebut pada Rabu (19 November 2008) yang lalu atas permintaan Pemerintah Indonesia. Menurut saya, dua peristiwa terakhir yang saya sebut ini atau peristiwa-peristiwa lain yang begitu telanjang menyakiti hati dan keimanan kita, justeru sama sekali tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan, kecuali kekhawatiran pada daya provokasinya terhadap orang-orang yang mudah terprovokasi. Yang sangat berbahaya justeru lagu semacam Racun di atas atau sinetron-sabun ‘islami’ yang bergentayangan di tivi-tivi, yang pelan-pelan mengotori pikiran tanpa membuat banyak orang tersakiti.</p>
<p>Maha benar Allah yang menyuruh kita berlindung dari setan. Bukan saja dari setan berupa jin buruk rupa, tetapi juga yang berwujud manusia rupawan.</p>
<p>Mohon maaf bila berlebihan.</p>
<p>(Tenggilis, 25 Dzulqa’dah 1429)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jepits.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jepits.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jepits.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jepits.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jepits.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jepits.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jepits.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jepits.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jepits.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jepits.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jepits.wordpress.com&blog=2086941&post=170&subd=jepits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jepits.wordpress.com/2008/11/23/wanita-racun-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/509a757351fac7f184be2ad630ff71ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abinuha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>