Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘rujak cingur’ Kategori

Petuah Rutin Saat Idul Adha
Pertama, seperti tahun-tahun sebelumnya, Khotib dan para penceramah baik di mimbar khutbah maupun pengajian di waktu-waktu seputar idul Adha mengigatkan kewajiban menyembelih binatang qurban. Biasanya cerita ketaatan Ibrahim as digunakan untuk mengingatkan kembali keharusan mengikuti perintah Allah. Ketaatan itu mutlak, meskipun harus mengorbankan anak kandung yang kehadirannya dinantikan bertahun-tahun. Biasanya pendengar [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan ini merupakan ungkapan rasa syukur saya yang berlipat-lipat, sehingga saya merasa harus membuang jauh-jauh amarah, mangkel, maupun rasa ketidakberdayaan saya menghadapi arus informasi.
Ya. Arus informasi. Tepatnya arus informasi yang tidak tepat.

Untuk mentranslate bahasa

Tidak usah dibuat analisis macam-macam. Cak Min tak lagi berjualan bukan karena tak ada lagi mahasiswa yang berideologi antineoliberalisme, bukan pula karena semakin banyak mahasiswa yang ghirah Islamnya tinggi sehingga legen diharamkan, dan bukan pula karena semakin sedikit mahasiswa bersubsidi. Mungkin ia hanya kelelahan.

Untuk mentranslate bahasa

Dari Liberalisme sampai Ringtone

Ini adalah balasan bagi komentar atas tulisan tentang Liberalisme (Liberalisme atau Tak Punya Nilai). Soal liberalisme, saya tidak akan berkomentar karena kurang lebih saya justeru prihatin dengan berkembangnya liberalisme salah kaprah pada bangsa ini. Dalam kesempatan lain, saya juga mencurigai liberalisme a la Islam Liberal, setidaknya mencurigai pendapat salah satu tokohnya soal sertifikat halal (Sertifikat [...]

Untuk mentranslate bahasa

BANJI R

BANJI R
 
Sudah terlalu sering kita mendengar berita tentang banjir. Dari ujung Jawa bagian timur mulai dari Situbondo, Surabaya, Malang, Lamongan, Tuban, kota tercinta saya Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Ngawi masuk ke Jawa bagian tengah mulai dari Cepu, Solo hingga Jawa bagian barat, Bandung [...]

Untuk mentranslate bahasa

”Apakah Lik Pardi benar-benar ada?” tanya seorang anak kepada ayahnya.
Ya, Lik Pardi benar-benar ada. Ia adalah tokoh nyata senyata-nyatanya. Pergulatan hidupnya nyata, lebih nyata daripada pocong, sepeda, dan pistol yang sering kau makan. Setiap sore menjelang, ia akan menunggu anak-anak dan ibu-ibu di ujung gang: anak-anak dan ibu-ibu yang akan membeli dan melahap jireng-jireng lucu [...]

Untuk mentranslate bahasa

Ini sama sekali bukan tulisan tentang manajemen pemasaran ala Hermawan Kertajaya atau Cak Hasan, pun bukan pula tentang wisata kuliner yang biasa diulas Bondan Winarno. Ini hanya sepotong kiat dari seorang penjual jireng memikat anak-anak dan ”memaksa” para orangtua mereka untuk membelikan dagangannya, meskipun para orangtua dan orang dewasa seringkali juga lahap menikmati jireng. Anda [...]

Untuk mentranslate bahasa

(hanya sebuah keresahan seorang Ansori )
Berawal dari demo alias boikot para produsen tempe tahu selama 3 hari kemarin karena mahalnya harga kedelai sehingga hampir seluruh jakarta tidak ada yg jual 2 makanan favorit kita, terlepas dari kasus mantan presiden suharto yg sedang dihujat karena kesalahan2nya masa lalu, yang dibalik itu programnya dulu mampu membuat indonesia [...]

Untuk mentranslate bahasa

*Ditulis oleh Marhamah

Tidak ada rencana yang jelas untuk menutup tahun 2007, tapi ada keinginan berkumpul dengan teman, dimanapun. Sebenarnya tidak ada yang istimewa (bagi saya) dengan tahun baru, tapi efek dari warna merah dikalender untuk tanggal 1 Januari merangsang asa untuk membuat event yang mungkin jarang dialami, sekalian mengisi waktu libur.

Detik-detik menuju akhir tahun 2007 [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tersenyum… saat aku ikut tahlilan ini, jadi inget saat-saat masih di surabaya dan kampung halamanku di pulau seberang, pengalaman pertama tahlilan di Jakarta, di daerah cipinang muara, Jakarta Timur, 5 rumah sebelah barat tempatku. Seperti biasa yang dibaca :
1. Al-fatihah :
Seluruh ajaran samawi terangkum dalam 4 kitab:Taurat, Zabur, Injil dan Alquran; dari ke-4 kitab tsb [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »