Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Februari, 2011

Oleh : Teguh Rachmanto Sejarah pendidikan formal kita dimulai sejak diberlakukannya Politik Etis di Indonesia. Politik etis di bidang edukasi, sebetulnya, bertujuan menghasilkan tenaga administratif kelas menengah untuk melakukan fungsi-fungsi pemerintahan dan kepentingan bisnis Belanda di Indonesia. Bisa disimpulkan bahwa tujuan pendidikan saat itu tidak ada urusannya dengan kesejahteraan rakyat Indonesia. Anak didik dipintarkan untuk [...]

Untuk mentranslate bahasa

Ada tiga pesan utama beliau : Saya Titip Kyai (Kulo Titip Kyai), Saya Titip NU (Kulo Titip NU), Saya Titip Indonesia (Kulo Titip Indonesia). Dalam pikiran sang kyai, para mahasiswa inilah yang akan menangkap spirit modernitas untuk selanjutnya digunakan dalam mengawal para Kyai dalam melestarikan ajaran Islam ahlus sunnah wal jama’ah. Kemudian setelah lulus kuliah mereka diharapkan bisa berjuang bersama-sama kyai dalam wadah NU yang secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan NKRI hingga kini.

Untuk mentranslate bahasa

Sungguh amatlah tidak tau diuntung bila warga tionghoa masih mempraktikkan arogansinya dalam pergaulan sehari-hari dengan masyarakat lain terutama masyarakat pribumi yang kebetulan jadi buruhnya, pegawainya, pembantunya, satpamnya, tukang kebunnya, dst. Lebih-lebih jika yang dicaci maki dan direndahkan adalah warga NU, pengikut Gus Dur……..

Untuk mentranslate bahasa

Akhirnya, setelah 12 tahun reformasi ternyata yang pertama kali “menikmati” justru bukanlah mahasiswa aktivis demonstrasi, bukan pula rakyat yang diperjuangkan tiada henti. Itulah kenapa, menurut saya, Gus Dur menyeru mahasiswa menahan diri di tahun 1998. Ketika Kang Said menyeru para pemuka agama/ulama untuk menahan diri di tahun 2011 saya percaya dan menunggu apa yang akan terjadi.

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.