<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Bahasa dan “Jenis Kelamin” Tuhan</title>
	<atom:link href="http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2009 13:52:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: arif</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/#comment-557</link>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 03:36:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=203#comment-557</guid>
		<description>mungkin, belakangan ini indonesia ketularan arab kali!!??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin, belakangan ini indonesia ketularan arab kali!!??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mulut</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/#comment-555</link>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 03:04:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=203#comment-555</guid>
		<description>welgedewelbeh

Ironisnya, bangsa indonesia yang memiliki bahasa Indonesia yang tidak mengenal pembedaan kata benda berdasarkan kategori gendernya malah dalam prakteknya  sangat banyak terdapat praktek diskriminasi berdasar gender</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>welgedewelbeh</p>
<p>Ironisnya, bangsa indonesia yang memiliki bahasa Indonesia yang tidak mengenal pembedaan kata benda berdasarkan kategori gendernya malah dalam prakteknya  sangat banyak terdapat praktek diskriminasi berdasar gender</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abinuha</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/#comment-550</link>
		<dc:creator>abinuha</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 01:31:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=203#comment-550</guid>
		<description>Mungkin yang perlu dipertanyakan adalah, kalo Tuhan tak berjenis kelamin, mengapa yang dipilih kata ganti &quot;laki-laki&quot;, bukan &quot;perempuan&quot;? Pilihan ini tentu &quot;dipaksakan&quot; oleh sistem bahasa. Sistem bahasa bukanlah hadiah dari Tuhan, melainkan hasil dari proses panjang kreatifitas dan konflik umat manusia.
Para sufi sebetulnya pernah melakukan eksperimen yang menyalahi sistem bahasa tersebut. Jalaluddin Rumi, seperti dicatat Sachiko Murata, misalnya, pernah menyebut Tuhan dengan menggunakan dlamir mua&#039;annats (kata ganti perempuan). Saya membayangkannya berdoa: &quot;Allahumma anti rabbiyy la ilaaha illaa anti ...&quot;.
Bahasa Al-Qur&#039;an sangat mengagumkan dalam menyebut Tuhan. Ini mungkin salah satu aspek i&#039;jaz Al-Quran. Allah, rabb, ilah, memang berkatagori mudzakkar (&quot;laki-laki&quot;). Tetapi Tuhan juga disebut sebagai al-dzaat yang jelas-jelas muannats (&quot;perempuan&quot;).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin yang perlu dipertanyakan adalah, kalo Tuhan tak berjenis kelamin, mengapa yang dipilih kata ganti &#8220;laki-laki&#8221;, bukan &#8220;perempuan&#8221;? Pilihan ini tentu &#8220;dipaksakan&#8221; oleh sistem bahasa. Sistem bahasa bukanlah hadiah dari Tuhan, melainkan hasil dari proses panjang kreatifitas dan konflik umat manusia.<br />
Para sufi sebetulnya pernah melakukan eksperimen yang menyalahi sistem bahasa tersebut. Jalaluddin Rumi, seperti dicatat Sachiko Murata, misalnya, pernah menyebut Tuhan dengan menggunakan dlamir mua&#8217;annats (kata ganti perempuan). Saya membayangkannya berdoa: &#8220;Allahumma anti rabbiyy la ilaaha illaa anti &#8230;&#8221;.<br />
Bahasa Al-Qur&#8217;an sangat mengagumkan dalam menyebut Tuhan. Ini mungkin salah satu aspek i&#8217;jaz Al-Quran. Allah, rabb, ilah, memang berkatagori mudzakkar (&#8220;laki-laki&#8221;). Tetapi Tuhan juga disebut sebagai al-dzaat yang jelas-jelas muannats (&#8220;perempuan&#8221;).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Izzu</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/#comment-549</link>
		<dc:creator>Izzu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 13:37:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=203#comment-549</guid>
		<description>Loh, Cak bukannya di bahasa arab malah punya alasan yang lebih sederhana. Semua kata ganti dan sifat untuk Tuhan menjadi lelaki karena kata2 Allah, Rab, atau Ilah dalam bahasa arab termasuk kata benda laki2. Dan karena Tuhan tidak mempunyai gender maka semua kata ganti dan sifat2nya di sesuaikan dengan kata bendanya. Yaitu kata benda laki2.  

Jadi, yang laki2 adalah kata benda/nama-nya bukan benda itu sendiri. Seperti halnya kitab (kitab), pena (qolam), baju (qomis) yang merupakan kata benda laki2 dan penggaris (misthoroh), sekolah (madrosah), yang merupakan kata benda perempuan, padahal benda2 itu tidak berjenis kelamin. Sori, istilah2nya sudah pada lupa semua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Loh, Cak bukannya di bahasa arab malah punya alasan yang lebih sederhana. Semua kata ganti dan sifat untuk Tuhan menjadi lelaki karena kata2 Allah, Rab, atau Ilah dalam bahasa arab termasuk kata benda laki2. Dan karena Tuhan tidak mempunyai gender maka semua kata ganti dan sifat2nya di sesuaikan dengan kata bendanya. Yaitu kata benda laki2.  </p>
<p>Jadi, yang laki2 adalah kata benda/nama-nya bukan benda itu sendiri. Seperti halnya kitab (kitab), pena (qolam), baju (qomis) yang merupakan kata benda laki2 dan penggaris (misthoroh), sekolah (madrosah), yang merupakan kata benda perempuan, padahal benda2 itu tidak berjenis kelamin. Sori, istilah2nya sudah pada lupa semua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oink</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2009/02/23/bahasa-dan-%e2%80%9cjenis-kelamin%e2%80%9d-tuhan/#comment-542</link>
		<dc:creator>Oink</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 16:01:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=203#comment-542</guid>
		<description>Hmmm menarik......
hehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmm menarik&#8230;&#8230;<br />
hehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
