<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: FITNA : SEBUAH “CERMIN RETAK” MEDIA BARAT</title>
	<atom:link href="http://jepits.wordpress.com/2008/05/08/fitna-sebuah-%e2%80%9ccermin-retak%e2%80%9d-media-barat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jepits.wordpress.com/2008/05/08/fitna-sebuah-%e2%80%9ccermin-retak%e2%80%9d-media-barat/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2009 13:52:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: teguh98</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2008/05/08/fitna-sebuah-%e2%80%9ccermin-retak%e2%80%9d-media-barat/#comment-394</link>
		<dc:creator>teguh98</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 10:21:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=126#comment-394</guid>
		<description>Sepakat. Meski doa dan menghujat itu juga penting seperti makan, minum dan tidur. Tingkat kepentingannya bergantung seberapa mendesak kebutuhannya. Ada maqomnya sendiri-sendiri. 

Menurut saya, ajakan berteknologi bukan hanya sekedar upaya untuk mempelajarinya namun lebih pada usaha perlawanannya. Dalam bahasa pergerakan ini dinamakan komitmen keberpihakan. Karena bagaimanapun juga teknologi itu cuma tools. Misal, kondisi sekarang yang mayoritasnya diam apakah karena nggak ada orang pinter? Nggak juga. Doktor lulusan luar negerinya makin banyak aja dari tahun ke tahun. Peserta SPMB itu menunjukkan trend meningkat dari tahun ke tahun. Apa yang kurang? Keberpihakan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepakat. Meski doa dan menghujat itu juga penting seperti makan, minum dan tidur. Tingkat kepentingannya bergantung seberapa mendesak kebutuhannya. Ada maqomnya sendiri-sendiri. </p>
<p>Menurut saya, ajakan berteknologi bukan hanya sekedar upaya untuk mempelajarinya namun lebih pada usaha perlawanannya. Dalam bahasa pergerakan ini dinamakan komitmen keberpihakan. Karena bagaimanapun juga teknologi itu cuma tools. Misal, kondisi sekarang yang mayoritasnya diam apakah karena nggak ada orang pinter? Nggak juga. Doktor lulusan luar negerinya makin banyak aja dari tahun ke tahun. Peserta SPMB itu menunjukkan trend meningkat dari tahun ke tahun. Apa yang kurang? Keberpihakan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yus@</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2008/05/08/fitna-sebuah-%e2%80%9ccermin-retak%e2%80%9d-media-barat/#comment-391</link>
		<dc:creator>yus@</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 12:52:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=126#comment-391</guid>
		<description>yah kalo cuma bisa demo doa ma menghujat aja ya enggak bakal ngefek tuh.
balas dong dengan yang lebih canggih.
kita itu telat loh demo demo tapi filmnya dah dilihat banyak orang.
mending diam saja juga sama aja.
aku yakin si wilder itu juga tau kalo kita umat islam bisanya cuma marah demo berdoa dan mengutuk saja.
makanya dia sante sante aja bikin film itu fitna ma kelanjutannya.

yang jelas parah deh kita umat islam besar mayoritas tapi enggak bisa apa apa.
kita enggak bakal menang deh sama umat kafir yang pintar berteknologi dan diam namun menghanyutkan.
mau tau kenapa?

KARENA KITA MEMANG BODOH
ULAMA2 KITA LEBIH SUKA KEMBALI KE JAMAN BATU DAN MERIBUTKAN PERKARA YANG SEBENARNYA 3ENGGAK PENTING.
PADAHAL YANG KAFIR AJA AMBIL ILMUNYA JUGA DARI AL QURAN TUH.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yah kalo cuma bisa demo doa ma menghujat aja ya enggak bakal ngefek tuh.<br />
balas dong dengan yang lebih canggih.<br />
kita itu telat loh demo demo tapi filmnya dah dilihat banyak orang.<br />
mending diam saja juga sama aja.<br />
aku yakin si wilder itu juga tau kalo kita umat islam bisanya cuma marah demo berdoa dan mengutuk saja.<br />
makanya dia sante sante aja bikin film itu fitna ma kelanjutannya.</p>
<p>yang jelas parah deh kita umat islam besar mayoritas tapi enggak bisa apa apa.<br />
kita enggak bakal menang deh sama umat kafir yang pintar berteknologi dan diam namun menghanyutkan.<br />
mau tau kenapa?</p>
<p>KARENA KITA MEMANG BODOH<br />
ULAMA2 KITA LEBIH SUKA KEMBALI KE JAMAN BATU DAN MERIBUTKAN PERKARA YANG SEBENARNYA 3ENGGAK PENTING.<br />
PADAHAL YANG KAFIR AJA AMBIL ILMUNYA JUGA DARI AL QURAN TUH.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anonymous</title>
		<link>http://jepits.wordpress.com/2008/05/08/fitna-sebuah-%e2%80%9ccermin-retak%e2%80%9d-media-barat/#comment-341</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 19:21:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jepits.wordpress.com/?p=126#comment-341</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
