Oleh :
Teguh Rachmanto
teguh_r@asiamail.com
Diakui atau tidak, bencana tsunami, kecelakaan pesawat terbang, gempa bumi, ancaman gunung meletus, banjir bandang menghiasi hari-hari kita sepanjang tahun ini telah menjadi semacam teror buatan Tuhan bagi kita. Hampir semua tulisan “reflektif” menyebut peristiwa-peristiwa ini sebagai : ujian, peringatan, bahkan bala’ bagi umat manusia. Tidak sedikit diantara kita yang bertanya-tanya apa kehendak tuhan sebenarnya atas segala yang terjadi?
Ada sebuah nasyid yang masih saya hafal betul lirik dan lagunya. Seingat saya berbunyi demikian :
Bila bumi diguncangkan
Seluruh isinya dimuntahkan
Pekik panik manusia
Gerangan apa yang terjadi……
Seluruh manusia bagaikan
Kupu2 diterbangkan
Gunung2 bertebaran
Bak kapas dihembus angin…….
Bait-bait indah ini merupakan adaptasi dari QS. Az Zalzalah yang menceritakan tentang kejadian Hari Kiamat. Pada saat itu semua orang hanya sanggup berkata : maa lahaa, gerangan apa yang sedang terjadi. Sama seperti yang terjadi selama ini……
Ahli agama menilai ini semua adalah buah dari perilaku manusia di dunia. Kema’siyatan ada dimana-mana, kadang malah dilegalkan. Aliran-aliran sesat berkembang sedemikian pesat menodai kesucian agama. Pendeknya kesemuanya terjadi karena berkurangnya “ketaatan” dan bertambahnya “kema’siyatan”. Lalu apa resepnya? Silahkan gebukin orang-orang yang tidak sepaham dengan anda. Lempari rumahnya, tempat ibadahnya. Pentungin mereka sampai berdarah-darah layaknya jama’ah Ahmadiyah ato pelacur-pelacur dan PKL di bulan ramadhan. Gunakan sorban dan jubah kala melakukan semuanya. Mungkin saja Tuhan PUAS dan BAHAGIA melihat keberanian anda menegakkan kebenaran, menyeru pada ketaatan, dan mencegah kema’siyatan.
Ahli lingkungan menjawab climate change dan global warming lah biang keladinya. Ndak ada hubungannya dengan “kema’siyatan-kema’siyatan” seperti itu. Solusinya gampang, negara-negara berkembang tinggal minta dana kompensasi dari perusakan alam yang secara ekstensif dilakukan oleh negara maju niscaya bencana serupa bisa dihindarkan di masa yang akan datang. Syukurlah, AS setuju. Seolah-olah keselamatan dunia ini hanya tergantung pada “kebaikhatian Amerika” layaknya film-film Hollywood. Selanjutnya, tanam pohon secara massal meskipun nanti justru penjahat-penjahat itu juga yang akan menebangnya secara liar, gunakan air secukupnya meskipun untuk wudhupun sudah lama anda menggunakan air daur ulang yang 2 kullah itu, hemat listrik meski anda sering tidak bisa setrika sambil nonton TV karena daya di rumah anda anda masih kurang, konversi energi sekarang juga. Cepet ganti minyak tanah dengan gas meskipun bangsamu ini mempunyai minyak yang amat melimpah. Percaya saja pada good will pemerintah meskipun sampai detik ini tak seorangpun yang tau seberapa banyak kekayaan minyak kita yang sudah dieksplore, berapa rupiahkah hasilnya, berapa yang masuk ke kas negara, dan berapa yang secara langsung berpengaruh terhadap kenaikan taraf kehidupan kita.
Ahli filsafat bisa memulai analisisnya dengan gaya lama : Gathukanalogi, ilmu gathuk gumathuk. Kata mereka, semua bencana kita alami karena negara ini dipimpin oleh pasangan yang tidak pas. SBY-JK: Susilo Bambang Nyudo Nyowo dipasangankan dengan Jusuf Kolo. Satunya Nyudonyowo (mengurangi nyawa ) dan satunya lagi Kolo (bencana). Jadi jangan heran kalo sepanjang kepemimpinan mereka berdua yang ada hanyalah kombinasi antara Nyudonyowo (mengurangi nyawa ) dan Kolo (bencana).
Jangan gampang percaya dengan analasis siapapun. Ini zamannya demokrasi, Bung!!!. Silahkan mengikuti kata hati masing-masing. Selama anda masih manusia insya allah bentuk, guna, dan fungsi hati anda pasti sama dengan yang saya punya.
Silahkan telanjang dimana-mana sekalipun kita masih tetep butuh pakaian untuk penutup badan, perlindungan dan perhiasan. Silahkan kawin kapan saja, sebanyak apapun, sekalipun banyak keluarga hancur karena bangunan keluarga tidak lagi didirikan dengan alasan-alasan yang bener. Silahkan pesta terus sepanjang hari sekalipun saudara di seberang kesulitan karena banjir, tanah longsor, gempa bumi dan gunung meletus. Silahkan ketawa tiap hari, buka mulut lebar-lebar, tunjukkan pada dunia bahwa anda bahagia sekalipun masih banyak yang tak kuasa menyembunyikan tangisnya di hadapan kemara TV karena saking susahnya hidup yang mereka alami. Mereka tidak sedang minta pertolongan tapi cuman ngetest apakah kita-kita ini masih punya mata-hati-telinga meski akhirnya mereka kecewa.
Silahkan berakting di hadapan tuhan. Nangis-nangis di tengah malam atas dosa yang telah diperbuat di pagi hari hingga petang dengan niat untuk mengulanginya lagi keesokan harinya. Semuanya sah di hadapan Tuhan. Meskipun demikian sekali-kalipun jangan pernah mengira bisa mengakali Tuhan dengan cara begitu. Lha wong akal kita ini Dia yang bikin kok? Dia ini “Maha Aktor”, “Maha Sutradara, “Maha Penulis Skenario”, sekaligus “Maha Produser” bagi drama kehidupan kita di dunia.
Last but not least, Justru inilah demokrasi ilahi yang secara kontan menjawab demokrasi versi umat manusia di bumi ini. Kalo manusia hidup seenaknya sendiri adakah keharusan bagi Tuhan untuk secara teratur memenuhi keinginan dan hasrat manusia yang tidak ada habisnya itu? Di awal tahun 2008 ini, mulailah dari keinginan kita. Selanjutnya biar Tuhan yang mewujudkannya dengan sempurna di hadapan kita. Kalo ada yang masih bertanya : “Maksud Tuhan, Apa sich” ??? maka janganlah kaget bila ada petir menyambar disertai suara menggelegar : Maksud, Loch!!!!!








keren…, dan endingnya kok ga ada kaitannya dengan judul ya…
Aku cuman nyindir aja. Bukankah banyak orang yang berlagak blo’on, yang merasa semua kejadian-kejadian ini, bahwa bencana-bencana ini bukan buah tangan mereka, bukan keinginan mereka. padahal Tuhan cuman ngikutin apa yang mereka inginkan. Pengen rusak-rusakan? Then let it be!!!!!
Ya itulah hebatnya manusia sekaligus kurang ajar. Dengan memanfaatkan ayat2 kitab suci yang menyatakan bahwa manusia itu lemah dan Tuhan itu Mahakuasa, manusia sering menduduh bahwa Tuhan-lah yang bertanggung jawab atas segala bencana tersebut.
Kurang ajar banget kan? Manusia yang berbuat, Tuhan yang disuruh bertanggung jawab. Di tambah lagi dengan memakai ayat2 kitab suci untuk “menyerang ” balik Tuhan.
=================
“Jangan gampang percaya dengan analasis siapapun. Ini zamannya demokrasi, Bung!!!. Silahkan mengikuti kata hati masing-masing. Selama anda masih manusia insya allah bentuk, guna, dan fungsi hati anda pasti sama dengan yang saya punya.”
=================
yang mebedakan isi dari hati bung..!!! kata hati tergambar dari isinya.
Kalau isi hati “mengena”, analisa terhadap apapun akan menyeluruh, hasilnya pun pasti akan singkron dengan penerimaan akal dan tuntuan agama.
ok aq setuju bahwa tuhan selalu mengikuti kemauan kita apabila kita mau bersuha pasti akan ada hasilnya itu yang menentukan adalah tuhan kita buka kita ..
@Izzu :
Itulah mengapa dalam diskursus ilmu kalam perdebatan antara kaum jabbariyah dan qodariyah mendapat porsi besar. Ternyata seluruh persoalan yang melibatkan kehidupan manusia dgn Tuhannya selalu dipengaruhi oleh “madzhab” mereka sendiri dalam memposisikan dirinya, alam dan Tuhan. Bisa jadi ia sangat fatalis atau sangat-sangat liberal. Nah, sayangnya aswaja sebagai “madzhab moderat” tidak benar-benar mewujud dalam isu-isu aktual kita. Akibatnya, dari serangkaian pendapat ujung-njungnya kalo ndak fatalis ya kelewat liberalis.
@ mac :
sayangnya tidak ada yang tau isi hati orang lain, mas. saya tidak bisa menjudge isi hati anda dan begitu pula sebaliknya. Bahkan pada kelakuan yang terbiadab pun kita tidak diperkenankan melakukannya. Karena hati bukanlah “benda fisik” yang bisa diidentifikasi dengan mudah sekalipun sudah ada bukti yang menguatkannya. masih inget cerita nabi khidir dan nabi musa, khan??? Nah, begitu pula kejadiannya pada setiap pembicaraan yang menyangkut soal hati. mau pake manajemen kolbu, pake lentera hati, atau mungkin senam hati sekalipun tetep tidak mengubah fakta bahwa hanya Tuhan dan kita sendiri sajalah yang mengetahuinya.
@ abid :
nah, kalo sudah setuju ayo kita sama-sama jadi provokator. Bismillah, kita ajak diri kita, bangsa kita ini merumuskan keinginan-keinginan yang baik, kemauan-kemauan yang baik, cita-cita yang baik. Bukankah Dia selalu mengikuti keinginan kita ?????
Cerita nabi khidir dan musa bukan masalah hati, tapi msalah rahasia kehendak tuhan, berbeda bung…
Yang namanya analisis itu adalah kerja otak/akal, hati di sini berfungsi sebgai filter. hati yg bgmn yg bisa menjadi filter ??? (filter d sini tentu memilah yg baik2 saja lho…) tentu hati yg penuh dengna nilai2 kebaikan dan tuntunan agama/hidayah tuhan, bgt bukan???
Iya, gitu juga sich!!!. Cuman yang saya maksud dalam kisah khidir dan musa itu begini. Coba bayangkan dari sisi Musa ketika melihat kelakuan Khidir. Musa sudah berusaha maksimal berijtihad namun tetep saja ada suatu hal yang berbeda, yang sampeyan sebut dengan rahasia atau kehendak tuhan. Disebut rahasia dan kehendak tuhan karena sudah ketahuan endingnya. Jadi berbeda ceritanya bila “saat ini” saya menghadapi seseorang yang menurut ijtihad pikiran dan hati saya jelas-jelas akan merugikan dan mencelakai “saya”. saya pasti akan punya pikiran yang jelek sekalipun saya sudah cukup hati-hati memfilternya layaknya Musa ber su’udzhon kepada khidir. Jadi saya cuman bayangin berada dalam situasi sebagai Musa saja. Gitu, mas!
melampaui syariat ada tasawuf
melampaui keadilan Tuhan ada Cinta-Nya
rasionalitas untuk mencerna keadilan dan hati untuk menangkap Cinta
hanya saja,
yang bisa dikomunikasikan dengan sesama manusia secara umum hanyalah yang bisa dirasionalisasikan.
gimana kalau tiba-tiba guk mac (mac mungkin orang lamongan, sama dengan saya, jadi tak panggil guk. bukan gu guk guk lho ya…) bilang “hatiku penuh dengna nilai2 kebaikan dan tuntunan agama/hidayah tuhan. jadi ikutilah aku……”
@ wildy :
tentu boleh dong, cak! Wong dengan tekanan yang berbeda 180 derajat aja boleh kok. Misal, hatiku nggak perlu dipenuhi dengan nilai-nilai kebaikan agar bisa hidup bahagia. maka lihatlah aku, ikutilah aku. Boleh2 aja nggak ada yang ngelarang. Nah, manusia yang bertuhan itu kira-kira kan yang melakukan komunikasi manusiawi tanpa harus berlagak jadi Tuhan karena tanpa berperilaku demikianpun sejatinya dalam diri kita sudah tercermin sifat-sifat ilahiah. Manusia seperti ini menurut Bahrun Rangkuti disebut sebagai Insan Kamil.
dari kata2′e pean–Tuhan apa kata manusia–apa ndak terkesan “Tuhan menuankan manusia(bukan menuhankan manusia-tkt kene’ geledek-) “,saya pernah mikir tentang perkataan temen saya yang kristen khotic”mokhong and mecitic” qoo la:manusia adalah kegagalan tuhan yang terbesar,katae tuh,tuhan dah kewalahan ngatur manungsanipun,bukannya nurut(jadi dengan result yang sama—bumi sama2 ancur—tapi penafsiran yang berbeda,dari penganut islam khotic–kalo ini’menyokhong dan menggelitic’– dan kristen khotic),tapi yang satu bermaksud menyindir manusia,satue menyindir Tuhan(yang pasti tu-han’e de’e),yang saya tahu,cuman saya harus memperbanyak istighfar(dawuh’e abah thobib).
manusia memeng gak ada sukur-sukurnya coba ingat-ingat lagi cerita kakek nenek kita 350 tahun kita di jajah belanda dan coba bayangkan seberapa menderitanya kita, kerja paksa, makannya singkong “sego tiwul” belum lagi jaman kerajaan dahulu dan jaman batu jangan kan main computer mau nyalai api aja capek deh….
coba sukuri apa yang ada saat ini toh saya hari ini sudah lebih baik dari hari kemari apalagi jaman dahulu
bencana ini adala kehendaknya bukan karana kesalahan kita
apa yang dikehendaki pasti terjadi tanpa ada kemaksiatan manusia di dunia.
kun fa yakun
Bila bumi diguncangkan
Seluruh isinya dimuntahkan
Pekik panik manusia
Gerangan apa yang terjadi……
Seluruh manusia bagaikan
Kupu2 diterbangkan
Gunung2 bertebaran
Bak kapas dihembus angin…….
Tolong dong bait Nasyid ini dilengkapi….!
Atau memang hanya ini…?
waduh aku cuman hafal bagian itu mas. sori, y! kalo mau nambahin silahkan kirim di email saya. dengan senang hati. ok?
dulu sering denger langunya… ada yang punya mp3 nya nggak?
kalau ada yang punya judul atau mp3 saya minta
Tolong dong kirimkan mp3nya kemana saya harus download
saya juga mau dong lagunya, biar saya download sendiri, siapa sih nasyid yang menyanyikannya? mw dong saya…luthfihira@yahoo.com.. terimakasih banyak,, assalamu’alaikum wr wb
wah…saya lagi cari lirik nasyid itu…huhu