Belum sempat merasakan memiliki atau setengah memiliki (kredit) Supra X 125 R, impianku mulai goyah. Mau tau kenapa? Beberapa tahun yang lalu, saat launching Supra X 125 D (belum ada versi racingnya) di koran, aku sudah kepincut, love until crazy pokoknya. Tekadku waktu itu aku ingin memiliki motor ini, DENGAN CARA APAPUN titik. Waktu berlalu, muncul versi racing …yang warna merah keren banget!. habis itu muncul lagi yang PGM FI, full injection double cakram .. wah yang ini semakin membuatku gak tahan. Tapi namanya nasib, Tuhan belum mentakdirkan Supra X 125 versi apapun menjadi milikku, sempat ngepper..ya sudahlah, nggak yang baru, jandanya juga gakpapa…kapan-kapan…suatu saat nanti…(kasian juga diriku-___-).
Lah koq nggak lama, kemaren aja ada versi baru lagi dari SUpra X 125, sporty abiz, langsing, warnanya juga keren…jadi ngiler nggak cuma waktu tidur..(kemproh!).
Dan baru tadi malam terdengar berita, 10 UNIT BARU MOTOR HONDA TAHUN 2008!
Kepalaku langsung loading, otakku berputar-putar, dan teringat deretan truk-truk buesar yang sering kutemui dalam perjalanan Sby-Probolinggo. Kadang hanya 2, kadang 4…dan hampir selalu ketemu setiap aku pulang ke Prob.
Sempat meghitung, kalau misal satu “krat” berisi 5×6 sepeda motor, berarti ada 30 motor baru. Jika setiap truk terdiri 2 krat (ada yang 3 krat nggak ya?) maka satu truk mengangkut kurang lebih 60 motor baru. Jika perhari ada 4 (misalnya) truk untuk daerah distribusi jawa timur – bali, berarti berhari ada 240 motor baru yang siap beredar di wilayah Jatim-Bali.(waaaaah…banyak banget, siapa yang pake ya?).
Nah kalo sebulan ada berapa? Kirim sms: jumlah spasi motorke 777..hehe guyon!
Tahun depan yang tinggal 2 mingguan lagi, motor akan semakin menunjukkan eksistensinya dijalanan (jalan gang,jalan arteri,jalan protokol,dan jalan tol..maksudnya bekas jalan tol surabaya gempol). Bayangkan 10 unit baru !! dan masing-masing unit diproduksi sekian puluh rrrriiiibbbuuuu.Jadi apa jalan kita nanti, jadi “out door show room” kaleee…
Saat ini saja, motor lebih eksis dari kendaraan pribadi,buktinya jumlah pemudik lebaran yang menggunakan motor dari tahun ke tahun semakin meningkat. Motor juga mempunyai andil yang cukup besar dalam memacetkan jalan serta berkontribusi dalam peristiwa kecelakaan di jalan. Selain itu motor juga menyumbang asap polutan yang sampai saat ini sudah membuat manusia bingung kepanasan dan kesulitan mencari udara bersih. Hebat juga si motor sampe ikut-ikut merusak bumi.
Nah..kalau ini semua tidak dihentikan, setidaknya dikontrol, apa jadinya hidup kita, anak-anak kita, cucu kita… Berarti kita sangat egois sama keturunan kita kalau membiarkan hal ini. Seharusnya pemerintah yang mempunyai kekuasaan mengontrol produksi motor memperhatikan hal ini. Masak motor yang sama, cuma ganti baju atau cat sudah dilegalkan menjadi versi baru. Akhirnya karena versi baru itu, orang-orang sudah kepingin lagi ganti motor. Tambah lagi …. motor juga mampu membuat orang berbuat konsumtif.
HARUS DILAKUKAN SESUATU!!! kalau pemerintah menggalakkan pergantian dari minyak tanah ke LPG (sebenarnya gak sepakat dengan kebijakan ini), kita sepertinyaharus menggalakkan sepeda ontel sebagai ganti motor!
*) penulis adalah pemilik sepeda ontel bernama Maria Elizabeth, biasa dipanggil Lisa. entah sekarang nasib Lisa seperti apa .. mungkin sudah jadi besi tua .. hiksss







kenalkan …. nama motorku adalah niffler, si pencari uang dan penakluk tebing-2 Jembrana Bali. he he he
Dear,
Saya jadi bayangin kalau ke kantor harus naik sepeda ontel. Padahal jarak rumah ke kantor tidak hanya beberapa kilo meter, tetapi puluhan kilo. Kecuali situ mau mboncengin saya naik sepeda ontel. Tapi ya pasti telat ke kantornya.
(** Ngontel, eh… ngojek… **)
emang kurang kreatif pabrikkannya cuma cari keuntungan dgn ganti baju aja, sehingga teknologi motor jalan berjalan lambat kurang pengembangan ato malah jalan ditempat aja ya, lebih pintar modifikator-modifikator kita dgn modal yang cupet mampu bikin motor yang up to date. tapi masyarakat kita butuh kendaraan murah yang penting jalan termasuk saya heheehhehe
wah, ming, kayaknya kita mengalami problem yang mirip : sama2 mangkel dengan kendaraan…
btw, kabare Kabul piye ya.. dah lama gak ketemu…
p.s : Kabul adalah nama motor saya, yamaha ‘75. Lebih tua dari saya, sehingga kalau mau naik saya mesti amit-amit dulu.
yah gak ada komen lagi, gak ada yang nimbrung, abis topik ama isi gak relevan
Jadi ingat Queen: I want to ride my bicycle
hiks
bangsa ini memang susah untuk diajak sulit sedikit, sabar sebentar,…malah kalo ada yang mudah dibuat susah, ada yang cepat dibuat ruwet
saya memang tidak menulis untuk membahas produknya honda (enak aja honda, kalo saya bahas…emang berani bayar berapa sih?)
saya menulis karena merasa resah dengan keadaan dan mencoba mengajukan solusi….jika satu-per-satu orang sepakat…bukankah kita bisa menyelesaikan masalah yang akan dihadapi anak cucu kita nanti…
semoga anak-cucu kita mengalami lebih baik dari yang kita alami…amin
_ibu’eDamar_
wow, itu yg di atas mongtor apaan sih, kog mrp ama honda RC212V yah….
ada yg tau gk speknya kyk gmana? apa lbh kenceng dari mx or
masih gitu2 aja. sori nech nyeleneh.
tpi klo dilhat dri tongkrongn sih oke punya, and bsa ko tuh MX.
piss…
tes
lama tambah lama zaman ini penuh maju maka dari itu aq sangat setuju jika motor lama tambah lama bermunculun mudifikasi , sehingga itu merupakan jadi motofasi kita untuk berfikir lebih maju…………hehe apa nie…
mudah2an bener
soale kebanyakan ga’ bener sich………….
paling ga’ sebagus gambar ituhhhhhhhhhh
mana ni motor honda nya
Banyaknya motor yang berseliweran di suatu negara sebagai bukti gagalnya pemerintah dalam memberikan pelayanan transportasi publik. Apabila pemerintah mampu menyediakan sarana transportasi murah, aman dan nyaman; saya jamin pasti semua orang mikir seribu kali untuk berangkat naik motor.
hjsdkjsdjkklsdkl
editan photoshopny parah juga…
anjing muany :p